NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi bayi kembar identik (Pixabay/3194556)
Harianjogja.com, JOGJA—Bukan hanya penting untuk mencukupi kebutuhan tidur bagi anak bayi, batita maupun balita rentang usia anak 5 hingga 12 tahun juga butuh tidur siang yang cukup sebab baik untuk perkembangan fisik dan mental anak.
Melansir dari World Economic Forum, hal ini terbukti dari data yang dikumpulkan para peneliti terkait frekuensi dan durasi tidur siang dari hampir 3.000 siswa kelas empat, lima, dan enam di China dan menilai tiga informasi yakni psikologis, ukuran fisik, serta perilaku dan akademik.
Data tersebut menunjukkan hasil yang positif pada anak yang tidur siang antara 30 hingga 60 menit. Merangkum dari berbagai sumber berikut tiga manfaat tidur siang untuk anak:
Baca juga: Fakta Unik Minuman Soda, Ternyata Awalnya Dibuat Oleh Apoteker
Penelitian yang dilakukan pada siswa sekolah di Cina mengungkapkan tidur siang dapat meningkatkan prestasi akademik pada anak.
Melansir dari Webmd terdapat satu studi tentang anak-anak prasekolah menemukan bahwa tidur siang membuat anak lebih baik dalam melakukan permainan memori. Manfaat ini dapat dirasakan oleh anak terbiasa tidur siang setiap hari.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur maupun yang tidurnya tidak teratur, cenderung memiliki tingkat obesitas yang lebih tinggi. Pernyataan ini berkaitan dengan keinginan makan lebih banyak saat anak kurang tidur. Makanan yang dipilih pun cenderung tidak terlalu sehat. Apalagi karena kurang tidur energi pun ikut berkurang, anak jadi tidak aktif bermain maupun berolahraga yang penting untuk menjaga berat badan anak.
Suasana hati yang buruk bahkan tantrum ketika anak kurang atau tidak tidur siang bukan hal yang baru bagi orang tua. Hal ini pun terbukti dengan sebuah studi menemukan bahwa anak usia 2 tahun yang melewatkan tidur siangnya kurang gembira, lebih cemas, dan memiliki perilaku yang lebih buruk saat menghadapi situasi yang membuat frustasi.
Misalnya saja seperti studi yang dilakukan di University of Colorado, Boulder dimana para peneliti mengamati perubahan emosi balita saat mereka menyelesaikan teka-teki. Balita yang melewatkan tidur siang rutin selama 90 menit, menunjukkan emosional negatif meningkat sebesar 31% ketika mereka tidak dapat menyelesaikan teka-teki yang sangat sulit dan menurunnya emosional positif sebesar 34% usai menyelesaikan tugas yang lebih mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
PT Pegadaian (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pegadaian Peduli” menyalurkan 1.000 paket sembako kepada pengemudi ojek
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Instagram meluncurkan label AI Generated Profile. Akun AI tanpa label berisiko kehilangan jangkauan di Reels dan Explore.
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain