Gibran Tinjau RSUD Fatimah Az-Zahra, Layanan Jantung Jadi Sorotan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Kanker usus besar./UGM
Harianjogja.com, JAKARTA – Pasien kanker usus besar tidak perlu takut dibedah atau menjalani operasi karena pembedahan merupakan penanganan utama.
Hal tersebut disampaikan dr. Ibrahim Basir, Sp.B-KBD dari Divisi Bedah Digestif, Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
"Saya kira kalau untuk pasien-pasien jangan takut dibedah, karena pembedahan itu adalah hal utama yang dikerjakan," kata Ibrahim dalam webinar kesehatan, Sabtu (11/12/2021).
“Tapi, pembedahan itu bukan cuma pembedahan, bukan cuma mengangkat kanker, bukan cuma bikin selesai tumornya, tapi kita juga mikir quality of life dari pasien,” jelasnya.
Ibrahim menuturkan, pembedahan merupakan langkah awal yang dilakukan untuk menghilangkan tumor. Umumnya, pembedahan akan dilakukan bersama pengobatan lain seperti kemoterapi dan atau radiasi.
Seiring perkembangan dunia kedokteran, pasien kini diusahakan tidak berada terlalu lama di rumah sakit saat ditangani. Sebab, tim medis akan mengusahakan melakukan pembedahan dengan luka sayatan seminimal mungkin sehingga pasien lebih cepat pulih dan segera bisa meninggalkan rumah sakit.
Kanker usus besar saat ini sudah menempati posisi keempat di Tanah Air, setelah kanker payudara, serviks dan paru. Penyakit ini membutuhkan pembedahan sebagai terapi utama yang bisa mengatasi kanker secara tuntas.
Ibrahim menuturkan, peran deteksi dini sangat penting dalam menangani kanker usus besar. Ketika ditemukan pada stadium awal, penanganan akan lebih mudah dan tidak serumit saat penyakit sudah berada di stadium lanjut.
Pilihan pengobatan kanker usus besar melibatkan berbagai faktor, di antaranya karakteristik pasien seperti usia, penyakit penyerta, dan kondisi pasien.
Hal kedua yang dipertimbangkan adalah sifat tumor, apakah beban tumor besar, lokasinya dan apakah memungkinkan untuk dioperasi.
Kemudian, sifat molekuler dan terakhir adalah preferensi dari pasien, di mana pengobatan disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
DJP menerbitkan SE-8/PJ/2026 yang memperluas pengawasan pajak hingga tingkat desa dengan dukungan teknologi digital, web scraping, remote sensing, serta jejarin
5 bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kebohongan: pola bicara berubah, ucapan tak selaras, isyarat wajah, senyum palsu, dan sentuhan hidung.
Piala Dunia 2026 di Meksiko ternyata hanya memberi dampak ekonomi terbatas. Pertumbuhan, konsumsi rumah tangga, hingga sektor hotel belum menunjukkan lonjakan.
Trump Media menawarkan akses lebih cepat ke unggahan Donald Trump di Truth Social dengan tarif Rp1,7 miliar per bulan. Skema ini memicu kritik soal.
Kementerian Haji dan Umrah resmi menghapus mekanisme lunas tunda ganti pada haji khusus. Jamaah kini hanya bisa berangkat sesuai nomor urut porsi untuk mencegah