Harga Minyak RI April 2026 Melonjak Jadi 117,31 Dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Kopi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kafein dalam kopi maupun minuman berenergi banyak dipilih untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Namun konsumsi berlebihan justru dapat menjadi sumber stres bagi tubuh dan pikiran.
Menurut laporan Hindustan Times, Ahli Gizi Motherhood Hospital Gurugram, Dr. Nisha, mengatakan banyak orang tidak menyadari betapa cepatnya kafein dapat menumpuk dalam tubuh sehingga memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis.
“Bahkan sedikit lebih banyak dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan dan mengganggu tidur, pencernaan, serta suasana hati. Mendengarkan tanda peringatan awal tubuh menjadi langkah pertama menuju tingkat energi yang lebih sehat dan seimbang,” ujar Dr. Nisha, Minggu.
Ia menyebutkan sejumlah tanda tubuh mengalami kelebihan kafein. Berikut lima gejala yang perlu diperhatikan:
1. Merasa bergetar, gelisah, atau sangat gugup tanpa alasan
Kafein memblokir adenosin dan menstimulasi sistem saraf pusat secara berlebihan, memicu pelepasan adrenalin yang dapat memperburuk kecemasan, meningkatkan stres, serta memengaruhi fokus dan suasana hati.
2. Sulit tidur atau kualitas tidur memburuk
Dengan waktu paruh 5–6 jam, kafein berpotensi menunda fase tidur nyenyak jika dikonsumsi terlalu sore. Tidur yang terganggu berdampak pada proses pemulihan tubuh, imunitas, hingga regulasi emosi.
3. Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur
Kelebihan kafein dapat memicu adrenalin berlebih yang menstimulasi jantung. Journal of Psychopharmacology menunjukkan stres kardiovaskular dan palpitasi yang terjadi berulang memerlukan evaluasi medis.
4. Gangguan pencernaan
Kafein memiliki efek diuretik dan laksatif, serta meningkatkan produksi asam lambung. Hal ini dapat memicu sering buang air, kram perut, refluks asam, hingga iritasi saluran cerna.
5. Sakit kepala atau nyeri saat berhenti mengonsumsi kafein
Kafein menyempitkan pembuluh darah otak. Ketika konsumsi dihentikan, pembuluh melebar kembali dan memicu sakit kepala—tanda adanya ketergantungan dan gejala withdrawal.
Dr. Nisha menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi konsumsi kafein, mulai dari memperbanyak minum air putih, mengurangi dosis secara bertahap 25–50 mg setiap 3–4 hari, hingga mengganti minuman dengan teh hijau, teh hitam, atau kopi tanpa kafein. Ia juga menyarankan menetapkan batas waktu konsumsi, seperti menghindarinya sebelum pukul 12.00–14.00 agar tidak mengganggu tidur.
Namun, bila muncul gejala berat seperti detak jantung tidak beraturan, nyeri dada, kecemasan ekstrem, atau serangan panik, masyarakat disarankan segera mencari bantuan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.