In This Ekonomi, Ini Cara Efektif Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Anak-anak menonton tayangan melalui gadget. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pernahkah Anda membuka aplikasi TikTok atau Instagram Reels hanya untuk sebentar, namun tanpa sadar waktu sudah berlalu hingga satu jam? Kebiasaan yang tampak sepele ini kini menjadi perhatian serius para pakar kesehatan mental karena dampak buruknya terhadap kemampuan fokus dan kestabilan emosi seseorang.
Konten video pendek memang dirancang khusus untuk memberikan rangsangan cepat dalam hitungan detik. Setiap kali pengguna mengganti konten, otak akan melepaskan dopamin, yakni zat kimia yang memicu rasa senang. Pola inilah yang membuat seseorang terjebak dalam siklus scrolling tanpa henti karena otak terus menuntut stimulasi baru secara berulang.
Penurunan Konsentrasi dan Fungsi Kognitif
Dampak paling nyata dari kecanduan video pendek adalah menurunnya daya konsentrasi. Paparan informasi serba cepat membuat otak terbiasa dengan hal-hal yang instan. Akibatnya, saat harus mengerjakan tugas berat yang membutuhkan fokus tinggi—seperti membaca buku, bekerja, atau mengikuti rapat—seseorang menjadi lebih mudah terdistraksi dan sulit bertahan lama pada satu aktivitas saja.
Tak hanya itu, fungsi kognitif seperti memori kerja dan kemampuan memahami informasi secara mendalam juga terancam menurun. Otak menjadi kurang terlatih dalam memproses narasi yang panjang karena terus-menerus disuguhi konten singkat yang cenderung dangkal.
Guncangan Emosi dan Risiko Kecanduan Digital
Dari sisi psikologis, konsumsi video pendek secara masif dapat memicu perubahan suasana hati (mood) yang drastis. Bayangkan, dalam waktu satu menit, perasaan pengguna bisa berpindah-pindah dari konten lucu yang menyenangkan ke konten yang memicu kecemasan atau kesedihan. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa gelisah, cepat bosan, dan sulit merasakan kepuasan dalam kehidupan nyata.
Seusai kebiasaan ini menetap dalam jangka panjang, risiko kecanduan digital pun mengintai. Sejumlah studi menyebutkan bahwa penggunaan video pendek lebih dari dua jam per hari berkorelasi kuat dengan gangguan emosi hingga kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial demi menatap layar ponsel.
Cara Bijak Menggunakan Media Sosial
Meski memiliki sisi negatif, video pendek tidak harus sepenuhnya ditinggalkan. Konten ini tetap bisa menjadi sarana hiburan yang bermanfaat asalkan dikonsumsi secara bijak. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:
Membatasi waktu penggunaan media sosial secara ketat setiap harinya.
Menghindari aktivitas scrolling setidaknya satu jam sebelum tidur agar kualitas istirahat terjaga.
Menyeimbangkan aktivitas dengan kegiatan yang melatih fokus, seperti membaca buku fisik, belajar bahasa baru, atau berolahraga tanpa gawai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.