Advertisement
Psikiater Ungkap Kesadaran Berobat untuk Depresi Masih Sedikit

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -Psikiater dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ-K, MPH menilai kesadaran seseorang mau berobat untuk menangani depresi masih sedikit.
"Jadi depresi itu ada di lingkungan masyarakat di sekitar kita tapi yang berobat dan mau berobat itu hanya sedikit itu masalahnya," kata dokter Adhi dalam diskusi kesehatan mental di Jakarta, pada Kamis.
Advertisement
Adhi mengatakan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 bahwa sekitar 6 persen di antara anak ataupun dewasa di atas 15 tahun itu mengalami depresi.
Peningkatan kasus depresi juga telah diprediksi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), sehingga dibutuhkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memahami hingga menangani depresi.
"Harus siap-siap, kalau kita tidak memahami tentang depresi, nanti akan terkaget-kaget itu 'kok banyak ya orang depresi?' padahal itu sebenarnya sudah diprediksi dan diperkirakan ada anggota keluarga kita teman kita yang depresi," ujar dia.
BACA JUGA: Perhatikan Gejala dan Dampak Depresi pada Pekerja agar Segera Tertangani
Dokter spesialis kedokteran jiwa yang berpraktik di RS MMC itu menyampaikan depresi terjadi karena terpengaruh dari pekerjaan, sekolahnya, bagaimana memenuhi atau tidak keperluan, kebutuhan dari keluarga maupun tanggung jawabnya hingga berperan secara sosial. Depresi merupakan masalah gangguan yang terjadi dalam struktur otak.
"Depresi itu masalahnya masalah otak, tidak hanya melulu jalan ke masjid, jalan ke wihara jalan ke gereja," imbuh dia.
Dokter yang juga dosen di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan bahwa depresi juga bisa terjadi secara berulang dan dianggap sebagai penyakit kronis sehingga harus ditangani dengan tepat.
"Makanya kalau kami di kedokteran jiwa menganjurkan orang depresi itu makan obat 3-6 bulan lamanya, karena depresi itu bisa berulang," kata Adhi.
Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa depresi memiliki trias sebagai kriteria, mencakup hilang minat dan kesenangan, mudah lelah baik fisik maupun mental, hingga murung seperti sedih, sering nangis kosong hampa dalam hidup.
"Kalau itu berlangsung lebih dari 2 minggu insyaAllah depresi, rumusnya itu aja trias depresi lebih dari 2 minggu," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal dan Tarif DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 31 Agustus 2025
- Seniman dan Budayawan Jogja Gelar Doa Bersama untuk Affan Kurniawan
- Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Minggu 31 Agustus 2025
- Jadwal DAMRI Jogja Semarang PP, Minggu 31 Agustus 2025
- Sri Sultan HB X Minta Pejabat Empan Papan dan Tak Memamerkan Gaya Hidup
Advertisement
Advertisement