Advertisement
Metode Seduh Tentukan Efek Kopi pada Kolesterol
Kopi kayu manis / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Efek kopi terhadap kolesterol tidak hanya ditentukan oleh jumlah konsumsi, tetapi juga metode seduh yang digunakan. Riset menunjukkan senyawa tertentu dalam kopi dapat meningkatkan kolesterol LDL, meski di sisi lain kopi juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Indonesia termasuk 10 negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia, mencapai 4,8 juta kantong (60 kg per kantong) pada 2024/2025 menurut goodstats.id, sementara konsumsi global menyentuh 2,25 miliar cangkir per hari berdasarkan coffeedasher.com. Tren ini menjadikan isu kopi dan kolesterol relevan bagi masyarakat luas.
Advertisement
Manfaat Kopi
- Konsumsi kopi tanpa gula dalam jumlah sedang (3–5 cangkir per hari) dikaitkan dengan:
- Penurunan risiko kematian dini
- Risiko lebih rendah diabetes dan stroke
- Perlindungan terhadap penyakit jantung
- Penurunan risiko kanker hati dan rahim
Kopi mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif. Kafein menjadi komponen paling dikenal karena efek stimulan dan kontribusi terhadap rasa pahit.
BACA JUGA
Mengapa Bisa Menaikkan LDL?
- Paradoks muncul karena adanya senyawa lipid bernama diterpen, terutama cafestol dan kahweol. Senyawa ini:
- Menghambat pembentukan asam empedu dari kolesterol di hati
- Mengurangi jumlah reseptor LDL
- Membuat kadar kolesterol LDL meningkat dalam darah
Studi klinis menunjukkan konsumsi 10 mg cafestol per hari dapat menaikkan kolesterol total sekitar 5 mg/dL. Efek ini bersifat reversibel jika konsumsi dihentikan.
Metode Seduh Berpengaruh
- Kadar diterpen berbeda tergantung cara menyeduh:
- Tinggi: kopi tubruk, kopi rebus, French Press
- Moderat: espresso (sekitar 1 mg cafestol per cangkir)
- Rendah: kopi instan
- Lebih rendah: metode filter kertas seperti V60 dan coffee drip
Filter kertas mampu menahan lebih dari 95% cafestol dan kahweol karena pori-porinya menjebak tetesan minyak. Filter logam atau nilon tidak seefektif ini.
Dengan demikian, efek kopi terhadap kolesterol sangat dipengaruhi metode seduh, jenis kopi, dan frekuensi konsumsi. Edukasi mengenai perbedaan kopi filter dan non-filter penting bagi individu dengan dislipidemia, yakni kondisi ketidakseimbangan lemak darah seperti peningkatan LDL atau trigliserida, sementara penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menilai potensi terapi diterpen dalam dosis terkontrol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Puskesmas Kasihan II Bantul Padukan Layanan Medis dan Tradisional
- Sego Berkat Gunungkidul Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
- Perceraian Sleman 2025 Tembus 1.200 Kasus, Pola Komunikasi Disorot
- Relokasi Masjid Terdampak Tol Jogja-Solo di Mlati Sleman Dimulai
- Wings Air Buka Lagi Rute YIA-Bandung Setiap Hari
Advertisement
Advertisement







