Pezeshkian Sebut Iran Berada dalam Perang Skala Penuh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi perang skala penuh di tengah sanksi baru Amerika Serikat.
Punggawa Slank, Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee, bersama personel DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko dalam konferensi pers Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 di Bandung, Minggu (5/7/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)
Harianjogja.com, BANDUNG—Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 di Prabuwangi Park Arcamanik, Bandung, Minggu (5/7/2026), menjadi panggung nostalgia sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penampilan Slank di Kota Kembang tak hanya menghadirkan kenangan lama, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi musisi lokal dan pelaku industri kreatif.
Bagi Slank—yang digawangi Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee—Bandung memiliki nilai historis penting dalam perjalanan karier mereka. Kota ini menjadi saksi awal formasi ke-14 Slank tampil di panggung besar.
Gitaris Slank, Ridho, mengenang momen tersebut terjadi pada 1997 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Saat itu, ia bersama personel lain menjalani fase penting sebagai formasi baru.
“Bandung jadi kota pertama kami manggung dengan formasi ini. Waktu itu masih penuh tantangan, tapi sangat berkesan,” ujar Ridho dalam konferensi pers sebelum konser.
Vokalis Slank, Kaka, menambahkan bahwa penampilan di Bandung kala itu menjadi ujian berat bagi personel baru. Ridho bahkan harus mempersiapkan puluhan lagu dalam waktu singkat.
“Ridho langsung dapat tantangan besar, harus menguasai banyak lagu sekaligus untuk tampil di Bandung,” kata Kaka.
Konser ini tidak sekadar menjadi ajang nostalgia, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri musik lokal. Penyelenggara menghadirkan line-up terbanyak sepanjang tur, dengan melibatkan sembilan grup musik.
Tiga band lokal Bandung—DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko—mendapat panggung khusus sebagai representasi musisi akar rumput. Kehadiran mereka menjadi simbol regenerasi musik yang tumbuh dari komunitas.
Manajer DT09, Reza, menilai kesempatan tersebut sangat berarti bagi band lokal yang berkembang dari basis komunitas.
“Kami lahir dari grassroots, dari tribun suporter Persib. Panggung seperti ini sangat penting untuk regenerasi musisi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, vokalis Stand Here Alone, Mbenk, mengaku bangga bisa tampil satu panggung dengan Slank, band yang telah menginspirasi perjalanan bermusiknya.
“Slank sudah jadi bagian dari perjalanan musik saya. Ini momen yang tidak akan saya lewatkan,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menyebut Bandung dipilih sebagai salah satu titik penting tur karena potensi pasar dan ekosistem kreatif yang kuat.
“Bandung punya daya tarik ekonomi kreatif yang besar, sehingga menjadi salah satu pasar strategis dalam tur ini,” jelasnya.
Selain Slank, konser ini juga menghadirkan kolaborasi lintas genre dengan sejumlah musisi seperti Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, hingga Mahalara.
Perpaduan nostalgia, kolaborasi, dan pemberdayaan musisi lokal menjadikan konser ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai momentum kebangkitan industri kreatif berbasis komunitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi perang skala penuh di tengah sanksi baru Amerika Serikat.
Kebakaran rumah dua lantai di Tebet, Jakarta Selatan, menewaskan empat orang. Warga mengungkap dugaan awal api dan proses evakuasi.
Presiden Prabowo tiba di Riau untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan memastikan upaya pemadaman berjalan cepat dan terkoordinasi.
Harga BBM 24 Agustus 2026 berubah. Pertamax, BP 92, Revvo 92 turun, sedangkan sejumlah BBM diesel naik. Berikut daftar lengkapnya.
Prabowo meminta penanganan bencana cepat dan terpadu. Enam pesawat TNI AU membawa 31 ton logistik ke NTT dan 500 pompa air ke Kalimantan.
Kualitas udara Palembang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla. BMKG mencatat PM2.5 mencapai 69,5 µg/m³.