New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tren minum oralit saat sahur belakangan viral lantaran dianggap bisa efektif menahan dehidrasi selama berpuasa. Hal ini berdampak pada pasokan oralit yang langka di pasaran.
Pasalnya, banyak masyarakat berbondong-bondong memborong stok oralit, bahkan ada yang memanfaatkan kelangkaan oralit dan mulai menaikkan harga oralit yang dijual.
Tak sedikit dokter yang tidak setuju terkait narasi oralit yang dianggap mampu jadi 'doping' sehingga puasa lancar tanpa lemas.
Edukator Kesehatan PB IDI Tan Shot Yen mengatakan seharusnya orang sehat tidak perlu mengonsumsinya karena oralit ialah produk obat yang digunakan untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang berkurang akibat diare atau muntah-muntah.
“Sampai sejauh ini tidak ada bukti kaitan oralit untuk rehidrasi di masa Ramadan ya. Kalau hanya berdasarkan pengalaman masing-masing orang, itu tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya melansir dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com.
Oleh karena itu sebaiknya oralit dikonsumsi untuk orang yang memang memerlukan, seperti orang yang sedang mengalami diare atau kehilangan elektrolit dalam darah.
Tan menegaskan penggunaan oralit pun harus diatur dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan, sebab dapat memicu masalah kesehatan seperti kenaikan tekanan darah dan retensi cairan.
“Oralit itu kan mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida, serta gula hiperglikemik seperti glukosa dan sukrosa. Bayangin diminum terus-terusan apa enggak bahaya?” ujarnya.
Pantang pula mengonsumsi oralit bagi orang yang memiliki riwayat kadar gula darah atau natrium dalam tubuhnya sudah tinggi yang justru akan membahayakan kesehatan terkait dengan prediabetes dan diabetes.
Kelebihan gula dari oralit dapat memicu rasa mual pada tubuh yang jarang mengonsumsi manis. Dampaknya dapat terjadi saat dilakukan secara rutin dan terus-menerus.
BACA JUGA: Ramadan dan Budaya Kewargaan Digital
Menurutnya Tan, sudah sepatutnya orang sehat tidak memerlukan oralit secara teratur.
Meski tubuh memang memerlukan cairan dan elektrolit yang cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun, pilihan minum air putih saat sahur dan makanan yang mengandung cairan seperti buah-buahan dan sayuran jauh lebih baik dibanding minum oralit.
“Isi piringku aja udah cukup mineralnya, natriumnya, lauk dimasak itu pasti ada garam, buah ada gula. Jadi enggak perlu lah oralit. Toh, sebaik-baiknya cairan itu ya air,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.