Kiat Menghadapi Beda Pendapat soal Pola Asuh dengan Kakek-Nenek

Newswire
Newswire Selasa, 13 Oktober 2026 09:07 WIB
Kiat Menghadapi Beda Pendapat soal Pola Asuh dengan Kakek-Nenek

Foto ilustrasi pengasuhan anak dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGpt.

Harianjogja.com, JAKARTA—Perbedaan pandangan mengenai pola asuh anak kerap muncul ketika kakek dan nenek ikut membantu merawat cucu. Pengalaman pengasuhan dari generasi sebelumnya dapat menjadi masukan bagi orang tua, tetapi penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog, mengatakan orang tua dapat mempertimbangkan pengalaman generasi sebelumnya dalam menentukan cara mengasuh anak. Namun, saran dari kakek dan nenek sebaiknya tidak diterapkan begitu saja tanpa mempertimbangkan informasi ilmiah dan rekomendasi tenaga ahli.

Saat dihubungi pada Senin (12/10/2026), Rose mengingatkan bahwa orang tua tetap menjadi pihak yang memegang tanggung jawab utama dalam pengasuhan anak. Karena itu, orang tua perlu menentukan aturan yang jelas mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama anak diasuh.

"Yang bertanggung jawab pada anak, sekali lagi saya bilang adalah orang tuanya. Maka orang tua yang harus bikin aturannya, do and don't-nya," katanya.

Sampaikan Alasan dengan Jelas dan Santun

Perbedaan pola asuh dapat terjadi karena pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak terus berkembang. Cara pengasuhan yang dahulu dianggap tepat belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap anak saat ini.

Menurut Rose, pola asuh perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak serta didasarkan pada informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata mengikuti kebiasaan turun-temurun.

Ketika orang tua memiliki pandangan berbeda dengan kakek dan nenek, komunikasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah konflik dalam keluarga. Orang tua disarankan menjelaskan alasan di balik keputusan pengasuhan dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami.

"Kalau kita tidak sepaham dengan kakek-nenek, berikan alasan yang jelas, sehingga hal itu mungkin bisa diterima oleh orang tua kita atau kakek-nenek," katanya.

Dengan penjelasan yang jelas, kakek dan nenek diharapkan dapat memahami pertimbangan orang tua. Pendekatan ini juga membantu keluarga menyamakan pemahaman mengenai kebutuhan anak tanpa mengabaikan pengalaman anggota keluarga yang ikut merawatnya.

Ajak Kakek-Nenek Berkonsultasi dengan Dokter Anak

Selain membangun komunikasi, Rose menyarankan orang tua mengajak kakek dan nenek berkonsultasi bersama dokter anak. Konsultasi dapat membantu keluarga memperoleh penjelasan langsung dari tenaga ahli mengenai rekomendasi pengasuhan yang sesuai dengan kondisi anak.

Langkah ini dinilai berguna ketika muncul perbedaan pandangan mengenai pemberian makanan, pemenuhan nutrisi, maupun perawatan bayi. Dengan mendapatkan informasi dari tenaga ahli, anggota keluarga yang terlibat dalam pengasuhan dapat memahami alasan di balik anjuran tertentu.

Rose mencontohkan, orang tua dapat mengajak kakek dan nenek berkonsultasi mengenai pemberian makanan kepada bayi. Informasi tentang makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk kondisi khusus seperti alergi, perlu diketahui oleh seluruh anggota keluarga yang ikut mengasuh.

Pemahaman bersama tersebut penting agar setiap orang mengetahui tindakan yang perlu dilakukan maupun dihindari demi menjaga kesehatan anak.

Samakan Pemahaman demi Keamanan Anak

Keterlibatan kakek dan nenek dapat membantu orang tua dalam merawat anak. Namun, pembagian peran tersebut perlu disertai kesepakatan mengenai aturan pengasuhan agar anak memperoleh perawatan yang konsisten.

Masalah pengasuhan dan perawatan anak kembali menjadi sorotan setelah muncul pemberitaan tentang bayi di Surabaya yang dilaporkan meninggal setelah diduga diberi telur mentah oleh anggota keluarganya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pemahaman mengenai kebutuhan dan keamanan anak, terutama dalam hal pemberian makanan kepada bayi. Informasi yang tepat perlu dibagikan kepada semua pihak yang terlibat dalam pengasuhan.

Dengan komunikasi yang terbuka, aturan yang jelas, serta konsultasi dengan tenaga ahli ketika diperlukan, orang tua dan kakek-nenek dapat menyelaraskan pendekatan pengasuhan. Tujuannya agar pengalaman keluarga tetap dapat menjadi masukan, sementara kebutuhan tumbuh kembang dan keselamatan anak tetap menjadi perhatian utama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online