Messi Cetak Gol dan Assist, Inter Miami Kalahkan New England 2-1
Lionel Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Inter Miami bangkit mengalahkan New England Revolution 2-1 di MLS.
Ilustrasi./ Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Pernah mendapati napas berbau tidak sedap ketika bangun tidur, meski sudah menyikat gigi sebelum tidur? Kondisi ini cukup umum terjadi dan dikenal dengan istilah medis halitosis.
Bau mulut pada pagi hari umumnya berkaitan dengan perubahan kondisi rongga mulut selama seseorang tidur. Namun, selain faktor kebersihan gigi dan mulut, sejumlah masalah kesehatan serta kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi aroma napas.
Karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya agar langkah penanganan yang dilakukan sesuai. Berikut enam faktor yang dapat memicu bau mulut saat bangun tidur.
Salah satu penyebab paling umum bau mulut pada pagi hari adalah menurunnya produksi air liur selama tidur.
Air liur berperan membantu membersihkan sisa makanan sekaligus mengendalikan pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut. Ketika produksinya berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa sulfur yang menimbulkan aroma tidak sedap.
Kondisi tersebut membuat napas terasa lebih bau ketika seseorang baru bangun tidur.
Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur juga dapat memicu bau napas. Aliran udara yang terus melewati rongga mulut membuat kelembapannya berkurang sehingga mulut menjadi kering atau mengalami xerostomia.
Mulut kering dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri penyebab bau tidak sedap. Kondisi ini kerap berkaitan dengan hidung tersumbat akibat alergi, pilek, maupun sinusitis.
Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, permukaan lidah, dan sekitar gusi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Ketika sisa makanan tersebut diuraikan oleh bakteri, muncul senyawa yang dapat menyebabkan aroma napas tidak sedap. Jika kebersihan rongga mulut tidak terjaga, penumpukan bakteri dapat memperburuk bau mulut saat pagi hari.
Gangguan kesehatan gigi dan gusi juga dapat menjadi sumber bau mulut. Gigi berlubang serta peradangan jaringan gusi dapat menciptakan tempat bagi bakteri untuk berkembang.
Bau mulut yang disertai gusi berdarah atau nyeri ketika mengunyah perlu mendapat perhatian. Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan gigi dan mulut yang membutuhkan pemeriksaan dokter gigi.
Penyakit refluks gastroesofageal atau gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa asam atau pahit di mulut. Pada sebagian orang, refluks juga dapat berkaitan dengan aroma napas yang tidak sedap.
Jika bau mulut disertai keluhan refluks, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
Apa yang dikonsumsi dan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi aroma napas.
Makanan seperti bawang putih dan bawang bombai dapat meninggalkan aroma kuat. Konsumsi alkohol serta kebiasaan merokok juga berpotensi memperburuk bau mulut.
Khusus merokok, kebiasaan ini dapat membuat rongga mulut lebih kering sekaligus meningkatkan risiko infeksi gusi.
Setelah mengetahui penyebabnya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kelembapan rongga mulut.
Sikat gigi secara teratur. Bersihkan gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, terutama sebelum tidur.
Bersihkan lidah dan sela gigi. Gunakan pembersih lidah serta dental floss atau benang gigi untuk mengangkat sisa makanan di area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Penuhi kebutuhan cairan. Minum air putih yang cukup untuk membantu menjaga kelembapan rongga mulut.
Hindari rokok dan batasi makanan beraroma tajam. Mengurangi kebiasaan merokok serta konsumsi makanan beraroma kuat pada malam hari dapat membantu mengurangi pemicu bau napas.
Bau mulut sesaat setelah bangun tidur umumnya merupakan kondisi normal dan dapat berkurang setelah seseorang makan atau menyikat gigi.
Namun, jika aroma tidak sedap terus bertahan meskipun kebersihan gigi dan mulut sudah dijaga, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pada gigi, gusi, atau kondisi kesehatan lain yang memicu bau mulut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Inter Miami bangkit mengalahkan New England Revolution 2-1 di MLS.
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Komisi A DPRD Jogja mendorong adanya kendala pemerintahan digital dan memperkuat audit eksternal untuk meningkatkan layanan publik.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena dan tiga personel dinonaktifkan serta diperiksa Propam Polri terkait penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Kajian Celios memperkirakan kerugian kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp224,65 triliun, dengan potensi 41,89 juta orang terdampak ISPA.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.