Label Baked Tak Menjamin Keripik Lebih Sehat, Ini Faktanya
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Minuman berlabel rendah gula atau menggunakan pemanis buatan yang kerap dianggap lebih aman ternyata memiliki kaitan dengan gangguan detak jantung. Studi terbaru menemukan konsumsi rutin minuman jenis ini berhubungan dengan peningkatan risiko fibrilasi atrium, kondisi yang membuat irama jantung tidak teratur.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation: Arrhythmia and Electrophysiology dan dikutip dari Medical Daily, Jumat (10/4/2026) ini menyoroti kebiasaan konsumsi minuman sehari-hari yang selama ini sering dianggap tidak berbahaya.
Risiko Meningkat pada Konsumsi Tertentu
Penulis utama studi, Ningjian Wang, menjelaskan bahwa konsumsi lebih dari dua liter minuman dengan pemanis buatan per minggu berkaitan dengan peningkatan risiko fibrilasi atrium hingga 20 persen.
“Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari dua liter per minggu minuman buatan pemanis meningkatkan risiko fibrilasi atrium hingga 20 persen,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, konsumsi minuman manis dengan gula dalam jumlah yang sama berkaitan dengan peningkatan risiko sekitar 10 persen.
Data Besar dan Temuan Jangka Panjang
Studi ini menggunakan data lebih dari 200.000 orang dewasa dari UK Biobank yang tidak memiliki riwayat fibrilasi atrium di awal penelitian.
Selama hampir 10 tahun pemantauan, sebanyak 9.362 peserta mengalami kondisi tersebut. Hasil analisis tetap menunjukkan hubungan antara konsumsi minuman manis dan risiko fibrilasi atrium, meski faktor genetik turut diperhitungkan.
Ada Faktor Lain yang Memperkuat Risiko
Penelitian juga menemukan bahwa perokok yang mengonsumsi lebih dari dua liter minuman manis per minggu menghadapi risiko hingga 31 persen lebih tinggi mengalami fibrilasi atrium.
Selain itu, karakteristik konsumsi juga berbeda. Pengguna pemanis buatan umumnya perempuan, lebih muda, memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi, serta lebih banyak yang mengalami diabetes tipe dua.
Sementara itu, konsumsi minuman manis dengan gula lebih banyak ditemukan pada laki-laki dengan riwayat penyakit jantung dan latar belakang sosial ekonomi lebih rendah.
Tidak Bisa Disimpulkan Sebab Akibat
Peneliti menegaskan bahwa studi ini belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, temuan ini menjadi peringatan agar masyarakat tidak menganggap minuman rendah gula selalu aman.
Mereka menyarankan untuk membatasi konsumsi minuman manis, baik dengan gula maupun pemanis buatan, karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Dengan meningkatnya tren minuman rendah kalori, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa pilihan yang terlihat lebih sehat tetap perlu dikonsumsi secara bijak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Medical Daily
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus