Diskon Tiket Pesawat Nataru 2026, Ini Cara Cek Harga dan Promonya
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp722 miliar untuk diskon tiket pesawat Nataru 2026/2027. Simak periode perjalanan dan cara mengecek harganya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Menjaga asupan cairan menjadi salah satu hal penting saat berolahraga. Ketika tubuh melakukan aktivitas fisik, keringat yang keluar menyebabkan cairan berkurang. Jika tidak diganti dengan tepat, kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Namun, menentukan waktu minum air saat olahraga masih menjadi pertanyaan bagi sebagian orang. Apakah harus minum setiap beberapa menit atau cukup ketika merasa haus?
Melansir Verywell Health, kebutuhan cairan selama berolahraga tidak sama untuk setiap orang. Durasi dan intensitas latihan, suhu lingkungan, kelembapan udara, serta banyaknya keringat yang dikeluarkan turut menentukan jumlah cairan yang perlu diganti.
Berikut beberapa panduan mengatur waktu minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi selama beraktivitas fisik.
Untuk olahraga yang berlangsung sekitar satu jam atau kurang dalam kondisi lingkungan yang nyaman, minum ketika merasa haus umumnya sudah cukup untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Meski demikian, kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan, terutama ketika melakukan aktivitas dengan intensitas cukup tinggi. Jangan mengabaikan rasa haus atau tanda-tanda tubuh mulai kekurangan cairan.
Sementara itu, olahraga berdurasi lebih panjang membutuhkan perhatian ekstra. Kamu dapat minum beberapa teguk air setiap 15–20 menit, khususnya ketika berlatih dalam cuaca panas atau melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi.
Jumlah keringat yang dihasilkan setiap orang berbeda-beda. Ukuran tubuh, intensitas latihan, jenis pakaian, suhu, dan kelembapan lingkungan dapat memengaruhi banyaknya cairan yang hilang.
Salah satu cara memperkirakan kebutuhan cairan adalah membandingkan berat badan sebelum dan sesudah berolahraga. Pengukuran ini dapat memberikan gambaran mengenai jumlah keringat yang keluar selama latihan.
Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Timbang berat badan sebelum latihan, idealnya setelah buang air kecil.
Catat jumlah cairan yang diminum selama berolahraga.
Timbang kembali berat badan setelah latihan dan keringat dikeringkan.
Perhitungkan pula jumlah urine yang dikeluarkan selama latihan.
Selisih berat badan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah keringat yang keluar. Hasilnya bisa menjadi acuan untuk menyesuaikan kebutuhan cairan pada sesi olahraga berikutnya.
Rumus perkiraan laju keringat:
Laju keringat = (berat badan sebelum olahraga - berat badan setelah olahraga + cairan yang diminum) ÷ durasi latihan dalam jam.
Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap kebutuhan air saat berolahraga. Ketika suhu udara meningkat, tubuh cenderung mengeluarkan lebih banyak keringat untuk membantu mengatur suhu tubuh.
Kelembapan udara yang tinggi juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam kondisi tersebut, keringat lebih sulit menguap sehingga proses pendinginan tubuh menjadi kurang efektif.
Karena itu, orang yang berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas mungkin membutuhkan asupan cairan lebih banyak dibandingkan ketika berlatih di lingkungan yang sejuk. Perhatikan kondisi tubuh dan sesuaikan waktu minum selama latihan berlangsung.
Mengganti cairan yang hilang memang penting, tetapi bukan berarti semakin banyak air yang diminum akan semakin baik. Asupan cairan yang berlebihan dapat menyebabkan hiponatremia terkait olahraga atau exercise-associated hyponatremia.
Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah turun terlalu rendah akibat kelebihan cairan. Gejalanya dapat berupa perut kembung, mual, muntah, sakit kepala, kebingungan, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki.
Karena itu, jangan memaksakan diri minum air dalam jumlah berlebihan untuk mengganti seluruh keringat yang keluar. Kebutuhan cairan perlu disesuaikan dengan durasi dan intensitas olahraga serta kondisi tubuh masing-masing.
Pada akhirnya, menjaga hidrasi saat olahraga bukan hanya soal banyaknya air yang diminum, tetapi juga waktu dan kebutuhan tubuh. Dengan mengenali rasa haus, memperhatikan jumlah keringat, serta mempertimbangkan kondisi cuaca, kamu dapat mengatur asupan cairan agar aktivitas fisik tetap nyaman dan risiko gangguan akibat kekurangan maupun kelebihan cairan dapat dihindari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp722 miliar untuk diskon tiket pesawat Nataru 2026/2027. Simak periode perjalanan dan cara mengecek harganya.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.
DPRD Kulon Progo meminta Pemkab memperhatikan drainase saat membangun jalan untuk mencegah genangan dan kerusakan infrastruktur.
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.