Libur Sekolah, Penumpang Whoosh Tembus 573.780 Orang
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Ilustrasi perut besar/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Seorang perempuan bernama Kayla Rahn tak menyangka berat badannya yang bertambah hingga 23 kg karena kista yang tumbuh di dalam perut.
Dikutip Himedik dari Inside Edition, Kayla mulai merasa ada keanehan di perutnya sejak September 2017. Ia sering mengalami sesak napas dan sakit perut, yang semula dikira terjadi karena tubuhnya yang menggemuk.
"Saya beralih dari pekerjaan yang sibuk ke pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga. Saya mulai mencoba menurunkan berat badan tetapi tidak turun-turun," ujarnya.
Kayla mengatakan dia pergi ke beberapa dokter yang menyuruhnya untuk mengubah pola dietnya dan berhenti minum soda. Namun ketika berat badan tidak turun dan sakit perut terus berlanjut, dia mulai berpikir ada hal lain yang sedang terjadi.
Keyakinannya semakin bulat saat berat badannya terus bertambah. Ditambah lagi orang-orang sering bertanya padanya dalam beberapa kesempatan apakah Kayla hamil serta pakaiannya yang tidak lagi pas di badan.
Setelah ibu Kayla mendengar keluhannya selama setahun, dia mendorong putrinya untuk pergi ke Rumah Sakit Jackson pada Mei 2018.
Pemeriksaan CT Scan oleh dokter menemukan ada massa raksasa dan memberi tahu Kayla bahwa dia perlu menjalani operasi pada hari berikutnya.
Dokter mengatakan massa itu kemungkinan jinak, yang ternyata merupakan kista seberat 23 kilogram di indung telurnya.
Gregory Jones, seorang dokter kandungan-ginekologi di rumah sakit setempat, mengatakan merupakan hal baik karena Kayla tahu ada sesuatu yang salah pada dirinya.
"Dia mencari bantuan dari banyak dokter, dan kami telah berhasil mengangkatnya. Bagian yang menarik adalah dia tidak pernah kaget soal hal ini," ujar Jones.
Dokter berhasil mengangkat kista dan Kayla telah kehilangan 34 kilogram sejak operasi 26 Mei. Dia bilang dia bahagia dan merasa jauh lebih baik.
"Jadilah penasihat bagi diri sendiri. Jika satu dokter tidak berhasil, pergi ke dokter lain. Jangan menyerah," tutup Kayla.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.