UMKM Didorong Tembus Ekspor, Ini Tantangan Utamanya
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
Ilustrasi depresi./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Depresi dapat sembuh namun penyakit mental tersebut terkadang kembali muncul. Untuk mencegah kembali muncul depresi ada upaya-upaya khusus yang dapat dilakukan.
Psikolog Klinis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Duren Sawit Jakarta Timur, Nina Pramudita, M.Psi berpesan agar pasien yang pulih dari depresi, tetap melakukan upaya-upaya khusus, misalnya dengan menjaga kesehatan mental, guna mencegah depresi terulang kembali.
Ia mengatakan, upaya menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan mengelola emosi, tetap terhubung dengan orang lain agar tidak merasa hampa, tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang positif, seperti mengerjakan hobi, serta konsisten merawat diri (self-care).
"Depresi bisa sembuh dan depresi bisa relaps (kembali). Dia bisa relaps lagi seperti kayak gejala awal atau gejalanya berkurang, tapi kambuh, gitu," Ujar Nina dalam siniar "Berdamai dengan Depresi menuju Jiwa yang Lebih Sehat" yang ditayangkan di kanal Youtube resmi Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dikutip Jumat.
Dia menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa depresi itu bisa kembali. Pertama, ibarat luka, ujarnya, akar dari permasalahannya belum benar-benar tercabut.
"Atau ketika dia sebenarnya pemulihannya, pengobatannya belum tuntas sebenarnya, dia sudah berhenti di tengah jalan, karena mungkin merasa, 'ah aku sudah baik-baik saja'," katanya.
BACA JUGA: Atasi dan Cegah Depresi dengan Konsumsi Makanan Ini
Menurutnya, ada beberapa penyebab orang terkena depresi. Sebab-sebab itu, katanya, antara lain faktor genetik, kerusakan otak, dan faktor psikologis.
"Bisa juga muncul karena individu tidak bisa memberikan makna pada eksistensi dirinya sehingga timbul rasa bersalah dalam dirinya ketika ada yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau ada yang tidak sesuai dengan potensi dirinya," kata dia menambahkan.
Dia menyebutkan, rata-rata depresi dialami oleh orang dewasa. Namun, di masa kini, banyak remaja dari umur 15 tahun ke atas yang sudah mengalami depresi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menampilkan karya modifikasi kreator lokal, meningkatnya peserta perempuan, dan kolaborasi seni.
25 orang tewas akibat gelombang panas di AS, 40 juta penduduk dalam peringatan. Suhu tembus 45,5°C di Arizona dan California.
Disdikpora Temanggung menegaskan orang tua boleh membeli seragam sekolah sendiri dan sekolah dilarang mengaitkannya dengan penerimaan murid baru.
Anak sulit fokus dan cepat bosan? Kenali fenomena popcorn brain akibat paparan media sosial berlebihan beserta gejala dan cara mengatasinya.
Pemkab Gunungkidul berencana menaikkan target PAD wisata menjadi Rp52 miliar setelah realisasi pendapatan melampaui target tahunan pada semester pertama 2026.