Minum Es saat Hujan Bikin Batuk Pilek? Ini Penjelasan Dokter

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 21:27 WIB
Minum Es saat Hujan Bikin Batuk Pilek? Ini Penjelasan Dokter

Foto ilustrasi anak sakit flu. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Minum es saat musim hujan tidak secara langsung menyebabkan flu, batuk, maupun pilek. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menjelaskan penyakit tersebut disebabkan oleh virus, bukan karena seseorang mengonsumsi minuman dingin.

Sukamto mengatakan seseorang tidak akan terkena flu akibat minum es apabila tidak tertular virus penyebab infeksi. Karena itu, orang yang sehat tetap boleh mengonsumsi minuman dingin sesuai kebutuhannya.

"Jadi kalau badan sehat, silakan saja minum es. Kalau sedang batuk pilek atau punya alergi saluran napas, sebaiknya dikurangi dulu," tutur Sukamto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Ia juga menjabat Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Minuman Dingin Bisa Memicu Gejala pada Saluran Napas Sensitif

Meski bukan penyebab infeksi, minuman dingin dapat memicu gejala tertentu pada orang yang memiliki saluran pernapasan sensitif. Kondisi ini dapat dialami penderita rinitis alergi maupun asma.

Sukamto menjelaskan, reaksi yang muncul bisa berupa bersin, hidung tersumbat, hingga batuk. Gejala tersebut merupakan respons iritasi, bukan infeksi akibat minuman dingin.

Selain itu, orang yang memiliki penyakit saluran pernapasan perlu memperhatikan kondisi lingkungan selama musim hujan. Udara lembap dapat mendukung perkembangan jamur dan tungau debu rumah yang berpotensi memicu kekambuhan asma atau rinitis alergi.

Waspadai Flu, DBD, hingga Diare saat Musim Hujan

Menurut Sukamto, risiko penularan penyakit pernapasan dapat meningkat ketika hujan membuat orang lebih banyak berkumpul di dalam ruangan. Situasi tersebut mempermudah penularan virus, termasuk influenza, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan COVID-19.

Masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit lain yang berkaitan dengan kondisi lingkungan saat musim hujan. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Sementara itu, banjir dapat meningkatkan risiko penyakit diare dan tifoid. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan perlu dilakukan sejak dini.

“BMKG juga sudah mengingatkan bahwa jarak dari awal musim hujan ke puncaknya tahun ini pendek, jadi sebaiknya kita bersiap dari sekarang,” tutur Sukamto, yang merupakan dosen tetap di Divisi Alergi Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Cara Mencegah Penyakit saat Musim Hujan

Sukamto mengingatkan bahwa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan merupakan periode yang perlu diwaspadai, terlebih setelah kemarau berlangsung cukup panjang.

"Selama berbulan-bulan saluran napas kita terpapar udara kering, debu, dan polusi, jadi pertahanannya sudah agak terganggu. Lalu hujan datang, suhu dan kelembapan berubah cepat, dan tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” ujarnya.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat dapat memulai pencegahan melalui kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:

  • Mencukupi waktu tidur agar tubuh mendapat istirahat yang memadai.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur dan buah.
  • Minum air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.
  • Mencuci tangan secara rutin untuk membantu mengurangi risiko penularan penyakit.
  • Menggunakan masker ketika mengalami batuk atau pilek maupun saat berada di tempat ramai.
  • Menerapkan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air, disertai langkah pencegahan tambahan agar nyamuk tidak berkembang biak.
  • Menjaga ventilasi rumah agar ruangan tidak terlalu lembap.

Perlukah Mengonsumsi Suplemen Vitamin?

Sukamto juga menjelaskan bahwa konsumsi suplemen vitamin perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. Jika pola makan sudah baik, seseorang tidak perlu mengonsumsi suplemen dalam dosis tinggi.

Ia mengingatkan bahwa suplemen vitamin bukan pengganti pola hidup sehat maupun vaksinasi. Karena itu, menjaga asupan makanan, beristirahat cukup, menerapkan kebersihan, dan mengikuti vaksinasi sesuai anjuran tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan selama musim hujan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online