Karhutla Meluas, Jalur Pendakian Lima Gunung di Jateng Ditutup
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
Ilustrasi makanan diet/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Diet adalah gaya hidup sekaligus kompetisi tak pernah selesai. Anda yang ingin cepat langsing, baik lelaki maupun perempuan, sebaiknya berhati-hati.
Diet terlalu ekstrem akan mengganggu keseimbangan asupan makanan dalam tubuh Anda, dan tentunya berujung penyakit. Ini daftarnya seperti dilansir Boldsky, belum lama ini:
Sarcopenia
Kebanyakan orang saat melakukan diet ketat memilih tidak makan untuk mencapai hasil yang cepat. Sayangnya, kondisi ini akan membuat Anda mengalami sarcopenia atau kehilangan otot. Hal tersebut terjadi karena saat tubuh kelaparan dan Anda tidak mengonsumsi makanan yang cukup, tubuh akan menggunakan otot untuk energi. Ini sangat berbahaya!
Ketidakseimbangan elektrolit
Saat Anda menggunakan metode diet tertentu untuk menurunkan kilo dengan cepat dan makan sangat sedikit, maka tubuh akan mendapatkan mineral yang sangat sedikit. Saat tubuh tidak menerima cukup mineral seperti natrium, glukosa, kalium, kalsium, zat besi dan lainnya, dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, yang pada akhirnya membuat Anda muntah, demam, diare dan sebagainya.
Batu empedu
Biasanya masalah ini berhubungan dengan obesitas. Namun dalam beberapa kasus, saat orang mengikuti metode penurunan berat badan yang tidak sehat seperti diet dan olahraga ekstrem, empedu tidak dibersihkan dari tubuh dengan benar. Hal tesebut bisa menyebabkan empedu di hati mengeras dan membentuk endapan seperti batu di kantung empedu yang dikenal sebagai batu empedu.
Gangguan jantung
Ketika tubuh tidak mendapat nutrisi yang cukup, tekanan darah dari tubuh menjadi sangat rendah. Saat tekanan darah rendah, jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke berbagai bagian tubuh. Ini dapat menyebabkan sejumlah gangguan jantung bahkan gagal jantung.
Ketidakteraturan menstruasi
Saat wanita mencoba untuk menurunkan berat badan dengan cepat dan makan sangat sedikit seperti seharian hanya makan sayur dan buah, ini dapat merusak siklus menstruasi dan kesuburan mereka. Ketika tubuh tidak menerima cukup nutrisi, ketidakseimbangan hormon akan terjadi di dalam tubuh.
Sembelit
Sejumlah survei dan penelitian selama bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa orang-orang yang mengikuti diet cepat sering menderita gangguan pencernaan dan sembelit. Ini terjadi karena tubuh tidak menerima cukup serat sehingga kotoran menjadi mengeras di usus dan menyebabkan sembelit.
Kanker
Menurut sejumlah studi penelitian, penurunan berat badan dengan cepat dengan mencabut nutrisi dapat memicu beberapa jenis kanker seperti payudara, ginjal, usus besar dan lainnya.
Yang harus dipahami juga adalah mengonsumsi junk food atau makanan olahan selama periode tertentu menyebabkan akumulasi semua bahan kimia dalam sel-sel lemak tubuh. Selama penurunan berat badan, lemak diubah menjadi energi yang mengarah pada pelepasan racun dalam sel-sel lemak. Racun inilah yang akhirnya menyebabkan kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia enam jadwal pergi dan pulang dengan tarif Rp12.000.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 27 Oktober 2026, mencakup hujan ringan hingga potensi hujan petir. Simak suhu dan kelembapan tiap wilayah.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, tarif mulai Rp12.000. Perhatikan perbedaan tanggal jadwal Pantai Drini.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Selasa 27 Oktober 2026. Simak jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.