Advertisement
Tak Hanya Buang Waktu, Video Pendek Juga Rusak Konsentrasi
Anak/anak menonton tayangan melalui gadget. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pernahkah Anda membuka aplikasi TikTok atau Instagram Reels hanya untuk sebentar, namun tanpa sadar waktu sudah berlalu hingga satu jam? Kebiasaan yang tampak sepele ini kini menjadi perhatian serius para pakar kesehatan mental karena dampak buruknya terhadap kemampuan fokus dan kestabilan emosi seseorang.
Konten video pendek memang dirancang khusus untuk memberikan rangsangan cepat dalam hitungan detik. Setiap kali pengguna mengganti konten, otak akan melepaskan dopamin, yakni zat kimia yang memicu rasa senang. Pola inilah yang membuat seseorang terjebak dalam siklus scrolling tanpa henti karena otak terus menuntut stimulasi baru secara berulang.
Advertisement
Penurunan Konsentrasi dan Fungsi Kognitif
Dampak paling nyata dari kecanduan video pendek adalah menurunnya daya konsentrasi. Paparan informasi serba cepat membuat otak terbiasa dengan hal-hal yang instan. Akibatnya, saat harus mengerjakan tugas berat yang membutuhkan fokus tinggi—seperti membaca buku, bekerja, atau mengikuti rapat—seseorang menjadi lebih mudah terdistraksi dan sulit bertahan lama pada satu aktivitas saja.
BACA JUGA
Tak hanya itu, fungsi kognitif seperti memori kerja dan kemampuan memahami informasi secara mendalam juga terancam menurun. Otak menjadi kurang terlatih dalam memproses narasi yang panjang karena terus-menerus disuguhi konten singkat yang cenderung dangkal.
Guncangan Emosi dan Risiko Kecanduan Digital
Dari sisi psikologis, konsumsi video pendek secara masif dapat memicu perubahan suasana hati (mood) yang drastis. Bayangkan, dalam waktu satu menit, perasaan pengguna bisa berpindah-pindah dari konten lucu yang menyenangkan ke konten yang memicu kecemasan atau kesedihan. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa gelisah, cepat bosan, dan sulit merasakan kepuasan dalam kehidupan nyata.
Seusai kebiasaan ini menetap dalam jangka panjang, risiko kecanduan digital pun mengintai. Sejumlah studi menyebutkan bahwa penggunaan video pendek lebih dari dua jam per hari berkorelasi kuat dengan gangguan emosi hingga kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial demi menatap layar ponsel.
Cara Bijak Menggunakan Media Sosial
Meski memiliki sisi negatif, video pendek tidak harus sepenuhnya ditinggalkan. Konten ini tetap bisa menjadi sarana hiburan yang bermanfaat asalkan dikonsumsi secara bijak. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:
Membatasi waktu penggunaan media sosial secara ketat setiap harinya.
Menghindari aktivitas scrolling setidaknya satu jam sebelum tidur agar kualitas istirahat terjaga.
Menyeimbangkan aktivitas dengan kegiatan yang melatih fokus, seperti membaca buku fisik, belajar bahasa baru, atau berolahraga tanpa gawai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik
- Daftar KA Tambahan Jogja untuk Libur Panjang Mei, Cek di Sini
- Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Mei 2026 Lengkap Tugu-Palur
- Sultan HB X: Investor Wajib Jaga Alam Jogja, Jangan Merusak
Advertisement
Advertisement








