Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Adie Indra Dwiyanto atau Romi Jahat/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Kancah musik independen Indonesia berduka seusai Romi Jahat, vokalis Romi & The Jahats sekaligus mantan frontman band punk Marjinal, meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026). Kepergian musisi yang dikenal konsisten menyuarakan isu sosial ini dikonfirmasi melalui unggahan resmi akun Instagram Romi & The Jahats.
Kabar duka tersebut segera menyebar luas dan memantik gelombang belasungkawa dari penggemar, rekan musisi, hingga komunitas punk tanah air. Unggahan akun @rtjofficial menuliskan pesan perpisahan yang menyentuh. “Romi Jahat, Babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan, Al-Fatihah,” tulis pengelola akun band tersebut.
Hingga kini, pihak keluarga maupun manajemen belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Romi Jahat. Namun, kondisi kesehatan almarhum disebut menurun dalam beberapa pekan terakhir, bahkan Romi & The Jahats sempat membatalkan sejumlah agenda panggung sekitar tiga minggu lalu karena sang vokalis membutuhkan perawatan intensif.
Romi Jahat memiliki nama asli Adie Indra Dwiyanto. Ia mulai dikenal publik sejak 1997 sebagai vokalis awal band Marjinal, salah satu ikon punk jalanan Indonesia. Setelah berpisah dari Marjinal, Romi menempuh jalur independen dengan mendirikan Romi & The Jahats pada 2008, yang kemudian menjadi wadah ekspresi musikal dan sosialnya selama hampir dua dekade.
Album perdana Romi & The Jahats bertajuk Film Murahan dirilis pada 2011 dan memperkuat posisi Romi sebagai figur sentral musik bawah tanah. Lirik-liriknya dikenal lugas, kritis, dan berpihak pada kegelisahan masyarakat kelas bawah, menjadikan karya-karyanya relevan lintas generasi.
Sepanjang kariernya, Romi & The Jahats merilis lima album penuh. Album terakhir berjudul Teman diluncurkan pada April 2025, yang kini dikenang sebagai warisan terakhir Romi Jahat bagi skena musik independen Indonesia.
Kepergian Romi Jahat meninggalkan duka mendalam bagi personel Romi & The Jahats lainnya, yakni Ableh (gitar), Chobex (bass), serta Panca dan Imam (drum). Band ini dikenal bukan sekadar unit musik, melainkan keluarga yang bertahan melewati berbagai pergantian personel dan dinamika industri. Jejak perlawanan, kejujuran, dan semangat yang tertuang dalam lagu-lagu Romi Jahat diyakini akan terus hidup dan menginspirasi komunitas punk di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.