Vietnam Juara Grup A Piala AFF 2026 Usai Tekuk Kamboja 3-1
Vietnam memastikan diri sebagai juara Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Kamboja 3-1. The Golden Stars finis dengan 10 poin dan melaju ke semifinal.
Foto ilustrasi menangis. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Menangis kerap dianggap sebagai cara alami tubuh untuk melepaskan tekanan emosional. Namun, tidak sedikit orang yang justru mengalami kondisi sebaliknya. Saat menghadapi kehilangan, putus hubungan, atau masalah besar dalam hidup, mereka merasa sangat sedih tetapi tidak mampu mengeluarkan air mata.
Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin seseorang merasa hancur secara emosional, tetapi tidak bisa menangis?
Para ahli emosi menjelaskan bahwa ketidakmampuan menangis tidak selalu berarti seseorang tidak merasakan kesedihan. Sebaliknya, kondisi tersebut bisa menjadi respons psikologis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Profesor psikologi dan pakar emosi dari Tilburg University, Ad Vingerhoets, bersama peneliti Lauren Bylsma, menjelaskan bahwa tidak ada satu penyebab tunggal yang membuat seseorang sulit menangis. Umumnya, kondisi tersebut muncul akibat kombinasi faktor psikologis, pengalaman hidup, serta cara individu memproses emosi.
Salah satu penyebab yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah trauma emosional yang berat. Ketika seseorang mengalami peristiwa yang sangat menyakitkan, otak dapat membangun mekanisme perlindungan untuk mengurangi dampak emosional yang dirasakan.
Dalam kondisi tertentu, mekanisme tersebut membuat emosi seolah-olah terkunci sehingga seseorang kesulitan mengekspresikan kesedihan melalui tangisan.
Menurut Vingerhoets, trauma psikologis yang mendalam memang dapat menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan menangis untuk sementara waktu. Respons tersebut merupakan bentuk pertahanan diri agar individu tidak merasa kewalahan menghadapi tekanan emosional yang sangat besar.
Meski demikian, bukan berarti kesedihan itu hilang. Perasaan tersebut tetap ada, hanya saja tidak diekspresikan dalam bentuk air mata.
Selain trauma, faktor kepribadian juga berperan dalam menentukan bagaimana seseorang mengekspresikan emosinya. Sejumlah penelitian menunjukkan orang yang lebih mudah menangis umumnya memiliki hubungan sosial yang erat dan mendapatkan dukungan emosional yang lebih besar dari lingkungan sekitarnya.
Sebaliknya, beberapa studi menemukan bahwa individu yang lebih sulit menangis cenderung memiliki pola ekspresi emosi yang berbeda. Namun para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mutlak karena penelitian mengenai hubungan antara kepribadian dan tangisan masih terus berkembang.
Faktor budaya dan lingkungan sosial juga turut memengaruhi. Dalam sejumlah lingkungan, mengekspresikan emosi secara terbuka masih dianggap sebagai tanda kelemahan. Akibatnya, seseorang dapat terbiasa menahan perasaan hingga kesulitan menangis meski sedang mengalami tekanan emosional yang berat.
Karena itu, para ahli mengingatkan bahwa tidak bisa menangis bukanlah sesuatu yang otomatis menunjukkan adanya gangguan tertentu. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam memproses dan mengekspresikan emosi.
Ada individu yang meluapkan kesedihan melalui tangisan, sementara yang lain lebih memilih berbicara, menulis, berdoa, berolahraga, atau melakukan aktivitas lain yang membantu mereka mengelola perasaan.
Meski demikian, kondisi ini perlu mendapat perhatian apabila disertai kesedihan berkepanjangan, perasaan hampa, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, atau gangguan dalam menjalani kehidupan normal.
Jika kondisi tersebut mulai mengganggu kualitas hidup, berkonsultasi dengan psikolog atau terapis dapat menjadi langkah yang tepat. Bantuan profesional dapat membantu menemukan akar permasalahan sekaligus memberikan strategi yang sehat untuk mengelola emosi.
Pada akhirnya, air mata bukan satu-satunya indikator seseorang sedang berduka atau terluka. Setiap orang memiliki mekanisme yang berbeda dalam menghadapi kesedihan. Yang terpenting adalah memastikan emosi tersebut tetap diproses secara sehat dan tidak dipendam hingga menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kesehatan mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vietnam memastikan diri sebagai juara Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Kamboja 3-1. The Golden Stars finis dengan 10 poin dan melaju ke semifinal.
Grup B Piala AFF 2026: Thailand dan Malaysia incar tiket semifinal. Myanmar dan Filipina masih punya peluang. Simak skenario lolos dan jadwal laga pamungkas.
Singapura kembali jadi batu sandungan Indonesia di Piala AFF 2026, mengulang kegagalan di 2004 (final) dan 2018 (fase grup). Garuda gagal ke semifinal usai dita
Harga iPhone 17 Pro 256GB di Indonesia ternyata lebih murah dibanding Singapura dan negara ASEAN lainnya. Turki menjadi negara dengan harga iPhone termahal di d
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan evaluasi menyeluruh terhadap Timnas Indonesia usai gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 me
Daftar internet termahal di dunia 2026: Wallis dan Futuna Rp6,73 juta/bulan. Timor Leste satu-satunya dari ASEAN di posisi 14 dengan biaya Rp2,24 juta/bulan.