Korupsi Unsoed Soroti Pengawasan Jalur Mandiri PTN
Kasus korupsi Unsoed mengungkap celah jalur mandiri PTN. KPK menetapkan enam tersangka dan pengawasan perguruan tinggi didorong diperkuat.
Ilustrasi - Ubi rebus. Shutterstock.
Harianjogja.com, JAKARTA — Pepaya selama ini dikenal sebagai buah andalan untuk melancarkan pencernaan berkat kandungan serat dan enzim papain. Namun, tidak semua orang menyukai tekstur dan aromanya. Kabar baiknya, ada sejumlah bahan pangan lain yang juga kaya serat dan tak kalah bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Berikut empat alternatif makanan tinggi serat selain pepaya yang bisa Anda coba, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan:
Kacang Polong Hijau
Kacang polong menjadi salah satu sumber serat yang cukup tinggi, yakni sekitar 5,7 gram per 100 gram. Dalam satu cangkir, kandungan seratnya bahkan bisa mencapai sekitar 8 gram.
Kombinasi serat larut dan tidak larut di dalamnya membantu melancarkan sistem pencernaan sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Kandungan protein pada kacang polong juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga cocok untuk Anda yang sedang menjalani program diet.
Kubis Brussel
Kubis brussel dikenal memiliki kandungan serat lebih tinggi dibandingkan brokoli, yaitu sekitar 4,8 gram per 100 gram dalam kondisi matang.
Sayuran ini kaya serat larut dan tidak larut yang baik untuk kesehatan mikrobioma usus. Selain itu, kandungan vitamin C, folat, dan antioksidan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa glukosinolat di dalamnya juga memiliki sifat anti-inflamasi dan berpotensi melindungi sel dari kerusakan.
Sawi Hijau
Sawi hijau mengandung sekitar 4 gram serat per 100 gram, terutama serat tidak larut yang efektif mencegah sembelit.
Tak hanya itu, sawi hijau juga kaya zat besi untuk menjaga energi tubuh, serta mengandung vitamin K dan kalsium yang mendukung kesehatan tulang. Dalam satu cangkir sawi matang, terdapat hampir 8 gram serat dan tambahan protein yang bermanfaat bagi tubuh.
Ubi Jalar
Ubi jalar memang dikenal sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga mengandung serat yang cukup tinggi, sekitar 3 gram per 100 gram.
Jika dikonsumsi bersama kulitnya, satu ubi ukuran sedang bisa memberikan hampir 4 gram serat. Kandungan serat larut, tidak larut, dan prebiotiknya sangat baik untuk kesehatan usus. Ubi jalar juga kaya beta-karoten, vitamin A, dan kalium yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Mengonsumsi makanan tinggi serat secara rutin tak hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Jadi, jika Anda kurang menyukai pepaya, pilihan alternatif di atas bisa menjadi solusi sehat yang tetap lezat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus korupsi Unsoed mengungkap celah jalur mandiri PTN. KPK menetapkan enam tersangka dan pengawasan perguruan tinggi didorong diperkuat.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.