Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 589,23 Hektare Terdampak dan Jalur Torean Ditutup
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Foto ilustrasi anak sakit flu. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Penularan influenza A di Indonesia tengah mengalami peningkatan. Masyarakat perlu menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko tertular, mulai dari menjaga pola hidup sehat hingga menggunakan masker ketika sakit.
Merujuk data Kementerian Kesehatan RI hingga 12 September 2026 yang dikutip Universitas Gadjah Mada (UGM), proporsi positif influenza pada pemeriksaan laboratorium mencapai 38% pada minggu ke-35. Angka tersebut meningkat dari 22% pada minggu sebelumnya.
Dari 175 spesimen yang diperiksa, sebanyak 66 spesimen dinyatakan positif influenza, dengan mayoritas merupakan influenza A(H1N1)pdm09.
Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K), mengatakan peningkatan temuan influenza A tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu menyiapkan mitigasi untuk mengurangi risiko penularan.
“Temuan influenza A pada bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” ujar Tri, dikutip dari laman UGM, Minggu (20/9/2026).
Kenali Gejala Influenza A
Menurut Tri, influenza umumnya disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Sejumlah gejala yang dapat muncul meliputi demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot atau seluruh tubuh, sakit kepala, serta kelelahan.
Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Penularannya dapat terjadi melalui droplet atau percikan yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, maupun berbicara. Virus juga dapat menular ketika seseorang menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi kemudian menyentuh wajah.
Risiko penularan juga lebih mudah terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan penderita influenza, terutama di tempat ramai seperti kantor, sekolah, dan sarana transportasi umum.
Tri mengingatkan agar perhatian lebih diberikan kepada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Kelompok tersebut mencakup lansia berusia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah lima tahun, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.
6 Cara Mencegah Influenza A
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza A.
1. Terapkan pola hidup sehat
Menjaga pola hidup sehat menjadi salah satu upaya mempertahankan kondisi tubuh. Pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidur yang cukup juga menjadi bagian dari upaya menjaga sistem kekebalan tubuh.
2. Terapkan etika batuk dan bersin
Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku. Cara ini membantu mengurangi penyebaran percikan yang berpotensi membawa virus kepada orang di sekitar.
3. Rajin mencuci tangan
Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer. Kebiasaan tersebut penting terutama setelah berada di tempat umum atau menyentuh benda yang berpotensi terkontaminasi.
4. Hindari kontak erat dengan orang sakit
Masyarakat dianjurkan mengurangi kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami influenza. Virus influenza dapat menyebar melalui percikan ketika penderita batuk, bersin, maupun berbicara.
5. Gunakan masker saat sakit
Orang yang sedang mengalami influenza disarankan menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas atau berada di sekitar orang lain. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitarnya.
6. Pertimbangkan vaksinasi influenza
Vaksinasi influenza dapat dipertimbangkan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Vaksinasi menjadi salah satu upaya pencegahan untuk mengurangi risiko influenza.
Waspadai Gejala yang Memburuk
Sebagian besar kasus influenza tipe A dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun, masyarakat perlu mendapatkan perhatian medis apabila muncul gejala yang lebih serius.
Primaya Hospital menyebut beberapa kondisi yang membutuhkan perhatian medis segera, seperti sesak napas atau nyeri dada, demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari, serta gejala yang memburuk setelah sempat membaik.
Gejala neurologis seperti gelisah atau kejang juga perlu mendapat perhatian medis.
Sementara pada anak-anak, tanda yang perlu diwaspadai antara lain napas berat, kulit tampak membiru, atau anak cenderung tertidur.
Dengan meningkatnya temuan influenza A, penerapan langkah pencegahan menjadi penting, terutama bagi kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.