Dari Gangguan Tidur hingga Konsentrasi, Ini Dampak Anak Terlalu Lama Main HP

Jumali
Jumali Jum'at, 16 Oktober 2026 22:27 WIB
Dari Gangguan Tidur hingga Konsentrasi, Ini Dampak Anak Terlalu Lama Main HP

Foto ilustrasi anak-anak bermain ponsel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Kebiasaan bermain handphone (HP) terlalu lama dapat mengganggu keseimbangan aktivitas sehari-hari anak. Jika waktu menatap layar mengambil porsi berlebihan, kesempatan untuk tidur cukup, bergerak aktif, belajar, bermain kreatif, dan berinteraksi langsung dengan orang lain bisa berkurang.

Penggunaan HP tidak selalu berdampak buruk. Perangkat digital dapat menjadi sarana belajar dan hiburan apabila konten, durasi, serta cara penggunaannya disesuaikan dengan usia anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan pentingnya mempertimbangkan kebutuhan perkembangan anak dan menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dengan tidur, aktivitas fisik, serta interaksi sosial.  

Berikut 10 dampak yang perlu diperhatikan orang tua ketika anak terlalu lama bermain HP.

1. Mengganggu Kualitas Tidur

Anak yang bermain HP menjelang waktu tidur berisiko menunda waktu istirahat karena terlalu asyik menonton video, bermain gim, atau menjelajahi media sosial.

Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan kesiapan anak menjalani aktivitas pada hari berikutnya. Orang tua dapat membantu dengan menetapkan jadwal tidur yang konsisten dan membatasi penggunaan layar sebelum waktu istirahat. AAP menyarankan agar perangkat digital tidak mengganggu rutinitas tidur anak.  

2. Mengurangi Aktivitas Fisik

Waktu yang terlalu banyak dihabiskan untuk menatap layar dapat mengurangi kesempatan anak berlari, bersepeda, bermain di luar ruangan, atau melakukan olahraga.

Padahal, aktivitas fisik penting untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya menyeimbangkan waktu layar dengan aktivitas fisik dan tidur, khususnya pada anak berusia di bawah lima tahun.  

3. Membuat Mata Lelah

Menatap layar dalam waktu lama dapat membuat mata terasa lelah, kering, perih, atau mengalami penglihatan kabur sementara pada sebagian orang.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan, orang tua dapat mengajak anak beristirahat secara berkala, mengalihkan pandangan dari layar, dan memastikan pencahayaan ruangan memadai. Jika keluhan mata menetap atau sering berulang, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

4. Mengganggu Konsentrasi

Notifikasi, video pendek, dan perpindahan konten yang cepat dapat mengalihkan perhatian anak ketika sedang mengerjakan tugas atau membaca.

Jika penggunaan HP tidak dibatasi, anak juga berpotensi kehilangan waktu untuk melatih fokus melalui kegiatan non-digital, seperti menyusun balok, menggambar, membaca buku, atau menyelesaikan permainan yang membutuhkan ketekunan.

Karena itu, orang tua dapat menetapkan waktu khusus untuk belajar tanpa gangguan perangkat digital.

5. Mengurangi Kesempatan Berinteraksi Sosial

Anak membutuhkan kesempatan untuk berbicara, bermain bersama teman, dan berinteraksi langsung dengan anggota keluarga.

Apabila sebagian besar waktu luang digunakan untuk bermain HP sendirian, kesempatan berlatih berkomunikasi, berbagi, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain dapat berkurang.

Mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital dan menyediakan waktu bermain bersama dapat membantu menjaga keseimbangan tersebut.

6. Mengurangi Waktu Belajar

HP dapat mendukung pembelajaran melalui buku digital, video edukasi, dan aplikasi interaktif. Namun, penggunaan tanpa aturan berpotensi mengalihkan perhatian anak dari pekerjaan rumah, membaca, atau kegiatan sekolah.

Orang tua sebaiknya membedakan penggunaan HP untuk belajar dan hiburan. Ketika anak mengerjakan tugas, matikan notifikasi yang tidak diperlukan dan simpan aplikasi hiburan untuk waktu luang.

7. Memicu Kemarahan ketika Waktu Layar Dibatasi

Sebagian anak mungkin menangis, kesal, atau menolak ketika diminta berhenti bermain HP. Reaksi ini bisa lebih sulit dikelola apabila aturan penggunaan perangkat berubah-ubah atau anak belum terbiasa dengan batas waktu.

Respons tersebut tidak otomatis berarti anak mengalami kecanduan. Orang tua dapat menetapkan aturan sejak awal, memberi tahu beberapa menit sebelum waktu bermain berakhir, dan menawarkan kegiatan pengganti yang menarik.

Konsistensi serta komunikasi yang tenang dapat membantu anak belajar beralih dari aktivitas digital ke kegiatan lain.

8. Meningkatkan Risiko Terpapar Konten yang Tidak Sesuai Usia

Anak yang menggunakan HP tanpa pendampingan dapat menemukan konten kekerasan, materi menakutkan, informasi keliru, atau interaksi daring yang tidak aman.

Untuk mengurangi risiko, orang tua perlu memeriksa aplikasi yang digunakan, mengaktifkan pengaturan keamanan sesuai usia, dan mendampingi anak ketika menjelajahi konten baru.

Penting juga untuk membangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman bercerita apabila menemukan sesuatu yang membuatnya takut atau tidak nyaman. AAP merekomendasikan pemilihan konten yang sesuai usia serta pengaturan batas dan keamanan penggunaan media digital.  

9. Mengubah Kebiasaan Makan

Bermain HP sambil makan dapat membuat perhatian anak teralihkan dari makanan dan suasana makan bersama keluarga.

Sebagian anak mungkin tidak menyadari sinyal kenyang, sedangkan anak lain bisa makan lebih sedikit karena terlalu fokus pada layar. Namun, dampaknya berbeda pada setiap anak dan tidak selalu terjadi.

Membiasakan waktu makan tanpa layar dapat membantu anak lebih memperhatikan makanan serta memberi ruang bagi interaksi keluarga.

10. Mengurangi Kesempatan Mengembangkan Kreativitas

Anak membutuhkan waktu untuk menggambar, membuat kerajinan, bermain peran, membaca cerita, atau bereksperimen dengan benda di sekitarnya.

Jika penggunaan HP mengambil terlalu banyak waktu, kesempatan melakukan aktivitas kreatif tersebut dapat berkurang. Padahal, permainan langsung memberi anak ruang untuk mencoba, memecahkan masalah, dan menggunakan imajinasi.

Orang tua tidak harus melarang seluruh aktivitas digital. Mereka dapat menyeimbangkannya dengan kegiatan yang melibatkan gerak tubuh, interaksi, dan eksplorasi lingkungan.

Cara Membatasi Waktu Bermain HP pada Anak

Agar penggunaan HP lebih seimbang, orang tua dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Buat aturan sesuai usia: Sesuaikan durasi, jenis konten, dan pendampingan dengan tahap perkembangan anak.

  • Tetapkan waktu bebas layar: Terapkan aturan tanpa HP saat makan, belajar, dan menjelang tidur.

  • Pilih konten berkualitas: Utamakan materi yang sesuai usia, mendukung pembelajaran, atau merangsang kreativitas.

  • Sediakan kegiatan alternatif: Ajak anak berolahraga, membaca, bermain di luar ruangan, atau melakukan aktivitas bersama keluarga.

  • Berikan contoh: Orang tua juga perlu membatasi penggunaan HP ketika sedang berinteraksi dengan anak.

  • Terapkan aturan secara konsisten: Bicarakan batas waktu dengan anak dan jelaskan alasannya, bukan sekadar mengambil perangkat secara tiba-tiba.

AAP menyarankan keluarga menyusun rencana penggunaan media digital yang mempertimbangkan kebutuhan setiap anak, menjaga waktu tidur, dan memastikan layar tidak menggeser aktivitas penting lainnya.  

Pada akhirnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa lama anak bermain HP, tetapi juga jenis konten yang diakses dan apakah penggunaannya mengganggu tidur, aktivitas fisik, pembelajaran, serta hubungan sosial. Dengan pendampingan dan aturan yang konsisten, HP tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan hiburan secara lebih sehat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online