Singapura Turun di Ranking FIFA Usai Kalah 0-6 dari Malaysia
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Ilustrasi hujan meteor./Twitter
Harianjogja.com, JOGJA— Penghujung Juli 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode terbaik bagi para pengamat langit malam. Sejumlah lembaga astronomi dunia memprediksi tiga hujan meteor akan mencapai puncak aktivitasnya dalam rentang waktu yang berdekatan, menghadirkan pertunjukan kosmik yang dapat diamati dari berbagai wilayah di Bumi.
Berdasarkan prediksi dari NASA, Royal Observatory Greenwich, International Meteor Organization, dan PAGASA, tiga hujan meteor yang akan menghiasi langit akhir bulan ini adalah Piscis Austrinids, Alpha Capricornids, dan Southern Delta Aquariids.
Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung antara 28 hingga 31 Juli 2026, menjadikan periode itu sebagai waktu yang ideal bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan langit malam.
Piscis Austrinids Jadi Pembuka
Hujan meteor Piscis Austrinids diperkirakan mencapai aktivitas terbaiknya sekitar 28 Juli 2026. Fenomena ini dikenal memiliki karakter meteor yang bergerak relatif lambat dan tampak lebih redup dibandingkan hujan meteor besar lainnya.
Meski jumlah meteor yang terlihat tidak terlalu banyak, Piscis Austrinids tetap menarik perhatian karena muncul secara konsisten setiap tahun. Periode aktivitasnya biasanya berlangsung dari Juli hingga Agustus.
Salah satu daya tarik hujan meteor ini adalah lokasi titik radiannya yang berada dekat dengan Fomalhaut, salah satu bintang paling terang di langit malam. Kedekatan tersebut membuat fenomena ini menjadi incaran para penggemar astronomi yang ingin mengabadikan pemandangan langit.
Alpha Capricornids dan Southern Delta Aquariids Menyusul
Setelah Piscis Austrinids, langit malam akan kembali diramaikan oleh dua hujan meteor lain yang mencapai puncaknya hampir bersamaan pada 30 hingga 31 Juli 2026.
Alpha Capricornids dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lambat namun cukup terang. Aktivitasnya diperkirakan mencapai sekitar lima meteor per jam. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, hujan meteor ini terkenal karena sering menghasilkan bola api terang atau fireball yang terlihat mencolok di langit.
Sementara itu, Southern Delta Aquariids merupakan salah satu hujan meteor tahunan yang cukup aktif. Fenomena ini dapat menghadirkan lebih banyak meteor dibanding Alpha Capricornids dan biasanya memberikan peluang pengamatan yang baik selama beberapa hari di sekitar puncaknya.
Namun, meteor Southern Delta Aquariids umumnya tidak meninggalkan jejak cahaya yang panjang dan jarang menghasilkan bola api besar seperti yang sering muncul pada Alpha Capricornids.
Tantangan Cahaya Bulan
Menurut penjelasan NASA, hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan material yang ditinggalkan komet atau asteroid. Partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan terbakar akibat gesekan udara sehingga menghasilkan garis cahaya yang dikenal sebagai meteor atau bintang jatuh.
Meski akhir Juli menawarkan tiga fenomena sekaligus, para pengamat diperkirakan menghadapi tantangan berupa cahaya Bulan yang sangat terang.
Berdasarkan data dari American Meteor Society, pada 30 hingga 31 Juli 2026 Bulan diperkirakan berada pada fase sekitar 98 persen purnama. Kondisi ini berpotensi mengurangi jumlah meteor yang dapat terlihat dengan mata telanjang, terutama meteor yang redup.
Karena itu, masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena tersebut disarankan mencari lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah, jauh dari pusat perkotaan, gedung tinggi, maupun lampu jalan yang terang.
Meski tidak seluruh meteor dapat terlihat jelas akibat cahaya Bulan, akhir Juli tetap menjadi kesempatan istimewa untuk menikmati salah satu pertunjukan alam paling menarik di langit malam. Dalam rentang beberapa hari saja, langit akan menyajikan tiga fenomena astronomi berbeda yang menunjukkan bahwa keajaiban alam semesta dapat disaksikan langsung tanpa memerlukan peralatan khusus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.