Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Minuman soda/Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Soda merupakan minuman ringan yang populer dan menjadi bagian dari kehidupan. Minuman ini memiliki banyak rasa dan bentuk yang tersedia di seluruh dunia.
Soda tentunya sama dengan minuman lain, memiliki efek baik dan buruk. Minuman berkarbonasi ini dapat meningkatkan pencernaan dengan meningkatkan kemampuan menelan dan mengurangi sembelit. Namun, soda tentunya memiliki banyak efek buruk bagi kesehatan Anda karena minuman ringan ini kaya akan gula.
BACA JUGA : Rekomendasi Minuman Es di Jogja, Cocok Dinikmati
Dilansir dari eatthis.com, soda dipenuhi tambahan gula, pewarna karamel, dan zat manis tambahan lainnya. Soda dapat menyebabkan diabetes, sakit jantung, stroke, kolesterol, dan lainnya. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi soda.
Selain tentang kesehatan tubuh, fakta-fakta menarik dari soda mungkin perlu Anda ketahui. Banyak fakta-fakta unik mengenai soda dari dulu hingga saat ini seperti soda panas, bahan ilegal, dan lainnya.
Soda rasa apa saja bisa didapatkan dengan mudah di mana saja, seperti restoran cepat saji, swalayan, vending machine, atau lainnya. Namun, pada masa awal soda, Anda hanya bisa mendapatkan soda di apotek karena secara teknis soda adalah tonik obat berkarbonasi.
Apoteker pada saat itu membuat soda berperisa untuk menutupi rasa tidak enak dari obat berkarbonasi tersebut yang berbahan tembakau, kafein, hingga kokain. Setelahnya, soda mengandung bahan-bahan seperti jahe, sarsaparilla, dan kulit kayu birch yang bermanfaat bagi kesehatan dan membuat rasa soda jauh lebih enak.
Minuman bersoda awalnya dibuat dari bahan konstruksi seperti ahli kimia dan pengusaha Inggris John Matthews yang menggunakan bubuk kalsium karbonat untuk membuat gas asam karbonat. Lalu, dia menemukan bahwa marmer lebih mudah tersedia dalam membuat gas asam karbonat yang terkandung di soda.
Dulu ada rasa khusus yang dikenal sebagai ‘Don’t Care’ yang dibuat untuk pelanggan yang tidak peduli atau tidak memutuskan rasa dari soda. Awalnya ini merupakan minuman beralkohol rendah yang diresepkan oleh The Standard Manual of Soda and Other Beverages pada 1897.
Pada 1920, 7 Up yang merupakan minuman ringan rasa lemon-lime dibuat dengan penjualan yang untuk, yakni dengan menjanjikan untuk meningkatkan semangat orang dan menyembuhkan mabuk. 7 Up dulunya memiliki nama yang lumayan rumit, yaitu Bib-Label Lithiated Lemon-Lime Soda.
Air mancur soda kuno tidak sekadar menikmati minuman. Di sana adalah tempat orang-orang berkumpul dan bersosialisasi sehingga sering disebut sebagai ‘tempat ketiga’ antara pekerjaan dan rumah. Namun, munculnya restoran cepat saji dan urbanisasi pada 1950-an dan 60-an membuat air mancur soda berakhir sebagai tempat berkumpulnya masyarakat.
Fanta sebenarnya lahir dari kebutuhan masa perang di Nazi Jerman selama Perang Dunia II karena perusahaan Coca Cola di Jerman menghadapi dilema mengenai impor bahan. Max Keith, kepala operasi Coca Cola Jerman, memerintahkan timnya untuk membuat soda baru hanya dengan produk yang ada seperti whey, serutan buah, dan serat apel yang menghasilkan minuman ringan populer bernama Fanta.
Diet soda pertama, sebelum ada Diet Coke, Tab, dan No-Cal, diperkenalkan pada 1952 oleh Hyman Kirsch, Soda ini dibuat dengan pemanis siklamat yang 30 kali lebih manis dari gula, tetapi tidak mengandung kalori. Namun, pada 1969, FDA melarang siklamat karena menyebabkan kanker pada tikus laboratorium dan masih dilarang di AS hingga saat ini.
BACA JUGA : Hati-hati! Makanan dan Minuman Ini Bikin Anda Terlihat
Pada awal abad ke-20, orang tidak segan meminum soda panas karena pada saat itu banyak yang yakin bahwa minuman dingin merugikan kesehatan manusia. Namun, soda panas kebenarannya mungkin lebih berkaitan dengan uang dibanding masalah kesehatan. Selama musim dingin, air mancur soda mempromosikan minuman panas musiman mereka. Tren soda panas pun mulai menurun pada pertengahan abad ke-20.
Minuman kemasan selalu mengalami transformasi, dari tong, botol, kendi, kaca, hingga plastik. Botol kaca yang ada pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 menjadi populer untuk soda. Perusahaan mulai menggunakan desain dan bentuk yang rumit untuk membedakan produk mereka dengan produk lain di rak. Desain yang unik dan menonjol membuat produk minuman soda langsung dapat dikenali bahkan dalam kegelapan atau jika pecah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.