Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Grab, Dorong Keselamatan Ojol
BPJS Ketenagakerjaan dan Grab edukasi 250 driver ojol di Terminal Giwangan. Tekankan pentingnya jaminan kecelakaan kerja dan perlindungan sosial.
Bahagia - Ilustrasi Freepik
Harianjogja,.com, JAKARTA—Probiotik, yang biasanya dikonsumsi untuk kesehatan pencernaan, dapat membantu mengurangi emosi negatif hanya dalam waktu dua minggu. Demikian hasil sebuah studi baru-baru ini yang dipublikasikan dalam npj Mental Health Research.
Sebuah penelitian terbaru itu meneliti soal efek suplemen probiotik multi spesies terhadap suasana hati harian bagi puluhan relawan dengan rata-rata usia 22 tahun. Dalam penelitian tersebut, 88 peserta diberi satu saset campuran probiotik atau plasebo setiap hari selama empat minggu.
Dikutip dari Medical Daily, Kamis, campuran probiotik tersebut mengandung sembilan jenis bakteri termasuk Bifidobacterium bifidum, B.lactis dan berbagai spesies Lactobacillus dan Lactococcus yang dapat mendukung kesehatan usus dan emosional.
Para peneliti mencatat peserta yang mengonsumsi probiotik mengalami pengurangan suasana hati negatif mulai sekitar dua minggu, sementara peserta yang diberi plasebo tidak menunjukkan hal serupa.
BACA JUGA: Penyebab Jerawat Bisa Dikenali dari Lokasi Munculnya
“Ini adalah studi pertama yang menerapkan pemantauan suasana hati harian untuk menilai efek probiotik, dan faktanya pada akhir studi selama sebulan, suasana hati negatif mereka tampaknya masih membaik," ujar penulis pertama studi Katerina Johnson.
Meskipun demikian, penelitian itu tidak menyarankan individu dengan gangguan psikologis untuk menghentikan pengobatan atau terapi mereka dan hanya mengandalkan suplemen.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti berpendapat bahwa probiotik memiliki efek nyata pada suasana hari pada individu yang sehat meskipun mungkin lebih mudah dideteksi pada mereka yang sudah mengalami masalah suasana hati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Ketenagakerjaan dan Grab edukasi 250 driver ojol di Terminal Giwangan. Tekankan pentingnya jaminan kecelakaan kerja dan perlindungan sosial.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Pakar UGM mengimbau petani menggunakan varietas tahan kekeringan dan komoditas minim air untuk menghadapi El Nino Godzilla.
SMK-SMTI Yogyakarta menekankan pembentukan karakter sebagai fokus utama dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027
Sebanyak 37 SD di Bantul mendapat program revitalisasi 2026. Enam sekolah telah mulai mengerjakan pembangunan.