Delhi Batasi Kendaraan di Bawah Standar BS6, Indonesia Bisa Belajar
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
Ceker Ayam/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ceker ayam adalah bagian kaki ayam yang terdiri dari kulit, tulang, urat, dan jaringan ikat. Ceker ayam memiliki tekstur yang kenyal karena mengandung banyak kolagen, yaitu protein yang terdapat pada jaringan ikat.
Ceker ayam merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti sup, soto, dimsum, seblak, semur, hingga ceker pedas. Namun, di balik popularitasnya, Hello Sehat mengungkapkan, ceker ayam ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang sering kali diabaikan.
Pertama, ceker ayam dapat meningkatkan asupan lemak. Ceker ayam mengandung lemak, terutama jika masih memiliki kulit. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak harian dan berpotensi memengaruhi kesehatan tubuh.
Kedua, ceker ayam berisiko meningkatkan kolesterol. Bagian kulit dan jaringan lemak pada ceker ayam dapat berkontribusi terhadap tingginya asupan kolesterol, terutama jika sering dikonsumsi bersama makanan berminyak.
Ketiga, ceker ayam dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih. Ceker ayam yang dimasak dengan santan, minyak, atau bumbu tinggi kalori dapat menambah jumlah kalori harian sehingga berisiko menyebabkan kenaikan berat badan.
Keempat, ceker ayam mengandung natrium yang tinggi. Olahan ceker ayam seperti ceker pedas, ceker instan, atau makanan berkuah dengan banyak penyedap dapat mengandung garam tinggi yang kurang baik jika dikonsumsi terlalu sering.
Kelima, konsumsi ceker ayam dapat memengaruhi tekanan darah. Asupan natrium berlebihan dari makanan olahan ceker dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada sebagian orang.
Keenam, ceker ayam juga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Ceker ayam yang kurang matang atau tidak diolah dengan higienis dapat membawa bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Ketujuh, ada risiko paparan zat berbahaya dari pengolahan yang tidak tepat. Ceker yang tidak disimpan atau dibersihkan dengan baik dapat mengalami kontaminasi dari lingkungan maupun proses pengolahan.
Kedelapan, ceker ayam kurang seimbang jika menggantikan makanan bergizi lain. Terlalu sering makan ceker ayam tanpa diimbangi makanan lain dapat membuat asupan nutrisi menjadi kurang beragam.
Kesembilan, ceker ayam dapat memperburuk kondisi tertentu. Orang dengan kondisi tertentu yang perlu membatasi lemak atau garam mungkin perlu mengatur konsumsi ceker ayam sesuai kebutuhan tubuh.
Kesepuluh, ceker ayam berpotensi mengandung kalori tinggi dari olahan. Ceker ayam yang digoreng atau dimasak dengan saus berlemak dapat memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibandingkan ceker yang direbus.
Terakhir, ada risiko makan berlebihan karena porsi kecil. Ukuran ceker yang kecil dapat membuat seseorang mengonsumsi dalam jumlah banyak tanpa menyadari total asupan lemak, garam, dan kalori yang masuk. Hal ini sering terjadi ketika ceker dijadikan camilan sambil bersantai tanpa kontrol porsi.
Meskipun memiliki sejumlah risiko, ceker ayam tetap dapat menjadi bagian dari menu makanan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan benar.
Allo dokter mengungkapkan, cara terbaiknya adalah dengan merebus ceker tanpa tambahan minyak atau santan, membatasi penggunaan garam dan penyedap, serta memastikan kebersihan dan kematangan sempurna. Selain itu, imbangi dengan konsumsi sayuran, protein tanpa lemak, dan sumber karbohidrat kompleks untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati kelezatan ceker ayam tanpa harus khawatir akan dampak buruk bagi kesehatan. Ingat, kunci dari segala makanan adalah moderasi. Makanlah secukupnya dan perhatikan cara pengolahannya. Selamat menikmati ceker ayam dengan bijak!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.
Mahasiswa, pengemudi ojol, dan suporter berunjuk rasa di Jogja, menyoroti kebijakan pemerintah, kebebasan sipil, upah, dan kasus Mandala Krida.
NIK tidak bisa langsung digunakan untuk mengecek riwayat judi online melalui SLIK OJK. Simak perbedaan catatan kredit dan penelusuran transaksi.