Benarkah Kecerdasan Anak Lebih Banyak Diwariskan dari Ibu?

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 21:07 WIB
Benarkah Kecerdasan Anak Lebih Banyak Diwariskan dari Ibu?

Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Kecerdasan anak kerap dikaitkan dengan faktor keturunan, termasuk anggapan bahwa ibu memiliki peran genetik lebih besar dibandingkan ayah. Salah satu penjelasan yang sering muncul adalah keberadaan gen terkait kemampuan kognitif pada kromosom X.

Perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan laki-laki mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Perbedaan ini kemudian memunculkan anggapan bahwa ibu memiliki peluang lebih besar mewariskan kecerdasan kepada anak.

Sejumlah tulisan populer bahkan menyebut gen kecerdasan yang diwariskan ayah dapat dinonaktifkan oleh mekanisme tertentu di dalam tubuh. Namun, apakah benar kecerdasan anak lebih banyak ditentukan oleh ibu?

Kromosom X dan Kaitannya dengan Kecerdasan

Anggapan mengenai dominasi gen ibu berawal dari penelitian tentang gen-gen yang berkaitan dengan kemampuan kognitif dan mekanisme pewarisan genetik.

Dalam penjelasan yang banyak beredar, perempuan memiliki dua kromosom X sehingga dapat mewariskan salah satu kromosom tersebut kepada anak. Sementara itu, laki-laki hanya memiliki satu kromosom X.

Teori tersebut kemudian dikaitkan dengan genomic imprinting, yakni mekanisme ketika aktivitas gen tertentu dipengaruhi oleh asal pewarisannya, baik dari ibu maupun ayah.

Meski demikian, keberadaan gen pada kromosom X tidak serta-merta membuktikan bahwa kecerdasan anak lebih banyak berasal dari ibu. Kemampuan kognitif merupakan sifat kompleks yang melibatkan banyak faktor genetik dan lingkungan.

Studi terhadap 12.686 Remaja

Salah satu penelitian yang kerap dikutip dalam pembahasan mengenai pewarisan kecerdasan melibatkan 12.686 remaja berusia 14 hingga 22 tahun.

Data penelitian tersebut mencakup sejumlah variabel, antara lain ras, tingkat pendidikan, dan status sosial ekonomi. Hasilnya disebut menunjukkan bahwa IQ ibu menjadi salah satu prediktor kuat untuk memperkirakan kecerdasan anak.

Temuan itu kemudian banyak digunakan untuk mendukung anggapan bahwa ibu mempunyai peran penting dalam pewarisan kemampuan kognitif.

Namun, hubungan antara IQ ibu dan kecerdasan anak tidak otomatis membuktikan bahwa faktor genetik dari ibu menjadi satu-satunya penentu. Kemiripan kemampuan kognitif juga dapat dipengaruhi lingkungan keluarga, pendidikan, pola komunikasi, serta pengalaman selama masa tumbuh kembang.

Ayah Tetap Memiliki Peran dalam Perkembangan Anak

Anggapan bahwa kecerdasan lebih banyak diwariskan ibu bukan berarti ayah tidak berperan dalam perkembangan kemampuan anak.

Kedua orang tua memberikan kontribusi genetik. Selain itu, lingkungan yang dibangun bersama di rumah turut memengaruhi perkembangan kemampuan berpikir, pengendalian emosi, dan keterampilan sosial anak.

Pola pengasuhan, kesempatan belajar, asupan gizi, kualitas interaksi, serta stimulasi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak.

Dengan demikian, kecerdasan anak tidak tepat jika disebut sebagai warisan mutlak dari ibu. Faktor keturunan dari kedua orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh sama-sama perlu diperhitungkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online