10 Kota Terbaik di Dunia 2026 Versi Oxford Economics, New York Masih Nomor 1
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Ilustrasi./ Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Bangun siang merupakan kondisi ketika seseorang terjaga dari tidur lebih lambat dibandingkan jadwal bangun yang biasanya, misalnya setelah pukul 09.00 atau bahkan mendekati tengah hari. Kebiasaan ini dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari tidur terlalu larut, kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur hingga kebutuhan tubuh untuk beristirahat lebih lama.
Bangun siang sesekali tidak otomatis berarti buruk. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah kebiasaan tersebut terjadi berulang dan membuat pola tidur-bangun menjadi tidak konsisten.
Keteraturan waktu tidur dan bangun merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan tidur. Konsensus para ahli tidur juga menyebutkan bahwa konsistensi waktu tidur dan bangun berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, serta performa sehari-hari.
Lantas, apa saja dampak yang dapat muncul ketika kebiasaan bangun siang membuat rutinitas tidur dan aktivitas sehari-hari menjadi tidak teratur?
Perubahan waktu bangun yang terus-menerus dapat membuat jam biologis tubuh sulit mengikuti pola yang konsisten. Ritme sirkadian berperan mengatur berbagai proses tubuh berdasarkan siklus siang dan malam.
Cahaya menjadi salah satu sinyal penting bagi sistem tersebut. Paparan cahaya pada waktu yang tepat membantu tubuh mengatur siklus tidur dan bangun.
Bangun terlalu siang dapat membuat rasa kantuk pada malam hari datang lebih lambat. Akibatnya, waktu tidur berpotensi ikut bergeser semakin malam.
Jika pola tersebut berulang, seseorang dapat semakin sulit mempertahankan jadwal tidur yang teratur.
Bangun mendekati siang berarti sebagian waktu pagi telah terlewati. Kondisi tersebut membuat waktu yang tersedia untuk menjalankan berbagai aktivitas menjadi lebih pendek.
Kegiatan seperti belajar, bekerja, mengurus keperluan rumah, atau menjalankan aktivitas lain yang biasa dilakukan pagi hari dapat ikut terdorong waktunya.
Sebagian orang justru merasa lesu setelah tidur terlalu lama atau ketika jadwal tidur-bangunnya tidak teratur. Karena itu, lamanya tidur bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Durasi yang cukup, kualitas tidur, serta keteraturan jadwal tidur-bangun sama-sama menjadi bagian penting dari pola tidur yang sehat.
Pola tidur yang tidak teratur dapat berhubungan dengan kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menjaga fokus.
Penelitian pada mahasiswa menemukan bahwa pola tidur yang tidak teratur berkaitan dengan perubahan waktu ritme sirkadian dan performa akademik yang lebih rendah. Temuan tersebut tidak berarti setiap orang yang bangun siang pasti mengalami masalah konsentrasi, tetapi menunjukkan pentingnya keteraturan tidur.
Kebiasaan bangun siang juga dapat membuat seseorang melewatkan sarapan. Waktu makan berikutnya kemudian dapat ikut bergeser sehingga rutinitas makan sehari-hari menjadi kurang teratur.
Masalah ini terutama dapat muncul ketika bangun siang menjadi kebiasaan, bukan sekadar terjadi sesekali.
Pagi hari biasanya menjadi waktu untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk olahraga atau mempersiapkan diri sebelum sekolah dan bekerja.
Ketika seseorang baru bangun setelah pagi berlalu, kesempatan menjalankan aktivitas tersebut menjadi lebih terbatas. Waktu untuk berolahraga maupun melakukan persiapan harian pun dapat ikut berkurang.
Banyak kegiatan memiliki jadwal tertentu sejak pagi. Karena itu, kebiasaan bangun terlalu siang dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan rutinitas secara konsisten.
Jika jadwal bangun terus berubah, aktivitas yang seharusnya dilakukan pada waktu tertentu dapat ikut bergeser.
Pola tidur yang tidak teratur pada sebagian orang dapat berkaitan dengan perubahan suasana hati dan rasa mudah lelah.
Hubungan antara cahaya, ritme sirkadian, tidur, dan suasana hati memang telah menjadi perhatian dalam penelitian. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa bangun siang secara langsung menjadi penyebab perubahan suasana hati pada setiap orang.
Bangun setelah pagi berlalu membuat seseorang kehilangan sebagian kesempatan mendapatkan cahaya alami pada awal hari.
Cahaya merupakan salah satu pengatur utama ritme sirkadian. Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara paparan cahaya pada siang atau pagi hari dengan berbagai aspek tidur, ritme sirkadian, dan suasana hati.
Karena itu, kebiasaan bangun terlalu siang dapat mengurangi kesempatan memperoleh paparan cahaya pada waktu tersebut.
Ketika bangun terlambat, tubuh memiliki waktu lebih sedikit untuk membangun rasa kantuk pada malam hari. Kondisi ini dapat membuat seseorang kembali tidur lebih larut.
Siklus tersebut dapat berulang: tidur malam semakin mundur, bangun semakin siang, kemudian waktu tidur berikutnya kembali bergeser.
Bangun siang juga dapat mengurangi waktu yang tersedia untuk melakukan aktivitas fisik. Bagi orang yang memiliki jadwal olahraga pada pagi hari, keterlambatan bangun bisa membuat kegiatan tersebut terlewat.
Padahal, aktivitas fisik pada siang hari merupakan salah satu kebiasaan yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan tidur.
Dampak yang paling mudah terlihat adalah ketika kebiasaan bangun siang membuat seseorang terlambat mengikuti kegiatan yang dimulai pagi hari.
Jika berlangsung terus-menerus, pola tersebut dapat menyulitkan seseorang mengikuti jadwal sekolah maupun pekerjaan yang sudah ditentukan.
Meski demikian, bangun siang tidak selalu menunjukkan kebiasaan yang buruk. Seseorang bisa saja bangun lebih siang karena sebelumnya tidur terlalu larut, mengalami kurang tidur, memiliki jadwal berbeda, atau memang membutuhkan waktu istirahat lebih panjang.
Hal yang lebih penting adalah memastikan tubuh memperoleh tidur yang cukup dan berkualitas serta menjaga jadwal tidur-bangun tetap konsisten. CDC juga merekomendasikan jadwal tidur yang teratur dan paparan cahaya alami, terutama pada awal hari.
Dengan demikian, persoalannya bukan semata-mata apakah seseorang bangun pukul 06.00, 08.00, atau setelah pukul 09.00. Yang perlu diperhatikan adalah apakah pola tersebut sesuai dengan kebutuhan tidur dan dapat dijalankan secara konsisten tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.