Toprak Razgatlioglu Akhiri Musim Debut MotoGP 2026 Lebih Cepat
Toprak Razgatlioglu menjalani operasi bahu setelah kecelakaan di Mandalika. Pebalap Yamaha itu harus mengakhiri musim debut MotoGP 2026 lebih cepat.
Disjoki atau DJ/Magnific
Harianjogja.com, JOGJA—Disjoki (DJ) ternyata menjadi pekerjaan impian bagi warga Amerika Serikat, mengalahkan profesi dokter. Layanan keuangan digital Remitly merilis data terbaru mengenai pekerjaan yang paling banyak dicari oleh masyarakat di 145 negara. Data ini menampilkan bahwa tren profesi impian telah bergeser secara drastis sejak penelitian ini pertama kali dilakukan pada tahun 2022.
Dari data tersebut, tercatat bahwa DJ berada di posisi ke-10 sebagai pekerjaan yang paling diimpikan dengan 97.930 pencarian. Profesi ini melonjak dari posisi ke-24 pada data sebelumnya.
Menariknya, angka tersebut justru lebih tinggi daripada dokter yang berada di posisi ke-16 dengan 79.860 pencarian.
Profesi dokter sendiri tadinya berada di posisi ke-11 dalam data sebelumnya. Bekerja sebagai seorang DJ telah menjadi pekerjaan yang paling diimpikan di beberapa negara, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, hingga Irlandia.
Popularitas DJ juga mengungguli kategori profesi baru dalam studi tersebut. Di tahun ketika kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan menggeser pekerjaan kreatif, profesi prompt engineer justru hanya mencatatkan sekitar 5.500 pencarian di seluruh dunia.
Angka ini jauh di bawah popularitas DJ yang mencapai hampir 100 ribu pencarian. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun AI semakin berkembang, minat masyarakat terhadap profesi kreatif yang melibatkan musik dan hiburan justru semakin tinggi. Namun, realita industri musik EDM sering kali tidak seindah bayangan.
Survei tahun 2025 terhadap 15.000 musisi oleh Pete Tong DJ Academy mengungkapkan bahwa 61 persen DJ pendatang baru merasa jumlah pengikut di media sosial kini lebih krusial ketimbang kemampuan bermusik.
Sementara itu, 62 persen di antaranya menganggap industri ini sebagai lingkungan yang eksklusif dan sulit ditembus. Tantangan besarnya adalah apakah algoritma media sosial akan berpihak pada mereka atau tidak.
Bagi para penggemar musik dan mereka yang bercita-cita menjadi DJ, data ini menjadi cerminan bahwa profesi impian tidak selalu tentang gaji atau status, tetapi juga tentang gaya hidup dan ekspresi diri. Meskipun industri musik sangat kompetitif, popularitas DJ sebagai pekerjaan impian menunjukkan bahwa masyarakat masih mendambakan kebebasan kreatif dan koneksi emosional melalui musik.
Namun, persaingan yang ketat dan ketergantungan pada algoritma media sosial menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Bagi mereka yang serius menekuni profesi ini, kemampuan bermusik tetap penting, tetapi membangun personal branding dan keterlibatan dengan penggemar di media sosial menjadi kunci kesuksesan di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Toprak Razgatlioglu menjalani operasi bahu setelah kecelakaan di Mandalika. Pebalap Yamaha itu harus mengakhiri musim debut MotoGP 2026 lebih cepat.
Kenali kualitas air minum dari sumber, proses pengolahan, higienitas kemasan hingga keterlacakan produk untuk membantu keluarga memilih air minum.
Kemenkop menargetkan koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.