Dokter Ungkap Bahaya Merokok Sesekali, Jangan Remehkan!

Newswire
Newswire Selasa, 16 Juni 2026 12:47 WIB
Dokter Ungkap Bahaya Merokok Sesekali, Jangan Remehkan!

Ilustrasi rokok./Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan merokok sesekali kerap dianggap tidak berbahaya. Namun anggapan ini dipatahkan oleh dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Aravind Badiger, yang menegaskan bahwa satu batang rokok pun tetap membawa dampak serius bagi kesehatan tubuh.

Dalam wawancara menjelang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Badiger menyebut setiap rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang langsung memengaruhi tubuh begitu dihirup.

“Merokok sesekali tetap berarti menghirup berbagai zat berbahaya,” ujarnya.

Dampak Diam-Diam tapi Berbahaya

Menurut Badiger, efek rokok tidak selalu terasa secara langsung. Namun, kerusakan dalam tubuh bisa terjadi secara perlahan tanpa disadari. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perokok sesekali tetap memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.

Organ yang paling cepat terdampak adalah sistem kardiovaskular dan saluran pernapasan. Tekanan darah bisa meningkat, pembuluh darah mengalami gangguan, dan paru-paru mulai terpapar zat toksik sejak paparan pertama.

Tak hanya itu, risiko stroke dan serangan jantung juga meningkat, meskipun frekuensi merokok tidak setiap hari.

Risiko Kanker dan Efek Jangka Panjang

Paparan bahan kimia beracun dalam asap rokok juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker dalam jangka panjang. Zat seperti tar diketahui dapat merusak sel dan memicu pertumbuhan sel abnormal.

Badiger menegaskan, tidak ada batas aman dalam konsumsi rokok. Bahkan jumlah kecil tetap berkontribusi pada akumulasi risiko penyakit kronis.

Bahaya Ketergantungan Nikotin

Salah satu risiko terbesar dari merokok sesekali adalah potensi berubah menjadi kebiasaan rutin. Nikotin bersifat sangat adiktif dan dapat memicu ketergantungan dalam waktu relatif singkat.

“Banyak orang meremehkan betapa mudahnya kebiasaan ini berkembang menjadi kecanduan,” jelasnya.

Ketika tubuh mulai terbiasa dengan nikotin, dorongan untuk merokok akan meningkat, sehingga frekuensi konsumsi cenderung bertambah tanpa disadari.

Ancaman bagi Perokok Pasif

Dampak rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif. Asap rokok juga membahayakan orang di sekitarnya, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Paparan asap rokok pasif diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, infeksi paru, hingga memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Cara Aman: Berhenti Total

Untuk mengurangi risiko kesehatan, Badiger menyarankan masyarakat mencari alternatif yang lebih sehat dalam mengelola stres, seperti olahraga, meditasi, atau aktivitas positif lainnya.

Ia juga mendorong terciptanya lingkungan bebas rokok, baik di rumah maupun tempat kerja, guna melindungi orang lain dari paparan asap berbahaya.

“Sudah saatnya meninggalkan anggapan bahwa merokok sesekali itu aman. Faktanya, setiap batang rokok tetap berdampak pada tubuh,” tegasnya.

Para ahli sepakat, menghentikan penggunaan tembakau sepenuhnya merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan mencegah berbagai penyakit kronis di masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online