Everton Singkirkan Newcastle 3-1, Lolos ke Perempat Final Piala Liga
Everton mengalahkan Newcastle United 3-1 dan melaju ke perempat final Piala Liga. The Toffees selanjutnya akan menghadapi Fleetwood Town.
Biji kopi - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Kopi dan teh kerap menjadi pilihan untuk membantu tubuh tetap terjaga saat beraktivitas. Kandungan kafein di dalamnya memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Namun, konsumsi kafein secara berlebihan justru berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Kafein merupakan zat stimulan alami yang bekerja pada sistem saraf pusat. Selain terdapat dalam kopi dan teh, zat ini juga ditemukan dalam cokelat, minuman energi, serta beberapa jenis obat.
Dampak konsumsi kafein bisa berbeda pada setiap orang. Tingkat sensitivitas tubuh, jumlah asupan, dan kondisi kesehatan turut memengaruhi respons yang muncul. Berikut 12 efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi kafein berlebihan.
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah kesulitan tidur. Kafein merangsang sistem saraf pusat sehingga tubuh tetap terjaga lebih lama dan rasa kantuk berkurang.
Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat membuat seseorang sulit terlelap hingga mengalami insomnia.
Asupan kafein yang terlalu tinggi dapat memicu peningkatan detak jantung. Sebagian orang mungkin merasakan jantung berdebar atau berdetak lebih cepat dari biasanya.
Efek ini dapat lebih terasa pada orang yang sensitif terhadap kafein maupun mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Kafein merangsang aktivitas sistem saraf. Dalam jumlah berlebihan, rangsangan tersebut dapat membuat seseorang merasa gelisah, gugup, dan lebih mudah cemas.
Bahkan, orang dengan sensitivitas tinggi terhadap kafein bisa mengalami keluhan tersebut meskipun jumlah yang dikonsumsi tidak terlalu banyak.
Sakit kepala juga dapat muncul akibat konsumsi kafein berlebihan. Selain itu, perubahan kebiasaan mengonsumsi kafein bisa memicu keluhan serupa.
Risiko ini terutama dialami orang yang terbiasa mengonsumsi kafein setiap hari, kemudian tiba-tiba mengurangi atau menghentikan asupannya.
Pada sebagian orang, kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung. Jika dikonsumsi berlebihan, zat ini berpotensi menyebabkan perut terasa tidak nyaman, mual, atau memperburuk gejala asam lambung.
Salah satu keluhan yang mungkin muncul adalah sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn).
Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat merangsang sistem saraf secara berlebihan. Kondisi ini bisa membuat tangan gemetar atau tubuh terasa sulit diam.
Keluhan tersebut terkadang disertai kegelisahan, keringat berlebih, dan jantung berdebar.
Kafein dapat menyebabkan tekanan darah meningkat untuk sementara waktu. Meski respons setiap orang berbeda, orang dengan tekanan darah tinggi atau kondisi kardiovaskular tertentu perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsinya.
Asupan kafein dalam jumlah besar dapat mengganggu kondisi perut dan memicu mual. Pada kondisi tertentu, keluhan tersebut bahkan dapat berkembang menjadi muntah.
Risiko ini lebih besar ketika seseorang mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.
Kafein memiliki efek diuretik, yakni dapat meningkatkan pengeluaran urine. Karena itu, sebagian orang mungkin merasa lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsi minuman berkafein.
Konsumsi kafein secara rutin dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Ketika asupan dikurangi secara mendadak, tubuh bisa menunjukkan sejumlah gejala.
Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan mudah tersinggung.
Dalam jumlah tertentu, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, konsumsi berlebihan justru berpotensi mengganggu konsentrasi.
Gangguan tidur dan rasa gelisah akibat terlalu banyak kafein dapat membuat seseorang kesulitan fokus sehingga produktivitas ikut menurun.
Keracunan kafein merupakan dampak serius yang dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi zat tersebut dalam jumlah sangat besar.
Gejalanya dapat berupa muntah, jantung berdebar cepat atau tidak teratur, kebingungan, hingga kejang. Kondisi dengan gejala berat memerlukan pertolongan medis segera.
Konsumsi kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi jumlah yang berlebihan berisiko mengganggu kesehatan. Karena itu, penting untuk memperhatikan asupan kafein dari berbagai sumber, bukan hanya kopi, tetapi juga teh, cokelat, minuman energi, dan obat-obatan tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Everton mengalahkan Newcastle United 3-1 dan melaju ke perempat final Piala Liga. The Toffees selanjutnya akan menghadapi Fleetwood Town.
Survei Wellcome Global Monitor 2026 menempatkan Spanyol sebagai negara paling percaya sains. Indonesia berada di peringkat ke-89 dari 140 negara.
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.
Hyundai menyiapkan SUV listrik ringkas IONIQ P yang diproduksi di India. Model ini menyasar pasar EV massal dengan harga terjangkau
Kylian Mbappe kehilangan sejumlah sponsor di China setelah video wawancaranya soal Mao Zedong viral. Dongpeng, Mengniu, dan Milkground putus kerja sama.
Kemenimipas membuka 32 formasi mutasi ASN auditor 2026. Simak jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, ketentuan, dan cara mendaftar.