Rahasia Sukses Lisa Blackpink: Ganti Nama Usia 13 demi Keberuntungan
Lisa BLACKPINK mengungkap ia mengganti nama dari Pranpriya menjadi Lisa saat usia 13 tahun atas saran peramal di Thailand.
Minuman jahe - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Menjaga kadar gula darah tetap terkendali menjadi langkah penting bagi penderita diabetes maupun prediabetes untuk mencegah berbagai komplikasi serius. Selain menjalani pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat, sejumlah bahan alami diketahui memiliki potensi membantu mengatur kadar gula darah sebagai terapi pendamping.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa bahan herbal tidak dapat menggantikan obat diabetes yang diresepkan dokter. Penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati karena beberapa bahan alami juga berpotensi berinteraksi dengan obat dan meningkatkan risiko hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah.
Berikut enam bahan alami yang kerap dikaitkan dengan pengendalian kadar gula darah berdasarkan berbagai penelitian kesehatan.
1. Kayu Manis
Kayu manis menjadi salah satu rempah yang paling banyak diteliti terkait manfaatnya bagi penderita diabetes. Sejumlah penelitian menunjukkan senyawa dalam kayu manis diduga dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga membantu tubuh mengelola gula darah lebih efektif.
Beberapa studi juga menemukan konsumsi kayu manis dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2. Selain itu, rempah ini memiliki kandungan antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan jantung, yang sering menjadi perhatian bagi penyandang diabetes.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa bukti yang ada masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan dosis dan manfaat jangka panjangnya.
2. Ginseng
Tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia ini juga dikaitkan dengan pengendalian gula darah. Khususnya ginseng Amerika (Panax quinquefolius), beberapa penelitian menunjukkan potensinya dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengurangi resistensi insulin.
Kemampuan tersebut membuat ginseng dianggap berpotensi membantu pengelolaan diabetes tipe 2 sekaligus mendukung kesehatan metabolisme secara umum.
Namun, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap individu sehingga penggunaannya tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
3. Lidah Buaya
Lidah buaya tidak hanya dikenal untuk kesehatan kulit, tetapi juga menarik perhatian peneliti karena diduga dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
Manfaat ini dikaitkan dengan kandungan fitosterol yang dipercaya dapat membantu mengurangi penyerapan gula dalam saluran pencernaan setelah makan. Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak lidah buaya berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2.
Meski hasil awal cukup menjanjikan, bukti ilmiah yang tersedia masih terbatas dan membutuhkan penelitian dalam skala lebih besar.
4. Jahe
Jahe merupakan rempah yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi jahe berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.
Selain itu, kandungan antioksidan dan antiinflamasi dalam jahe juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Meski demikian, para ahli masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk memastikan efektivitas jahe sebagai terapi pendukung diabetes.
5. Cengkeh
Cengkeh mengandung berbagai senyawa aktif, termasuk eugenol, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Sejumlah penelitian awal menunjukkan cengkeh berpotensi membantu meningkatkan produksi insulin sehingga dapat mendukung pengendalian kadar gula darah. Namun, hingga saat ini bukti ilmiahnya masih berkembang dan belum cukup kuat untuk menjadikannya sebagai terapi utama diabetes.
Karena itu, penggunaan cengkeh tetap sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan pengobatan utama.
6. Gymnema
Gymnema merupakan tanaman herbal yang cukup populer dalam pengobatan tradisional India. Tanaman ini dikenal dengan julukan "penghancur gula" karena kemampuannya mengurangi sensasi rasa manis di lidah.
Sejumlah penelitian menunjukkan gymnema berpotensi membantu meningkatkan produksi insulin dan mendukung kerja hormon tersebut dalam mengatur kadar gula darah. Potensi tersebut membuat gymnema menjadi salah satu bahan yang banyak diteliti sebagai terapi pendamping diabetes tipe 2.
Namun, seperti herbal lainnya, manfaat dan keamanannya masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Tetap Utamakan Pengobatan Dokter
Selain keenam bahan tersebut, sejumlah tanaman lain seperti daun sintrong dan daun ruku-ruku juga kerap disebut memiliki manfaat bagi penderita diabetes. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas dan keamanannya masih sangat terbatas.
Penderita diabetes disarankan untuk tidak menghentikan obat yang diresepkan dokter dan tidak mengganti terapi medis dengan bahan herbal tanpa konsultasi terlebih dahulu. Penggunaan herbal bersamaan dengan obat diabetes juga perlu diawasi karena dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah.
Mengendalikan diabetes tetap membutuhkan kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, pengobatan sesuai anjuran dokter, serta pemantauan kadar gula darah secara berkala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lisa BLACKPINK mengungkap ia mengganti nama dari Pranpriya menjadi Lisa saat usia 13 tahun atas saran peramal di Thailand.
KPK membuka peluang memeriksa pejabat BPOM dan Kemendag setelah muncul dugaan aliran dana PT Blueray Cargo dalam sidang kasus Bea Cukai.
Kolombia lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan RD Kongo 1-0 dalam laga yang diwarnai tiga gol dianulir.
Penelitian terbaru mengungkap sejumlah model AI canggih dapat mengabaikan instruksi manusia demi mempertahankan sistem AI lain.
Piala Dunia 2026 mencatat rekor baru dengan lebih dari 23% pemain membela negara yang bukan tempat kelahirannya, mencerminkan dampak migrasi global pada sepak b
KAI Daop 6 menghadirkan kegiatan melukis cangkir dan sulap di Stasiun Tugu Yogyakarta saat libur sekolah di tengah lonjakan penumpang hingga 50 persen.