OJK Cabut Izin 9 BPR dan BPRS Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
Sandyakala Ratu Malang./Hengki Irawan
Sejak memboyong Nimas Lembah ke Tembayat, Ki Suradipa tidak pernah blusukan seperti dulu. Bahkan ia terkesan “social distancing” dengan rakyatnya. Hampir setiap malam, di pendopo yang asri terdengar suara gamelan, lalu sayup-sayup diselingi lantunan suara Lembah mendayu-dayu menembangkan Bramara Wilastita;- Maduretna;- Prawira Lalita;- juga tembang madya semacam Wirangrong;- Pangajapsih;- Jurudemung dan Kuswarini. Dan manakala larut malam, wayah sepi bocah, Nimas Lembah nembang macapatan Asmaradhana dan Sinom.
Pada suatu malam, setelah lelah berjoget, Ki Suradipa tidur pulas dalam dekapan hangat Nimas Lembah. Ia bermimpi melihat watu geni yang semula memancarkan api kecil makin lama kian besar sehingga rumah beserta pendapanya menjadi lautan api: segara geni.
“Tolong, ahh, tolong,” teriak Ki Demang yang disadarkan dari mimpi buruk oleh ciuman hangat selirnya. Ki Suradipa bangun dengan peluh berdliweran di sekujur badan. Ia tidak dapat memejamkan mata sedetik pun sampai terang tanah.
“Panggil seluruh hulubalang, cepat,” bentak Ki Suradipa kepada salah seorang pengawal.
“Sendhika,” Pardal bergegas menghubungi para “cendekiawan” seantero Tembayat untuk menghadap pagi hari itu juga.
BACA JUGA: Cerita Bersambung Sandyakala Ratu Malang: Bagian 005
Ki Suradipa dengan paras sedikit lesi menceritakan mimpinya semalam, dan bertanya apa arti mimpi tersebut. Para penasihat saling berpandangan dengan ragu. Beberapa di antara mereka maklum tafsir impen daradasih itu kurang menyenangkan sehingga tidak berani menerangkan cablaka di hadapan demang kosen itu. Satu dua orang menduga Ki Demang sekadar halu.
“Paman sekalian adalah orang-orang waskita. Sidik paningal. Tapi menafsirkan mimpiku yang sangat sederhana, kenapa tidak bisa?” Demang Suradipa meradang.
“Maaf, Ki Demang. Mimpi itu mligi kembang tidur,” kata penasihat tertua yang paling mumpuni, bernama Begawan Wisrawa. “Hamba rasa Ki Demang tidak perlu risau.”
“Paman Wisrawa, mana mungkin impen tadi malam tidak ada maknanya? Paman jangan meremehkan aku, yang dapat membedakan mana mimpi kosong di siang bolong dan mana yang berarti. Sayangnya aku tidak dikaruniai mata hati permana, dan lebih disayangkan lagi paman paman yang katanya sidik paningal gagal menerjemahkan mimpiku,” sindir Ki Suradipa.
“Maafkan lancang atur hamba, Gusti. Kiranya di daerah Tembayat ini, bahkan di seantero Mataram, hanya seorang waskita unggul yang sanggup menjelaskan,” timpal Begawan Permani.
Wajah Ki Suradipa berseri. Kemarahannya langsung sirna.
“Siapa orang mulia itu, paman?”
“Begawan Sempani dari dusun Krikilan.”
Begawan Permani tahu benar kepermanaan Begawan Sempani, sahabat karibnya ketika sama-sama muda. Mereka saudara seperguruan, bahkan. Pada waktu Ki Ageng Pemanahan menjadi pengampu Mataram, Begawan Sempani ditawari kedudukan sebagai penasihat spiritual tapi jabatan bergengsi itu ditolaknya dengan halus.
“Undang Begawan Sempani ke sini!” ujar gembira Ki Suradipa kepada Pardal, salah satu orang kepercayaannya. Begitulah lima orang prajurit langsung berangkat ke Krikilan membawa tandu dan lima ekor kuda.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang: Bagian 007
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.
PKB DIY menggelar konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur kepengurusan dan menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
Pemkab Gunungkidul memastikan gaji ASN dan PPPK aman hingga akhir 2026 meski belanja pegawai masih mencapai sekitar 39 persen APBD.
Hakim AS melanjutkan gugatan Reddit terhadap Perplexity AI terkait dugaan penyedotan data ilegal untuk pengembangan AI.
INDEF menilai keberhasilan pajak marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop bergantung pada integrasi data serta pengawasan pemerintah.
Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep.