Adu Spesifikasi iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S27 Ultra, Mana Lebih Unggul?
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.
Telinga - Foto Ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Banyak orang masih mengaitkan telinga kanan berdenging dengan mitos seperti pertanda akan mendapat kabar baik, ada yang sedang membicarakan, atau bahkan tanda rezeki. Namun secara medis, kondisi ini memiliki penjelasan ilmiah yang jauh lebih penting untuk dipahami.
Dalam dunia kesehatan, telinga berdenging dikenal sebagai tinnitus, yaitu sensasi bunyi berdengung, berdesis, atau berdering tanpa adanya sumber suara eksternal. Kondisi ini umumnya bukan penyakit berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pendengaran yang tidak boleh diabaikan.
Tinnitus, Penyebab Utama Telinga Berdenging
Tinnitus dapat muncul secara tiba-tiba maupun berlangsung lama. Beberapa pemicunya berkaitan langsung dengan kesehatan telinga dan saraf pendengaran.
Salah satu penyebab paling umum adalah penumpukan kotoran telinga. Kondisi ini dapat mengganggu saluran pendengaran, menimbulkan rasa penuh, hingga memicu bunyi berdenging.
Paparan suara keras juga menjadi faktor utama. Penggunaan earphone atau headset dalam volume tinggi secara terus-menerus dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam. Jika kerusakan terjadi, sinyal suara ke otak menjadi terganggu dan memunculkan tinnitus.
Infeksi hingga Gangguan Tekanan Telinga
Infeksi telinga akibat bakteri atau virus juga dapat menyebabkan peradangan dan tekanan di telinga tengah. Gejalanya tidak hanya berdenging, tetapi juga nyeri dan penurunan pendengaran sementara.
Selain itu, gangguan sinus dapat memicu sumbatan pada saluran Eustachius, sehingga tekanan di dalam telinga tidak seimbang. Kondisi ini sering memunculkan sensasi berdenging yang mengganggu.
Perubahan tekanan udara, misalnya saat naik pesawat, menyelam, atau perjalanan di daerah pegunungan, juga dapat memicu tinnitus sementara akibat tekanan pada gendang telinga.
Faktor Usia hingga Efek Obat
Seiring bertambahnya usia, fungsi saraf pendengaran dapat menurun. Inilah mengapa tinnitus lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut.
Beberapa jenis obat tertentu, seperti antibiotik dosis tinggi atau obat tekanan darah tertentu, juga berpotensi memicu gangguan pendengaran sementara hingga tinnitus.
Dalam kasus tertentu, kondisi seperti penyakit Ménière, gangguan sendi rahang (TMJ), hingga cedera kepala atau leher dapat menjadi penyebab telinga berdenging yang lebih serius.
Kapan Harus Waspada?
Telinga berdenging yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun jika berlangsung terus-menerus, disertai pusing, nyeri, atau penurunan pendengaran, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter THT.
Penanganan sejak dini penting untuk mencegah kerusakan pendengaran yang bersifat permanen.
Telinga kanan berdenging bukanlah pertanda mistis, melainkan kondisi medis bernama tinnitus yang memiliki banyak penyebab. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan kesehatan tertentu, semuanya perlu diwaspadai agar tidak berkembang menjadi masalah serius pada pendengaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 22 Oktober 2026 di MPP Kabupaten Sleman, lengkap dengan jadwal Satpas, SIMMADE, dan layanan malam.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Kamis, 22 Oktober 2026 di QHomemart SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Prakiraan cuaca DIY Kamis, 22 Oktober 2026, didominasi berawan. Simak suhu udara dan kondisi cuaca di lima kabupaten/kota.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.