Pertumbuhan Anak Perempuan Lambat, Kenali Risiko Turner Syndrome

Newswire
Newswire Jum'at, 25 September 2026 23:37 WIB
Pertumbuhan Anak Perempuan Lambat, Kenali Risiko Turner Syndrome

Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Pertumbuhan anak perlu dipantau sejak awal kehidupan, terutama ketika tinggi badan anak tampak tidak bertambah atau lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan kekurangan gizi karena perawakan pendek dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gangguan hormon hingga faktor genetik.

Prof. Dr. dr Aman Bhakti Pulungan, Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, mengatakan pertumbuhan anak perempuan perlu mendapat perhatian lebih. Deteksi gangguan pertumbuhan pada anak perempuan dinilai perlu dilakukan lebih cepat karena dapat berkaitan dengan risiko gangguan kromosom.

“Untuk anak perempuan ini lebih penting, harus lebih cepat dideteksi kalau ada gangguan pertumbuhan, karena mereka lebih berisiko gangguan kromosom,” jelas Aman dalam acara peluncuran buku anak “Arka dan Mimpi ke Luar Angkasa”, di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Pertumbuhan Pendek Tak Selalu karena Kurang Gizi

Aman menekankan pentingnya pemeriksaan ketika pertumbuhan anak perempuan tampak lambat. Pemeriksaan kromosom menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan karena kelainan kromosom tidak hanya dapat memengaruhi pertumbuhan, tetapi juga pubertas dan reproduksi.

Salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan perawakan pendek pada anak perempuan adalah Turner syndrome. Kondisi tersebut merupakan kelainan kromosom ketika salah satu kromosom X hilang seluruhnya atau sebagian.

Turner syndrome dapat memengaruhi pertumbuhan sekaligus fungsi ovarium. Pedoman internasional Turner syndrome yang diterbitkan pada 2024 mencatat kegagalan pertumbuhan atau perawakan pendek sebagai salah satu dampak utama kondisi tersebut.

Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan ovarium yang tidak berfungsi secara normal serta keterlambatan atau tidak munculnya pubertas.

Namun, perawakan pendek tidak berarti seorang anak perempuan pasti mengalami Turner syndrome. Tinggi badan anak dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti faktor genetik keluarga, gangguan hormon pertumbuhan, penyakit kronis, hingga kondisi genetik tertentu.

Jangan Langsung Menambah Asupan Nutrisi

Aman mengingatkan orang tua agar tidak langsung menyimpulkan bahwa anak perempuan yang memiliki tubuh pendek hanya membutuhkan tambahan asupan nutrisi.

“Kalau ada anak perempuan yang pendek, mau dia kurang gizi atau tidak, pastikan bawa ke pelayanan kesehatan yang ada dokternya, pastikan bahwa ini tidak ada kelainan genetik dan lain-lain,” kata Aman.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan pertumbuhan sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi anak.

Tinggi Badan Perlu Dicatat Berkala

Pemantauan pertumbuhan menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Orang tua perlu mengukur dan mencatat tinggi badan anak dari waktu ke waktu, kemudian memasukkan hasil pengukuran tersebut ke dalam kurva pertumbuhan.

Dengan pemantauan berkala, perubahan pola pertumbuhan anak dapat terlihat. Ketika terdapat pola pertumbuhan yang tidak sesuai, orang tua dapat membawa anak ke layanan kesehatan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Pada Turner syndrome, gangguan pertumbuhan bukan satu-satunya persoalan. Kelainan kromosom tersebut dapat memengaruhi berbagai organ sehingga membutuhkan pemantauan dalam jangka panjang.

Karena itu, deteksi sejak masa anak-anak dapat membantu tenaga kesehatan melakukan evaluasi dan pemantauan sesuai kebutuhan.

Turner Syndrome Bisa Teridentifikasi Saat Remaja

Layanan kesehatan Genomics Education Programme dari NHS mencatat Turner syndrome dapat mulai dicurigai ketika seorang anak perempuan tidak tumbuh seperti yang seharusnya.

Pada sebagian kasus, kondisi tersebut baru teridentifikasi ketika anak memasuki usia remaja. Salah satu tanda yang dapat memicu pemeriksaan adalah ketika pubertas atau menstruasi tidak kunjung dimulai.

Diagnosis Turner syndrome kemudian perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan genetik.

Dengan demikian, orang tua perlu memperhatikan pola pertumbuhan anak perempuan secara berkala. Tinggi badan yang tidak bertambah bukan berarti selalu menunjukkan gangguan kromosom, tetapi kondisi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya, terutama apabila pola pertumbuhan anak menunjukkan perubahan yang tidak sesuai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online