KPK Periksa Empat Pegawai BNPB Terkait Dugaan Korupsi Dana Bencana
KPK memeriksa empat pegawai BNPB sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai. Penyidik sebelumnya menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Foto ilustrasi air mineral dalam kemasan atau air minum dalam kemasan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Air yang terlihat jernih belum tentu layak dikonsumsi. Kontaminan seperti mikroba dan logam berat tidak selalu dapat dikenali secara kasatmata, padahal air minum dikonsumsi setiap hari oleh seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.
Data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan tahun 2023 menunjukkan akses masyarakat Indonesia terhadap air minum yang layak dikonsumsi baru mencapai 20,49 persen. Angka tersebut menggambarkan bahwa upaya memastikan kualitas air masih menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga.
Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, Marlina Tanjung, mengatakan hidrasi bukan hanya berkaitan dengan kecukupan minum, tetapi juga kebersihan dan higienitas air yang dikonsumsi.
“Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, yang pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi serta berdampak pada proses tumbuh kembang,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Tinjauan sistematis berjudul Safe Drinking Water and Its Impact on Children’s Growth and Development yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health mengaitkan gangguan kesehatan pencernaan dengan risiko stunting yang disebut dapat mencapai 4,14 kali lebih tinggi.
Kejernihan Saja Tidak Cukup untuk Menilai Kualitas Air
Kejernihan merupakan salah satu aspek kualitas air yang dapat dilihat secara langsung. Namun, kualitas air minum juga dipengaruhi oleh sumber air, proses pengolahan, higienitas kemasan, pengujian kualitas, penyimpanan, hingga perlindungan produk sebelum dikonsumsi.
Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation Aqua, Tria Rosemiarti, mengatakan masyarakat perlu memahami berbagai aspek tersebut sebelum menentukan pilihan air minum.
“Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum. Karena itu, keluarga perlu semakin kritis memahami sumber air, proses pengolahan, higienitas, hingga bagaimana kualitas produk dijaga sebelum sampai kepada konsumen.”
Selain aspek pengolahan, keterlacakan produk juga menjadi hal penting. Konsumen perlu dapat mengetahui identitas produsen, proses pembuatan produk, serta pihak yang dapat dihubungi apabila ditemukan masalah.
Perhatikan Identitas Produsen dan Informasi Kemasan
Air minum dalam kemasan bermerek umumnya mencantumkan identitas produsen serta label dan segel yang dapat diperiksa. Produk juga dapat memiliki izin edar dari BPOM, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta menerapkan standar proses yang terdokumentasi dan mekanisme pengendalian serta penelusuran kualitas.
Sementara itu, informasi pada galon isi ulang dari depot air minum atau kemasan tanpa identitas merek dan produsen yang jelas dapat berbeda-beda antartempat. Informasi mengenai sumber air, proses pencucian, standar sanitasi, pengujian, dan penanggung jawab produk perlu diperhatikan oleh konsumen.
Kondisi tersebut tidak berarti seluruh air isi ulang tidak aman dikonsumsi. Namun, konsumen perlu memastikan informasi mengenai sumber air dan proses penanganannya sebelum membeli.
AQILA Ajak Anak dan Orang Tua Mengenali Kualitas Air
Melalui karakter Gen Alpha yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, AQILA, Aqua mengajak anak dan orang tua mencari tahu asal air, cara kualitasnya dijaga, serta hal-hal sederhana yang dapat diperiksa pada kemasan.
Marketing Director Aqua, Adisti Nirmala, mengatakan rasa ingin tahu anak dapat menjadi pintu masuk bagi keluarga untuk membangun pemahaman tentang kualitas air sejak dini.
“Melalui AQILA, kami ingin menjadikan rasa ingin tahu tersebut sebagai sesuatu yang positif dengan mengajak anak dan orang tua bersama-sama memahami apa yang mereka konsumsi setiap hari, termasuk mengenali kualitas air minum dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.
Upaya mengenali kualitas air minum dapat dimulai dengan memperhatikan sumber air, proses pengolahan, kebersihan kemasan, informasi produsen, serta mekanisme pengendalian kualitas. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, keluarga dapat lebih cermat dalam menentukan pilihan air minum untuk konsumsi sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK memeriksa empat pegawai BNPB sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai. Penyidik sebelumnya menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.