Facebook Down Global, Pengguna Tak Bisa Login dan Messenger Error
Facebook mengalami gangguan global, pengguna otomatis logout dan tak bisa login. Messenger dan web ikut terdampak.
Telinga - Foto Ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Banyak orang masih mengaitkan telinga kanan berdenging dengan mitos seperti pertanda akan mendapat kabar baik, ada yang sedang membicarakan, atau bahkan tanda rezeki. Namun secara medis, kondisi ini memiliki penjelasan ilmiah yang jauh lebih penting untuk dipahami.
Dalam dunia kesehatan, telinga berdenging dikenal sebagai tinnitus, yaitu sensasi bunyi berdengung, berdesis, atau berdering tanpa adanya sumber suara eksternal. Kondisi ini umumnya bukan penyakit berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pendengaran yang tidak boleh diabaikan.
Tinnitus, Penyebab Utama Telinga Berdenging
Tinnitus dapat muncul secara tiba-tiba maupun berlangsung lama. Beberapa pemicunya berkaitan langsung dengan kesehatan telinga dan saraf pendengaran.
Salah satu penyebab paling umum adalah penumpukan kotoran telinga. Kondisi ini dapat mengganggu saluran pendengaran, menimbulkan rasa penuh, hingga memicu bunyi berdenging.
Paparan suara keras juga menjadi faktor utama. Penggunaan earphone atau headset dalam volume tinggi secara terus-menerus dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam. Jika kerusakan terjadi, sinyal suara ke otak menjadi terganggu dan memunculkan tinnitus.
Infeksi hingga Gangguan Tekanan Telinga
Infeksi telinga akibat bakteri atau virus juga dapat menyebabkan peradangan dan tekanan di telinga tengah. Gejalanya tidak hanya berdenging, tetapi juga nyeri dan penurunan pendengaran sementara.
Selain itu, gangguan sinus dapat memicu sumbatan pada saluran Eustachius, sehingga tekanan di dalam telinga tidak seimbang. Kondisi ini sering memunculkan sensasi berdenging yang mengganggu.
Perubahan tekanan udara, misalnya saat naik pesawat, menyelam, atau perjalanan di daerah pegunungan, juga dapat memicu tinnitus sementara akibat tekanan pada gendang telinga.
Faktor Usia hingga Efek Obat
Seiring bertambahnya usia, fungsi saraf pendengaran dapat menurun. Inilah mengapa tinnitus lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut.
Beberapa jenis obat tertentu, seperti antibiotik dosis tinggi atau obat tekanan darah tertentu, juga berpotensi memicu gangguan pendengaran sementara hingga tinnitus.
Dalam kasus tertentu, kondisi seperti penyakit Ménière, gangguan sendi rahang (TMJ), hingga cedera kepala atau leher dapat menjadi penyebab telinga berdenging yang lebih serius.
Kapan Harus Waspada?
Telinga berdenging yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun jika berlangsung terus-menerus, disertai pusing, nyeri, atau penurunan pendengaran, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter THT.
Penanganan sejak dini penting untuk mencegah kerusakan pendengaran yang bersifat permanen.
Telinga kanan berdenging bukanlah pertanda mistis, melainkan kondisi medis bernama tinnitus yang memiliki banyak penyebab. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan kesehatan tertentu, semuanya perlu diwaspadai agar tidak berkembang menjadi masalah serius pada pendengaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Facebook mengalami gangguan global, pengguna otomatis logout dan tak bisa login. Messenger dan web ikut terdampak.
KPK mengungkap dugaan penerimaan Rp12,4 miliar oleh Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dari praktik korupsi proyek dan suap.
APBN semester I/2026 mencatat defisit Rp196,5 triliun. Pemerintah memastikan pengelolaan kas negara tetap terjaga melalui strategi pembiayaan fiskal.
Padhang Bulan Fest 2026 digelar 18–21 September di Jogja dengan Safari Dakwah dan festival di JEC. Targetkan 25.000 pengunjung.
Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Ciamis dan Lampung terkait dugaan propaganda dan rekrutmen melalui media sosial.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.