Jangan Sepelekan Rasa Lelah, Ini Tanda Tubuh Kekurangan Energi

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 09:47 WIB
Jangan Sepelekan Rasa Lelah, Ini Tanda Tubuh Kekurangan Energi

Ilustrasi tubuh lemas/Freepik\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Rasa malas bergerak setelah jam makan siang mungkin terasa wajar, tetapi jika badan lemas berlangsung seharian, itu adalah sinyal bahaya dari tubuh. Mulai dari kurang minum hingga stres tersembunyi, banyak faktor yang menguras vitalitas tanpa disadari. Simak panduan lengkap berikut untuk mendeteksi dan mengatasi kelelahan sebelum mengganggu produktivitas Anda, seperti dikutip dari Alodokter

1. Prioritaskan Kualitas Tidur Malam
Tidur bukan sekadar mengistirahatkan mata, tetapi proses vital bagi pemulihan sel-sel tubuh dan otak. Kurang tidur dalam jangka panjang terbukti menurunkan daya tahan tubuh dan memicu kelelahan. Cobalah untuk memiliki jadwal tidur yang konsisten, bahkan di akhir pekan, agar ritme sirkadian tubuh tetap stabil. Jika sulit tidur, hindari paparan layar gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama badan lemas yang sering diabaikan. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Pastikan Anda minum air putih minimal delapan gelas sehari, dan tingkatkan asupan jika berolahraga atau berada di cuaca panas. Bawalah botol minum ke mana pun Anda pergi sebagai pengingat visual.

3. Pilih Makanan Sumber Energi Berkelanjutan
Tubuh membutuhkan bahan bakar berkualitas untuk menghasilkan energi. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau ubi, yang dicerna lebih lambat dan memberikan energi tahan lama. Jangan lupa padukan dengan protein tanpa lemak dan lemak sehat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

4. Jangan Abaikan Sarapan Pagi
Setelah berjam-jam tidak makan selama tidur, kadar gula darah cenderung rendah. Sarapan adalah momen krusial untuk mengisi ulang 'baterai' tubuh. Menu ideal adalah kombinasi protein, serat, dan karbohidrat, seperti telur dengan roti gandum atau yoghurt dengan buah-buahan. Ini membantu meningkatkan konsentrasi dan mencegah rasa lemas di pertengahan pagi.

5. Aktif Bergerak dengan Intensitas Ringan
Saat badan terasa berat, dorongan terbesar adalah berbaring saja. Namun, justru gerakan ringan dapat memecah kebuntuan sirkulasi darah. Luangkan waktu lima menit setiap jam untuk sekadar berjalan di sekitar ruangan atau melakukan peregangan ringan. Gerakan ini merangsang aliran darah dan oksigen ke otak, membuat Anda lebih segar dalam hitungan menit.

6. Kelola Stres dengan Aktivitas Relaksasi
Stres kronis memicu produksi hormon kortisol yang, dalam kadar tinggi, dapat menguras cadangan energi tubuh. Temukan kegiatan yang menenangkan pikiran, seperti mendengarkan musik, berkebun, atau sekadar duduk diam selama beberapa menit. Mengatur napas dalam-dalam juga terbukti efektif menurunkan detak jantung dan mengurangi ketegangan otot.

7. Waspadai Efek Gula Berlebih
Mengonsumsi makanan manis saat lemas memang memberikan dorongan energi instan. Namun, lonjakan gula darah ini biasanya diikuti dengan 'gula crash' yang membuat tubuh terasa lebih lemas dan lesu dari sebelumnya. Kurangi konsumsi minuman bersoda, kue, dan permen, serta ganti dengan camilan sehat seperti kacang-kacangan atau buah utuh yang melepaskan energi secara perlahan.

8. Perkaya Menu Harian dengan Buah dan Sayur
Vitamin dan mineral dari buah serta sayuran berperan sebagai kofaktor dalam reaksi biokimia produksi energi di dalam sel. Pastikan piring Anda berisi berbagai warna sayuran, seperti bayam, brokoli, atau wortel, serta buah-buahan segar. Kandungan antioksidan di dalamnya juga melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang berkontribusi pada kelelahan.

9. Ubah Kebiasaan Diam Terlalu Lama
Gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk membuat otot-otot menjadi kaku dan aliran darah tersendat. Hal ini menghambat distribusi nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Gunakan pengingat waktu untuk berdiri dan bergerak setiap 30-45 menit. Peregangan sederhana di sela-sela pekerjaan dapat meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi rasa pegal yang memicu lemas.

10. Seimbangkan Aktivitas dengan Istirahat
Membuat jadwal harian yang terlalu padat tanpa jeda adalah resep pasti untuk kelelahan mental dan fisik. Belajarlah untuk mendelegasikan tugas dan sisipkan waktu istirahat singkat di antara aktivitas berat. Prinsip keseimbangan antara produktivitas dan pemulihan adalah kunci menjaga stamina sepanjang hari.

11. Konsultasi ke Dokter jika Keluhan Berlanjut
Penting untuk diingat bahwa badan lemas yang berkepanjangan atau disertai gejala lain seperti pusing, sesak napas, atau penurunan berat badan drastis bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti anemia, gangguan tiroid, atau diabetes. Jika berbagai langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perubahan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Merasa lemas bukanlah hal yang harus dinormalisasi dalam keseharian. Dengan kesadaran untuk menerapkan kebiasaan kecil seperti minum air yang cukup, mengatur pola makan, dan rutin bergerak, Anda bisa mengembalikan energi yang hilang. Mulailah dari satu langkah hari ini, dan rasakan perbedaannya pada vitalitas tubuh Anda esok hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online