47 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan di DPR, Ini Perannya
Polda Metro Jaya menetapkan 47 tersangka terkait kerusuhan di kawasan DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Tiga orang baru diamankan.
Kanker usus besar./UGM
Harianjogja.com, JAKARTA – Pasien kanker usus besar tidak perlu takut dibedah atau menjalani operasi karena pembedahan merupakan penanganan utama.
Hal tersebut disampaikan dr. Ibrahim Basir, Sp.B-KBD dari Divisi Bedah Digestif, Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
"Saya kira kalau untuk pasien-pasien jangan takut dibedah, karena pembedahan itu adalah hal utama yang dikerjakan," kata Ibrahim dalam webinar kesehatan, Sabtu (11/12/2021).
“Tapi, pembedahan itu bukan cuma pembedahan, bukan cuma mengangkat kanker, bukan cuma bikin selesai tumornya, tapi kita juga mikir quality of life dari pasien,” jelasnya.
Ibrahim menuturkan, pembedahan merupakan langkah awal yang dilakukan untuk menghilangkan tumor. Umumnya, pembedahan akan dilakukan bersama pengobatan lain seperti kemoterapi dan atau radiasi.
Seiring perkembangan dunia kedokteran, pasien kini diusahakan tidak berada terlalu lama di rumah sakit saat ditangani. Sebab, tim medis akan mengusahakan melakukan pembedahan dengan luka sayatan seminimal mungkin sehingga pasien lebih cepat pulih dan segera bisa meninggalkan rumah sakit.
Kanker usus besar saat ini sudah menempati posisi keempat di Tanah Air, setelah kanker payudara, serviks dan paru. Penyakit ini membutuhkan pembedahan sebagai terapi utama yang bisa mengatasi kanker secara tuntas.
Ibrahim menuturkan, peran deteksi dini sangat penting dalam menangani kanker usus besar. Ketika ditemukan pada stadium awal, penanganan akan lebih mudah dan tidak serumit saat penyakit sudah berada di stadium lanjut.
Pilihan pengobatan kanker usus besar melibatkan berbagai faktor, di antaranya karakteristik pasien seperti usia, penyakit penyerta, dan kondisi pasien.
Hal kedua yang dipertimbangkan adalah sifat tumor, apakah beban tumor besar, lokasinya dan apakah memungkinkan untuk dioperasi.
Kemudian, sifat molekuler dan terakhir adalah preferensi dari pasien, di mana pengobatan disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya menetapkan 47 tersangka terkait kerusuhan di kawasan DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Tiga orang baru diamankan.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.