Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Foto ilustrasi susu. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Susu unta mulai dilirik sebagai alternatif konsumsi harian karena kandungan nutrisinya yang berbeda dari susu pada umumnya. Sejumlah penelitian terbaru juga menyoroti potensi manfaatnya bagi berbagai kondisi kesehatan.
Perubahan minat ini muncul seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pilihan pangan yang lebih beragam. Seperti dikutip dari Healthline, Kamis (26/3/2026) Susu unta kini tidak hanya diposisikan sebagai alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari pola konsumsi yang dinilai lebih spesifik sesuai kebutuhan tubuh.
Lebih Ramah bagi Kondisi Tertentu
Salah satu keunggulan susu unta terletak pada kandungan proteinnya yang tidak mengandung beta laktoglobulin, zat yang kerap memicu alergi pada susu sapi.
Kondisi ini membuat susu unta lebih mudah ditoleransi, termasuk bagi orang dengan intoleransi laktosa. Selain itu, kadar laktosanya yang lebih rendah serta struktur protein whey yang berbeda turut mendukung pencernaan.
Potensi pada Gula Darah dan Imunitas
Sejumlah studi menunjukkan konsumsi susu unta dapat membantu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Efek ini dikaitkan dengan kandungan insulin-like protein dan zinc di dalamnya. Selain itu, imunoglobulin dan laktoferin dalam susu unta memiliki sifat antibakteri, antivirus, antijamur, serta antioksidan.
Senyawa tersebut berperan dalam melawan patogen seperti E. coli dan S. aureus, sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Peran dalam Peradangan dan Tulang
Kandungan protein anti-inflamasi serta antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan asam lemak tak jenuh membuat susu unta berpotensi membantu mengurangi peradangan.
Efek ini dapat dirasakan pada berbagai organ, termasuk kulit, paru-paru, sendi, hingga saluran pencernaan. Di sisi lain, kandungan kalsium, fosfor, dan vitamin D berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Mendukung Fungsi Tubuh Secara Menyeluruh
Susu unta juga dinilai baik untuk kesehatan pencernaan karena mengandung probiotik, serat, dan rendah laktosa. Kombinasi ini membantu menjaga keseimbangan flora usus serta mengatasi gangguan seperti sembelit dan diare.
Kandungan lemak tak jenuh turut membantu menurunkan kolesterol LDL dan menjaga tekanan darah, sehingga berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung.
Selain itu, kandungan zat besi dalam susu unta berperan dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan membantu mengatasi anemia.
Penelitian juga terus berkembang terkait potensi manfaat susu unta dalam mendukung fungsi otak, termasuk pada anak dengan autisme serta penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Perlu Perhatian dalam Konsumsi
Meski memiliki berbagai potensi manfaat, konsumsi susu unta tetap perlu diperhatikan. Disarankan memilih produk yang sudah dipasteurisasi untuk meminimalkan risiko bakteri atau penyakit seperti MERS.
Asupan juga sebaiknya tidak berlebihan. Beberapa studi menyarankan konsumsi hingga sekitar 500 mililiter per hari, terutama dengan pengawasan medis bagi kelompok tertentu seperti penderita diabetes, anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Dengan kandungan nutrisi yang beragam, susu unta menjadi salah satu pilihan alternatif yang semakin diminati. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Healthline
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
KPK sita kontainer suku cadang ilegal di Semarang terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sebelumnya, uang Rp5,19 miliar juga disita.