Penelitian Ungkap Wajah Bisa Menunjukkan Kelas Ekonomi Seseorang

Jumali
Jumali Senin, 02 November 2026 11:37 WIB
Penelitian Ungkap Wajah Bisa Menunjukkan Kelas Ekonomi Seseorang

Perawatan wajah - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Wajah seseorang ternyata dapat memengaruhi penilaian orang lain terhadap kondisi ekonominya. Sebuah penelitian dari Universitas Toronto menemukan bahwa orang bisa menebak apakah seseorang berasal dari kelompok kaya atau kelas pekerja hanya dengan melihat foto wajah.

Temuan ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap status sosial tidak selalu didasarkan pada informasi tentang pekerjaan, penghasilan, atau latar belakang seseorang. Bahkan, ekspresi wajah dapat membentuk persepsi orang lain sebelum mereka mengenal lebih jauh individu tersebut.

Dalam penelitian itu, para peneliti menggunakan 160 foto hitam putih yang terdiri dari 80 pria dan 80 wanita. Seluruh subjek foto memiliki ekspresi netral dan tidak mengenakan aksesori yang dapat memberikan petunjuk mengenai status ekonomi.

Komposisi foto dibagi sama rata: separuh berasal dari kelompok kaya dan separuh lainnya dari kelas pekerja. Foto-foto tersebut kemudian diperlihatkan kepada responden yang diminta memperkirakan kelas sosial orang di dalam gambar.

Hasilnya, sebanyak 68% responden berhasil menebak kelas ekonomi dengan benar. Menariknya, mereka tidak menyadari petunjuk apa yang digunakan ketika membuat penilaian tersebut.

"Ketika ditanya bagaimana caranya, mereka tidak tahu. Mereka tidak menyadari bagaimana mereka bisa menebaknya dengan benar," kata R-Thora Bjorsdottir, peneliti studi tersebut, dikutip dari CNBC Make It.

Mata dan Mulut Jadi Petunjuk Penilaian

Peneliti kemudian memperbesar sejumlah bagian wajah untuk mengetahui fitur yang paling berpengaruh terhadap penilaian responden. Hasilnya, mata dan mulut menjadi bagian yang banyak membantu responden memperkirakan kelas ekonomi seseorang.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology tersebut, orang dari kelompok kaya cenderung memiliki ekspresi yang terlihat lebih bahagia dan tidak cemas. Sebaliknya, wajah orang dari kelas pekerja dinilai lebih sering menunjukkan kesan tertekan.

"Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah banyak dibahas dalam penelitian terdahulu. Namun studi ini menemukan bahwa perbedaan kekayaan seseorang bisa tercermin dari wajah setiap orang," ujarnya.

Penelitian tersebut mengaitkan perbedaan ekspresi itu dengan kondisi kehidupan. Orang yang memiliki lebih banyak uang dinilai cenderung merasa lebih bahagia dan tidak terlalu dibebani kecemasan dibandingkan mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, temuan tersebut bukan berarti kondisi ekonomi seseorang dapat dipastikan hanya dari penampilan wajah. Penilaian berdasarkan ekspresi tetap merupakan persepsi dan tidak bisa menggantikan informasi nyata mengenai pendapatan atau latar belakang seseorang.

Menebak Status Ekonomi dari Wajah Berisiko Memicu Diskriminasi

Peneliti Nicholas O. Rule mengingatkan bahwa kemampuan orang menebak kelas sosial berdasarkan wajah dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Persepsi tersebut berpotensi memengaruhi cara seseorang memperlakukan orang lain.

Orang yang dianggap memiliki wajah kaya, misalnya, bisa mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan mereka yang dinilai berasal dari kelas pekerja. Padahal, penilaian itu hanya didasarkan pada kesan visual, bukan kondisi ekonomi yang telah diketahui.

"Persepsi berbasis wajah tentang kelas sosial mungkin memiliki konsekuensi yang penting... Kita tahu ada yang disebut siklus kemiskinan dan ini berpotensi menjadi salah satu kontributornya," kata Rule.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa penampilan tidak seharusnya dijadikan dasar untuk menentukan status ekonomi maupun memperlakukan seseorang secara berbeda. Sebab, ekspresi wajah tidak selalu menggambarkan keadaan finansial, pengalaman hidup, ataupun kemampuan seseorang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online