Gatal Tak Kunjung Hilang, Waspada Gejala Awal Gagal Ginjal Kronis

Jumali
Jumali Kamis, 18 Juni 2026 23:57 WIB
Gatal Tak Kunjung Hilang, Waspada Gejala Awal Gagal Ginjal Kronis

Kulit gatal-gatal. - Foto ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Gatal di seluruh tubuh sering dianggap sebagai masalah kulit biasa. Namun, dalam dunia medis, kondisi ini juga dapat menjadi salah satu tanda gangguan fungsi ginjal, terutama pada penderita gagal ginjal kronis.

Gagal ginjal sendiri merupakan kondisi ketika kemampuan ginjal menurun drastis sehingga tidak lagi optimal dalam menyaring limbah dan racun dari darah. Akibatnya, zat sisa metabolisme yang seharusnya dibuang melalui urine justru menumpuk di dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan serius yang turut memengaruhi organ tubuh lainnya.

Jenis Gagal Ginjal

Secara medis, gagal ginjal terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu gagal ginjal akut dan kronis. Gagal ginjal akut terjadi secara tiba-tiba dalam waktu singkat, biasanya dipicu oleh dehidrasi berat, infeksi, atau efek samping obat tertentu.

Sementara itu, gagal ginjal kronis berkembang secara perlahan dalam jangka panjang, bahkan bisa mencapai 10 hingga 20 tahun. Penyebab utamanya meliputi diabetes, hipertensi, serta peradangan ginjal.

Gatal sebagai Tanda Gangguan Ginjal

Salah satu gejala yang sering muncul pada penderita gagal ginjal adalah rasa gatal di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai pruritus uremik atau uremic pruritus.

Menurut National Kidney Foundation, keluhan ini umum terjadi pada pasien penyakit ginjal stadium lanjut, termasuk mereka yang menjalani dialisis.

Berbeda dengan gatal biasa akibat alergi atau gigitan serangga yang cenderung di permukaan kulit, gatal akibat gangguan ginjal terasa lebih dalam, seperti sensasi terbakar, menusuk, atau merayap di bawah kulit. Rasa gatal ini juga tidak mereda meski sudah digaruk.

Pada kondisi tertentu, gatal hanya muncul di area tubuh tertentu seperti punggung, lengan, bahu, wajah, atau kepala. Namun pada kasus yang lebih berat, keluhan bisa menyebar ke seluruh tubuh dan sering memburuk pada malam hari hingga mengganggu kualitas tidur.

Penyebab Gatal pada Gagal Ginjal

Para ahli menyebutkan bahwa gatal pada pasien gagal ginjal tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Penumpukan racun seperti urea akibat ginjal yang tidak berfungsi optimal dapat memicu peradangan, gangguan saraf, hingga ketidakseimbangan mineral dalam tubuh seperti fosfor, kalsium, dan magnesium.

Kondisi tersebut memicu munculnya sensasi gatal yang khas. American Kidney Fund mencatat hampir separuh pasien dialisis mengalami gatal dengan tingkat sedang hingga berat.

Selain itu, beberapa faktor lain juga berperan, seperti kulit kering, peningkatan histamin, penumpukan limbah metabolik, proliferasi sel mast akibat gangguan hormon paratiroid, hingga proses dialisis yang kurang optimal.

Cara Mengatasi dan Waspada Gejala

Penanganan gatal akibat gagal ginjal harus disesuaikan dengan penyebab utamanya. Beberapa langkah yang umum dilakukan antara lain menjaga keseimbangan mineral dalam darah, mengoptimalkan jadwal dialisis, menggunakan pelembap kulit, serta menghindari produk iritatif.

Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat memberikan terapi tambahan seperti antihistamin atau kortikosteroid sesuai kondisi pasien.

Namun penting untuk diingat, gatal tidak selalu menandakan gangguan ginjal. Kondisi lain seperti alergi, penyakit kulit, gangguan hati, atau efek obat juga dapat menjadi pemicu.

Jika gatal disertai gejala lain seperti pembengkakan tubuh, mudah lelah, mual, atau perubahan pola urine, segera lakukan pemeriksaan medis. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.

Kesehatan ginjal berperan penting dalam menjaga kualitas hidup jangka panjang, sehingga gejala sekecil apa pun tidak boleh diabaikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online