Awan Panas Merapi Meluncur 2 Km Pagi Ini, BPPTKG: Jauhi Zona Bahaya
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Ilustrasi tidur./qz.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Air liur yang menetes saat tidur atau yang sering disebut “ngiler” merupakan kondisi umum yang dialami banyak orang. Meski kerap dianggap sepele, kebiasaan ini bisa mengganggu kenyamanan tidur. Kabar baiknya, ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Dikutip dari Channel News Asia, Minggu (14/6/2026), sejumlah ahli menyebut, posisi tidur menjadi faktor utama yang memengaruhi keluarnya air liur di malam hari. Tidur dalam posisi telentang dinilai sebagai posisi paling efektif untuk mengurangi risiko ngiler. Posisi ini membantu menjaga air liur tetap berada di dalam mulut, berbeda dengan posisi miring atau tengkurap yang membuatnya lebih mudah keluar.
Bagi yang sulit mempertahankan posisi telentang, penggunaan bantal tambahan di sisi tubuh bisa membantu menjaga posisi tetap stabil sepanjang malam.
Selain itu, pernapasan juga berperan penting. Hidung tersumbat akibat alergi atau pilek membuat seseorang cenderung bernapas melalui mulut saat tidur. Kondisi ini memperbesar kemungkinan air liur keluar. Oleh karena itu, mengatasi sumbatan hidung dengan obat alergi atau cara alami dapat membantu mengurangi masalah ini.
Penggunaan plester hidung juga bisa menjadi solusi untuk melancarkan pernapasan. Namun, para ahli tidak menyarankan penggunaan plester mulut karena berisiko mengganggu aliran udara saat tidur.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah pola makan sebelum tidur. Konsumsi makanan manis, asam, pedas, atau berlemak menjelang waktu tidur dapat merangsang produksi air liur berlebih. Untuk itu, disarankan memberi jeda waktu antara makan malam dan waktu tidur.
Selain makanan, penggunaan alat gigi seperti retainer atau aligner juga dapat memicu produksi air liur jika menimbulkan rangsangan pada rongga mulut. Mengurangi pergerakan gigi saat menggunakan alat tersebut bisa membantu mengatasinya.
Meski umumnya tidak berbahaya, ngiler saat tidur perlu diwaspadai jika terjadi berlebihan atau muncul tiba-tiba. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan seperti sleep apnea atau masalah pada saluran pernapasan.
Pada anak-anak, penyebabnya bisa berupa pembesaran amandel atau adenoid. Sementara pada orang dewasa, jaringan di tenggorokan yang kendur atau berlemak dapat menghambat jalur napas.
Dalam beberapa kasus, produksi air liur berlebih juga berkaitan dengan gangguan neurologis seperti Parkinson, stroke, atau kondisi lain yang memengaruhi kemampuan menelan.
Penanganan kondisi ini sangat bergantung pada penyebabnya. Mulai dari terapi sederhana seperti latihan otot mulut, penggunaan alat bantu pernapasan seperti CPAP, hingga tindakan medis seperti operasi atau terapi khusus pada kelenjar ludah.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kekurangan air liur justru bisa lebih berbahaya dibandingkan kelebihan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan dan segera berkonsultasi dengan dokter jika kondisi terasa tidak normal.
Dengan memahami penyebab dan menerapkan kebiasaan yang tepat, masalah ngiler saat tidur bisa diatasi sehingga kualitas istirahat tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Veda Ega Pratama puas jadi tercepat di practice Moto3 Jerman (1'25.848), tetapi targetkan perbaikan. Bangkit dari posisi 23 di FP1. "Setelan motor lebih baik.