BPJS Kesehatan Kucurkan Rp100 Triliun untuk Kasus Penyakit Jantung
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kualitas tidur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan otak. Kebiasaan tidur yang minim, penggunaan gadget berlebihan, hingga tekanan pekerjaan yang tinggi pada masyarakat urban Indonesia dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, suasana hati, dan fungsi kognitif.
dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K. menjelaskan tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Ketika seseorang tidur, otak menjalankan berbagai proses penting, termasuk memperbaiki sel saraf dan memperkuat memori.
Menurutnya, otak merupakan organ vital yang berperan besar dalam berbagai fungsi tubuh. Modulasi pergerakan, pusat berpikir, konsentrasi, fungsi eksekutif, atensi, hingga konsolidasi memori berkaitan dengan kerja otak.
“Otak bekerja setiap hari dan setiap waktu, sehingga perlu waktu untuk istirahat,” kata Niken.
Tidur Jadi Waktu Otak Melakukan 'Cleaning'
Niken mengatakan salah satu kebutuhan fundamental bagi otak adalah tidur. Ketika seseorang tidur, otak sebenarnya melakukan sistem cleaning atau proses “bersih-bersih”.
Untuk orang dewasa, optimalisasi waktu tidur berada di kisaran enam sampai delapan jam. Namun, menurutnya, kesehatan tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur.
Kualitas tidur dan arsitektur tidur juga ikut memengaruhi kondisi tubuh. Kekurangan tidur sesekali disebut tidak menjadi persoalan besar, tetapi gangguan tidur yang terjadi terus-menerus dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
Kurang tidur secara berkelanjutan dapat meningkatkan stres dan hormon kortisol, sekaligus menurunkan fungsi kognisi serta fungsi memori. Kondisi tersebut kemudian dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan turut berkontribusi terhadap penyakit metabolik di masa depan.
Dalam satu periode tidur yang benar dan ideal, terdapat dua jenis tidur, yakni light sleep dan deep sleep. Keduanya perlu berlangsung secara bergantian.
“Dalam satu periode tidur yang benar dan ideal diperlukan minimal tiga atau empat kali periode light sleep dan deep sleep yang bergantian. Itu untuk memenuhi kualitas tidur yang sehat,” jelasnya.
Gangguan Fungsi Otak Mulai Bergeser ke Usia Muda
Niken juga menyoroti adanya perubahan usia munculnya gangguan fungsi kognitif. Jika sebelumnya demensia lebih banyak dikaitkan dengan usia di atas 60 tahun, kini pergeseran usia mulai terjadi.
“Dulu demensia itu terjadi di atas usia 60 tahun. Tapi sekarang, sekarang ini pergeseran usia sudah mulai terjadi. Jadi sudah mulai banyak kebikunan yang terjadi saat usia muda,” katanya.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pendekatan preventif terhadap kesehatan otak. Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan otak tidak hanya diperlukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan, tetapi juga dapat dilakukan untuk menjaga fungsi otak dalam jangka panjang.
“Tujuan adanya Brain Wellness dan Sleep Center ini ceritanya bukan cuma untuk mengrestor atau mengembalikan fungsi otak kita, tetapi kita lebih ke arah preventif bagaimana mencegah kesehatan otak dan menjaga kesehatan otak ini lebih panjang,” paparnya dalam pembukaan Brain Wellness dan Sleep Center Seraphim Medical Center, unit bisnis Bethsaida Healthcare yang berfokus pada layanan wellness dan kualitas hidup jangka panjang.
QEEG untuk Memetakan Aktivitas Gelombang Otak
Penanganan masalah otak di Seraphim Brain Wellness dan Sleep Centre dilakukan salah satunya menggunakan quantitative electroencephalography (qEEG). Pemeriksaan tersebut digunakan untuk melakukan pemetaan otak sehingga dinamika gelombang otak dapat diketahui.
Hasil dinamika gelombang otak kemudian dibandingkan dengan kondisi pada kelompok usia yang sesuai untuk melihat apakah gelombang tersebut berada dalam kondisi normal atau tidak.
Hasil qEEG juga dapat menjadi salah satu parameter dalam menentukan modalitas penanganan lainnya, termasuk neurofeedback.
“Deteksi dini melalui pemeriksaan seperti qEEG sangat membantu menentukan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Layanan Kesehatan Otak Terintegrasi
Sementara itu, dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG) menjelaskan KINESIQ digunakan untuk membantu menilai fungsi motorik klien secara objektif.
Menurutnya, gangguan motorik kerap memiliki keterkaitan dengan kondisi neurologis maupun kualitas tidur seseorang. Karena itu, pemeriksaan fungsi motorik menjadi bagian dari layanan yang tersedia.
Seraphim Medical Center resmi menghadirkan Brain Wellness & Sleep Center sebagai layanan kesehatan otak dan optimalisasi kualitas tidur berstandar internasional yang terintegrasi dalam satu pusat layanan.
Berbagai keluhan yang ditangani antara lain insomnia dan gangguan tidur lainnya, brain fog, mudah lupa, sulit berkonsentrasi, kelelahan kronis akibat stres, gangguan fungsi motorik, hingga risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia pada usia produktif maupun lanjut.
“Setiap klien akan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendapatkan program kesehatan otak yang dirancang dan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu,” ujarnya.
Pilihan Layanan Brain Wellness & Sleep Center
Sejumlah layanan disediakan untuk mendukung pemeriksaan dan optimalisasi kesehatan otak serta kualitas tidur.
qEEG Brain Mapping berfungsi memetakan aktivitas gelombang otak untuk mendeteksi sejak dini pola yang berkaitan dengan gangguan tidur, stres, maupun risiko penurunan fungsi kognitif.
Selanjutnya, neurofeedback digunakan untuk melatih otak memperbaiki pola gelombang yang tidak seimbang dengan tujuan meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan regulasi emosi.
Ada pula Transcranial Pulse Stimulation (TPS), yakni teknologi non-invasif berbasis gelombang ultrasonik yang digunakan sebagai bagian dari pendekatan penunjang untuk mendukung fungsi kognitif otak.
KINESIQ digunakan untuk menilai fungsi motorik secara objektif karena gangguan motorik kerap berkaitan erat dengan kondisi neurologis maupun kualitas tidur seseorang.
Sementara itu, Biophoton digunakan sebagai terapi penunjang berbasis cahaya untuk mendukung keseimbangan energi dan pemulihan tubuh secara menyeluruh.
Layanan tersebut didukung tim dokter dan tenaga medis dengan sejumlah sertifikasi keahlian bertaraf internasional.
Tim tersebut antara lain dr. Febby Astari, IFMCP yang mengantongi sertifikasi Institute for Functional Medicine dari Amerika Serikat; dr. Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K., Dokter Spesialis Neurologi, Fellowship Neurorestorasi; serta dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang turut mengantongi sertifikasi internasional Fellow of Interventional Pain Practice.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.