Rumah Singgah: Film Tentang Kanker yang Justru Ajak Penonton Tersenyum

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 11:27 WIB
Rumah Singgah: Film Tentang Kanker yang Justru Ajak Penonton Tersenyum

Poster film Rumah Singgah/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah kisah haru tentang persahabatan dan perjuangan melawan kanker siap menyentuh hati penonton tanah air. Film terbaru berjudul "Rumah Singgah" garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo resmi merilis poster dan trailer, memperkenalkan para karakter yang diperankan oleh deretan aktor dan aktris muda berbakat, termasuk Adhisty Zara dan Devano.

Film yang dijadwalkan tayang pada 27 Agustus 2026 ini mengangkat tema berat tentang pasien kanker, tetapi justru menyampaikan pesan tentang harapan, senyuman, dan kekuatan untuk bertahan di tengah keterbatasan waktu.

Bagi Anda pencinta film Indonesia dengan sentuhan emosional dan inspiratif, "Rumah Singgah" tampaknya wajib masuk dalam daftar tontonan. Mengusung sudut pandang yang jarang dieksplorasi—yakni kehidupan di balik tembok rumah singgah bagi pasien kanker—film ini menjanjikan pengalaman menonton yang menggugah perasaan tanpa harus larut dalam kesedihan berlebihan. Justru, senyuman dan kebersamaan menjadi benang merah yang ditenun dalam setiap adegannya.

Dalam film "Rumah Singgah", Adhisty Zara memerankan karakter Karla, seorang pelari muda berbakat yang terkena vonis kanker tulang dan menjalani perawatan khusus di sebuah Rumah Singgah. Sementara itu, Devano yang memerankan Luki mengatakan bahwa pendalaman para karakter dinilainya berlangsung cukup panjang, mulai dari proses riset, membaca naskah (reading), hingga mengunjungi langsung yayasan kanker. Pengalaman itu menimbulkan perpaduan emosi sedih dan ceria, karena mereka melihat bahwa para penghuni rumah singgah justru selalu tersenyum meski dalam kondisi sulit.

Simbol Origami dan Harapan yang Tak Pernah Padam

Film "Rumah Singgah" merilis official poster yang menampilkan enam karakternya, yaitu Karla (Adhisty Zara) yang memegang sebuah origami besar, ditemani Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), Pika (Messi Gusti), Bu Andin (Dewi Irawan), dan Mang Didu (Aming). Mereka memandang ke atas dengan senyum yang menyiratkan harapan. Visual tersebut menjadi gambaran tentang semangat yang dihadirkan film ini, bahwa bahkan di tengah masa sulit, selalu ada alasan untuk tetap memandang ke depan.

Selain itu, official trailer yang dirilis mengajak penonton mengenal mimpi, ketakutan, sekaligus alasan yang membuat mereka terus bertahan. Origami yang hadir di poster menjadi simbol perjuangan mereka mewujudkan bucket list yang berisi mimpi-mimpi sederhana namun begitu berarti ketika waktu terasa semakin berharga. Film ini diproduksi oleh SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online