Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Parasit cacing yang berkembang biak di dalam tubuh bisa menyebabkan kerusakan di organ jantung dan terjadi pengapuran. Hal ini diutarakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lulusan Universitas Indonesia dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA.
“Jadi dia kalau mampir ke jantung jadi pengapuran di ototnya, itu akan bikin irama jantung terganggu, kalau pengapurannya luas maka pompa jantung bisa terganggu juga, karena selaputnya akan kaku dan termasuk ototnya juga,” kata Asmoko dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan ini mengatakan parasit cacing bisa mengenai banyak organ dalam tubuh, karena ikut mengalir di peredaran darah dari makanan yang tidak dimasak atau daging yang memang banyak mengandung telur cacing, atau dari benda kotor yang masuk melalui saluran cerna.
Cacing akan bertelur di dalam tubuh hingga berbentuk kista dan beredar ke semua organ melalui pembuluh darah mulai dari otot, otak dan jantung.
Asmoko mengatakan parasit cacing yang masuk ke aliran jantung bisa merusak dan mengganggu irama kelistrikan jantung.
“Yang paling sering terjadi "listrik" nya jadi pelan, iramanya atau jadi terlalu cepat, pokoknya tidak normal iramanya,” jelasnya.
Dokter di Siloam Heart Hospital ini mengatakan parasit cacing akan menginfeksi tubuh sekitar dua minggu sampai satu atau dua bulan tergantung berapa banyak jumlah parasit cacing yang masuk ke tubuh.
BACA JUGA: Danais dari Rp1,2 Triliun Dipangkas Jadi Rp500 Miliar, Ini Kata Sultan HB X
Ia juga menjelaskan gejala yang timbul jika terinfeksi parasit cacing adalah berdebar, sakit dada saat terlentang karena peradangan selaput atau otot jantung, dan sesak.
Namun pada anak-anak, Asmoko menjelaskan gejala yang timbul antara lain denyut jantung lebih pelan atau lebih cepat dari normal, namun bukan berhenti mendadak.
“Lebih ke denyutnya pelan atau lebih cepet dari normal. Tapi kalau dia tiba-tiba berhenti karena parasit itu enggak, gangguan kelistrikan jantung yang tiba-tiba berhenti itu yang keturunan, lain lagi dengan parasit,” kata Asmoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.