Advertisement
Perhatikan Gejala dan Dampak Depresi pada Pekerja agar Segera Tertangani

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–WHO menjelaskan pelecehan, perundungan, kekerasan,atau peristiwa buruk yang telah menimpa seseorang dapat mengakibatkan seseorang mengalami deperesi. Tanpa penanganan yang tepat, pengalaman tersebut dapat membuat seseorang melukai diri sendiri hingga bunuh diri.
Dilansir dari National Institute of Mental Health, ada berbagai jenis depresi, beberapa di antaranya berkembang karena keadaan tertentu.
Advertisement
- Depresi berat meliputi gejala suasana hati yang tertekan atau kehilangan minat, sebagian besar terjadi selama minimal 2 minggu, yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Gangguan depresi persisten (juga disebut distimia atau gangguan distimik) terdiri dari gejala depresi ringan yang berlangsung lebih lama, biasanya minimal 2 tahun.
- Depresi perinatal adalah depresi yang terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan. Depresi yang dimulai saat kehamilan disebut depresi prenatal, dan depresi yang dimulai setelah bayi lahir disebut depresi pasca melahirkan.
- Gangguan afektif musiman adalah depresi yang datang dan pergi seiring musim, dengan gejala biasanya dimulai pada akhir musim gugur atau awal musim dingin dan hilang pada musim semi dan musim panas.
- Depresi dengan gejala psikosis adalah suatu bentuk depresi berat di mana seseorang mengalami gejala psikosis, seperti delusi (mengganggu, keyakinan yang salah) atau halusinasi (mendengar atau melihat hal-hal yang tidak didengar atau dilihat orang lain).
Baca Juga
Kenali Tanda-Tanda Depresi, Penyebab dan Faktor Risikonya
Meringankan Depresi Bisa dengan Olahraga
Beda dengan Rasa Sedih, Depresi Butuh Penanganan Serius
Jika Anda mengalami beberapa tanda dan gejala berikut hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, selama minimal 2 minggu, Anda mungkin mengalami depresi:
- Suasana hati sedih, cemas, atau “kosong” yang terus-menerus
- Perasaan putus asa atau pesimisme
- Perasaan mudah tersinggung, frustrasi, atau gelisah
- Perasaan bersalah, tidak berharga, atau tidak berdaya
- Hilangnya minat atau kesenangan terhadap hobi dan aktivitas
- Kelelahan, kekurangan energi, atau perasaan melambat
- Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan
- Kesulitan tidur, bangun terlalu pagi, atau tidur berlebihan
- Perubahan nafsu makan atau perubahan berat badan yang tidak direncanakan
- Sakit atau nyeri fisik, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan tanpa penyebab fisik yang jelas yang tidak hilang dengan pengobatan
- Pikiran tentang kematian atau bunuh diri atau upaya bunuh diri
Dalam dunia kerja, depresi sangat memengaruhi performa pekerja dalam menyelesaikan tugasnya. Dilansir Workplace Mental health, depresi yang dialami pekerja bisa berakibat fatal bagi perusahaan, salah satu aspek yang berpengaruh adalah pendapatan itu sendiri.
Ada beberapa dampak ketika depresi melanda pekerja, berikut ini
- Sulit berkonsentrasi
- Memiliki kesulitan untuk mengingat
- Sulit mengambil keputusan
- Mudah tersulut emosi dan mudah lelah
- Mengisolasi diri
- Mengabaikan pekerjaan
- Kurang percaya diri
- Perubahan penampilan
- Sulit berpikir
- Produktivitas menurun Karena itu, bagi pekerja yang merasakan gejala depresi segera memeriksakan kepada ahli kesehatan yang berkompeten di bidangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025, Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan dan Berawan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Baru Ada 70 Katering di Sleman Memiliki Bukti Pengolahan Pangan Aman
- Antrean Kendaraan Nyasar di Perkampungan di Kalasan Sleman Akibat Ikuti Google Maps
- WhatsApp Tambah Fitur Baru, Bisa Update Status Pakai Lagu Mirip Instagram
- Penyaluran Dana Penguatan Modal 2024 di Sleman Mencapai Rp30,9 Miliar
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
Advertisement
Advertisement