3.229 Personel Amankan Konser Andrea Bocelli di Borobudur
Polda Jateng mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Borobudur, termasuk mengatur lalu lintas dan aspirasi warga.
Kopi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kafein dalam kopi maupun minuman berenergi banyak dipilih untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Namun konsumsi berlebihan justru dapat menjadi sumber stres bagi tubuh dan pikiran.
Menurut laporan Hindustan Times, Ahli Gizi Motherhood Hospital Gurugram, Dr. Nisha, mengatakan banyak orang tidak menyadari betapa cepatnya kafein dapat menumpuk dalam tubuh sehingga memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis.
“Bahkan sedikit lebih banyak dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan dan mengganggu tidur, pencernaan, serta suasana hati. Mendengarkan tanda peringatan awal tubuh menjadi langkah pertama menuju tingkat energi yang lebih sehat dan seimbang,” ujar Dr. Nisha, Minggu.
Ia menyebutkan sejumlah tanda tubuh mengalami kelebihan kafein. Berikut lima gejala yang perlu diperhatikan:
1. Merasa bergetar, gelisah, atau sangat gugup tanpa alasan
Kafein memblokir adenosin dan menstimulasi sistem saraf pusat secara berlebihan, memicu pelepasan adrenalin yang dapat memperburuk kecemasan, meningkatkan stres, serta memengaruhi fokus dan suasana hati.
2. Sulit tidur atau kualitas tidur memburuk
Dengan waktu paruh 5–6 jam, kafein berpotensi menunda fase tidur nyenyak jika dikonsumsi terlalu sore. Tidur yang terganggu berdampak pada proses pemulihan tubuh, imunitas, hingga regulasi emosi.
3. Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur
Kelebihan kafein dapat memicu adrenalin berlebih yang menstimulasi jantung. Journal of Psychopharmacology menunjukkan stres kardiovaskular dan palpitasi yang terjadi berulang memerlukan evaluasi medis.
4. Gangguan pencernaan
Kafein memiliki efek diuretik dan laksatif, serta meningkatkan produksi asam lambung. Hal ini dapat memicu sering buang air, kram perut, refluks asam, hingga iritasi saluran cerna.
5. Sakit kepala atau nyeri saat berhenti mengonsumsi kafein
Kafein menyempitkan pembuluh darah otak. Ketika konsumsi dihentikan, pembuluh melebar kembali dan memicu sakit kepala—tanda adanya ketergantungan dan gejala withdrawal.
Dr. Nisha menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi konsumsi kafein, mulai dari memperbanyak minum air putih, mengurangi dosis secara bertahap 25–50 mg setiap 3–4 hari, hingga mengganti minuman dengan teh hijau, teh hitam, atau kopi tanpa kafein. Ia juga menyarankan menetapkan batas waktu konsumsi, seperti menghindarinya sebelum pukul 12.00–14.00 agar tidak mengganggu tidur.
Namun, bila muncul gejala berat seperti detak jantung tidak beraturan, nyeri dada, kecemasan ekstrem, atau serangan panik, masyarakat disarankan segera mencari bantuan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Jateng mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Borobudur, termasuk mengatur lalu lintas dan aspirasi warga.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,