KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tren minum oralit saat sahur belakangan viral lantaran dianggap bisa efektif menahan dehidrasi selama berpuasa. Hal ini berdampak pada pasokan oralit yang langka di pasaran.
Pasalnya, banyak masyarakat berbondong-bondong memborong stok oralit, bahkan ada yang memanfaatkan kelangkaan oralit dan mulai menaikkan harga oralit yang dijual.
Tak sedikit dokter yang tidak setuju terkait narasi oralit yang dianggap mampu jadi 'doping' sehingga puasa lancar tanpa lemas.
Edukator Kesehatan PB IDI Tan Shot Yen mengatakan seharusnya orang sehat tidak perlu mengonsumsinya karena oralit ialah produk obat yang digunakan untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang berkurang akibat diare atau muntah-muntah.
“Sampai sejauh ini tidak ada bukti kaitan oralit untuk rehidrasi di masa Ramadan ya. Kalau hanya berdasarkan pengalaman masing-masing orang, itu tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya melansir dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com.
Oleh karena itu sebaiknya oralit dikonsumsi untuk orang yang memang memerlukan, seperti orang yang sedang mengalami diare atau kehilangan elektrolit dalam darah.
Tan menegaskan penggunaan oralit pun harus diatur dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan, sebab dapat memicu masalah kesehatan seperti kenaikan tekanan darah dan retensi cairan.
“Oralit itu kan mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida, serta gula hiperglikemik seperti glukosa dan sukrosa. Bayangin diminum terus-terusan apa enggak bahaya?” ujarnya.
Pantang pula mengonsumsi oralit bagi orang yang memiliki riwayat kadar gula darah atau natrium dalam tubuhnya sudah tinggi yang justru akan membahayakan kesehatan terkait dengan prediabetes dan diabetes.
Kelebihan gula dari oralit dapat memicu rasa mual pada tubuh yang jarang mengonsumsi manis. Dampaknya dapat terjadi saat dilakukan secara rutin dan terus-menerus.
BACA JUGA: Ramadan dan Budaya Kewargaan Digital
Menurutnya Tan, sudah sepatutnya orang sehat tidak memerlukan oralit secara teratur.
Meski tubuh memang memerlukan cairan dan elektrolit yang cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun, pilihan minum air putih saat sahur dan makanan yang mengandung cairan seperti buah-buahan dan sayuran jauh lebih baik dibanding minum oralit.
“Isi piringku aja udah cukup mineralnya, natriumnya, lauk dimasak itu pasti ada garam, buah ada gula. Jadi enggak perlu lah oralit. Toh, sebaik-baiknya cairan itu ya air,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.