Selain Pepaya, Ini 4 Alternatif Panganan Tinggi Serat

Newswire
Newswire Sabtu, 11 Juli 2026 15:07 WIB
Selain Pepaya, Ini 4 Alternatif Panganan Tinggi Serat

Ilustrasi - Ubi rebus. Shutterstock.

Harianjogja.com, JAKARTA — Pepaya selama ini dikenal sebagai buah andalan untuk melancarkan pencernaan berkat kandungan serat dan enzim papain. Namun, tidak semua orang menyukai tekstur dan aromanya. Kabar baiknya, ada sejumlah bahan pangan lain yang juga kaya serat dan tak kalah bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.

Berikut empat alternatif makanan tinggi serat selain pepaya yang bisa Anda coba, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan:

Kacang Polong Hijau

 Kacang polong menjadi salah satu sumber serat yang cukup tinggi, yakni sekitar 5,7 gram per 100 gram. Dalam satu cangkir, kandungan seratnya bahkan bisa mencapai sekitar 8 gram.

Kombinasi serat larut dan tidak larut di dalamnya membantu melancarkan sistem pencernaan sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Kandungan protein pada kacang polong juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga cocok untuk Anda yang sedang menjalani program diet.

Kubis Brussel

 Kubis brussel dikenal memiliki kandungan serat lebih tinggi dibandingkan brokoli, yaitu sekitar 4,8 gram per 100 gram dalam kondisi matang.

Sayuran ini kaya serat larut dan tidak larut yang baik untuk kesehatan mikrobioma usus. Selain itu, kandungan vitamin C, folat, dan antioksidan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa glukosinolat di dalamnya juga memiliki sifat anti-inflamasi dan berpotensi melindungi sel dari kerusakan.

Sawi Hijau

 Sawi hijau mengandung sekitar 4 gram serat per 100 gram, terutama serat tidak larut yang efektif mencegah sembelit.

Tak hanya itu, sawi hijau juga kaya zat besi untuk menjaga energi tubuh, serta mengandung vitamin K dan kalsium yang mendukung kesehatan tulang. Dalam satu cangkir sawi matang, terdapat hampir 8 gram serat dan tambahan protein yang bermanfaat bagi tubuh.

Ubi Jalar

 Ubi jalar memang dikenal sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga mengandung serat yang cukup tinggi, sekitar 3 gram per 100 gram.

Jika dikonsumsi bersama kulitnya, satu ubi ukuran sedang bisa memberikan hampir 4 gram serat. Kandungan serat larut, tidak larut, dan prebiotiknya sangat baik untuk kesehatan usus. Ubi jalar juga kaya beta-karoten, vitamin A, dan kalium yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Mengonsumsi makanan tinggi serat secara rutin tak hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Jadi, jika Anda kurang menyukai pepaya, pilihan alternatif di atas bisa menjadi solusi sehat yang tetap lezat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online