Label Baked Tak Menjamin Keripik Lebih Sehat, Ini Faktanya
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Vitamin - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi multivitamin harian disebut berpotensi memperlambat penuaan biologis, berdasarkan temuan penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Medicine. Studi ini menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana mengonsumsi multivitamin setiap hari dapat membantu menahan laju munculnya tanda penuaan pada tubuh manusia.
Seperti dikutip dari Eating Well Sabtu (14/3/2026), penelitian ini sebagai bagian dari uji klinis besar bertajuk Cocoa Supplement and Multivitamin Outcomes Study (COSMOS). Studi ini melibatkan 21.442 partisipan, sementara analisis lanjutan difokuskan pada 958 responden dengan usia rata-rata sekitar 70 tahun.
Pada tahap awal penelitian, para peneliti mengambil sampel darah dari peserta untuk mengukur indikator penuaan biologis yang dikenal sebagai “epigenetic clocks”. Penanda ini digunakan untuk memperkirakan usia biologis seseorang sekaligus menilai seberapa cepat proses penuaan terjadi dalam tubuh.
Selanjutnya, peserta penelitian dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang mengonsumsi multivitamin dan ekstrak kakao, kelompok multivitamin dengan plasebo kakao, kelompok ekstrak kakao dengan plasebo multivitamin, serta kelompok plasebo untuk keduanya. Seluruh suplemen tersebut dikonsumsi setiap hari selama periode dua tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi multivitamin setiap hari mengalami perlambatan peningkatan sejumlah penanda penuaan biologis dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima plasebo. Efek ini bahkan terlihat lebih jelas pada peserta yang sejak awal memiliki kecenderungan penuaan biologis lebih cepat.
Sebaliknya, pemberian ekstrak kakao dalam penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perubahan penanda penuaan biologis para peserta.
Dalam pelaksanaannya, tingkat kepatuhan partisipan tercatat cukup tinggi. Sekitar 92 persen peserta dilaporkan secara konsisten mengonsumsi multivitamin sesuai anjuran selama masa penelitian berlangsung. Peneliti menilai tingkat kepatuhan tersebut memperkuat indikasi bahwa perubahan yang diamati berkaitan dengan konsumsi multivitamin secara rutin.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah perubahan pada penanda biologis tersebut benar-benar berhubungan langsung dengan manfaat kesehatan jangka panjang bagi manusia.
Secara praktis, multivitamin harian dinilai dapat menjadi salah satu bentuk intervensi kesehatan yang relatif terjangkau dan mudah diakses untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral harian, terutama bagi orang dewasa yang berisiko mengalami kekurangan nutrisi akibat perubahan pola makan dan penurunan kemampuan penyerapan zat gizi seiring bertambahnya usia.
Namun, penggunaan suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang menjalani pengobatan rutin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Eeatingwell
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap, mulai SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga Saturday Night Service beserta syaratnya.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg