638.000 Pekerja di DIY Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Ahli Waris Didorong Mandiri
Sekitar 638.000 pekerja di DIY menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. BPJS juga mengembangkan PEKA untuk memberdayakan ahli waris.
Foto ilustrasi menulis menggunakan laptop. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kebiasaan mengetik dan berinteraksi dengan perangkat elektronik dalam waktu lama ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan tangan. Aktivitas yang tampak sepele ini dapat memicu gangguan pada persendian, saraf, hingga tendon jika dilakukan secara berulang tanpa jeda yang cukup.
Ahli bedah penggantian sendi robotik, trauma, dan artroskopi dari Rumah Sakit Yashoda Hyderabad, Dr. Abhishek Barli, mengungkapkan bahwa kondisi ini dikenal sebagai Repetitive Strain Injury (RSI). Cedera tersebut terjadi akibat gerakan berulang seperti mengetik di keyboard atau menggunakan tetikus dalam durasi panjang.
Menurutnya, kasus RSI kini semakin sering ditemukan, terutama di kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, profesional IT, hingga remaja yang intens menggunakan gadget setiap hari.
“Gejala awal sering kali dianggap sepele, padahal bisa berkembang menjadi gangguan serius jika tidak ditangani,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (13/6/2026)
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kesemutan atau mati rasa pada jari, nyeri di ibu jari, serta ketidaknyamanan pada pergelangan tangan. Selain itu, penderita juga bisa mengalami kelelahan tangan, penurunan kekuatan genggaman, hingga sensasi terbakar di lengan bawah.
Dalam kondisi yang lebih lanjut, jari tangan bahkan bisa terasa kaku, terkunci, atau mengeluarkan bunyi klik saat digerakkan. Jika gejala ini terus berlanjut, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Dr. Barli menjelaskan bahwa penggunaan tangan secara terus-menerus tanpa istirahat dan tanpa memperhatikan posisi ergonomis dapat menyebabkan peradangan kronis serta tekanan pada saraf.
Untuk mencegah kondisi ini, ia menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif. Posisi keyboard dan tetikus sebaiknya sejajar dengan siku agar tangan tidak tegang. Selain itu, pengguna perangkat elektronik disarankan untuk beristirahat setiap 45 hingga 60 menit.
Peregangan ringan pada jari dan pergelangan tangan juga penting dilakukan secara rutin. Tak kalah penting, menjaga postur tubuh tetap tegak saat bekerja di depan layar dapat membantu mengurangi tekanan pada tangan dan lengan.
Meski sebagian besar kasus RSI dapat pulih jika ditangani sejak dini, ada pula kondisi yang berpotensi menetap, seperti carpal tunnel syndrome. Gangguan ini dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, hingga penurunan ketangkasan tangan meskipun sudah menjalani perawatan.
Karena itu, kesadaran terhadap kesehatan tangan menjadi hal penting di era digital saat ini. Mengatur waktu penggunaan gadget dan menjaga posisi kerja yang ergonomis bisa menjadi kunci utama untuk mencegah cedera jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 638.000 pekerja di DIY menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. BPJS juga mengembangkan PEKA untuk memberdayakan ahli waris.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.