Bandara Riyadh Kembali Beroperasi, Houthi Keluarkan Ancaman
Bandara King Khalid di Riyadh kembali melayani sebagian penerbangan setelah ditutup dua pekan. Houthi kembali memperingatkan maskapai dan penumpang.
Kisan Nyi Roro Kidul.ist
Harianjogja.com, JOGJA—Legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul mendapat sentuhan baru melalui format mikro-drama-musikal vertikal. Indonesia Kaya bersama BOOW Live dan ADPRO menghadirkan dua produksi terbaru #MusikalDiRumahAja 2026 untuk membawa cerita rakyat Nusantara lebih dekat dengan penonton di era digital.
Kedua produksi tersebut menggabungkan unsur film, drama, dan pertunjukan musikal dalam video vertikal yang dapat dinikmati melalui kanal TikTok Indonesia Kaya. Musikal Timun Mas telah tayang sejak 1 September 2026, sedangkan Nyi Roro Kidul: Wahai Ratu Pantai Selatan mulai hadir pada 14 Oktober 2026.
Melody Asri dipercaya memerankan Timun Mas, sementara Galabby Thahira memerankan Kanjeng Ratu Kidul. Kedua produksi melibatkan Bayu Pontiagust sebagai sutradara film, Aldafi Adnan sebagai sutradara musikal, serta Palka Kojansow sebagai penulis.
Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan format tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan cerita rakyat kepada generasi yang akrab dengan konten digital.
“Melalui #MusikalDiRumahAja, kami ingin menghadirkan kekayaan cerita rakyat Indonesia dengan cara kekinian, khususnya generasi yang akrab dengan konten digital. Tahun ini, kami menghadirkan kisah Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam format mikro-drama-musikal vertikal yang memadukan drama dan musik dalam durasi yang lebih ringkas,” ujar Renitasari, Senin (26/10/2026)
Menurut dia, pendekatan ini diharapkan membuat kisah yang telah dikenal lintas generasi tetap relevan sekaligus menjangkau penonton baru tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Sejak diperkenalkan pada 2020, #MusikalDiRumahAja menjadi salah satu upaya Indonesia Kaya menghadirkan cerita rakyat melalui pertunjukan musikal dan kolaborasi lintas disiplin. Program ini juga membuka kesempatan bagi seniman serta pekerja kreatif untuk mengembangkan cara baru dalam menyampaikan cerita Nusantara.
Format Vertikal Hadirkan Tantangan Baru
Mengadaptasi pertunjukan musikal ke video vertikal bukan sekadar mengubah ukuran layar. Tim produksi perlu menyesuaikan komposisi gambar, pergerakan kamera, ekspresi pemain, hingga penempatan musik agar cerita tetap mudah diikuti.
Sutradara film #MusikalDiRumahAja 2026, Bayu Pontiagust, mengatakan format vertikal memberikan tantangan sekaligus peluang untuk membangun kedekatan antara penonton dan karakter.
“Komposisi gambar, pergerakan kamera, ekspresi pemain, hingga penempatan elemen musik harus dirancang agar tetap efektif dalam format tersebut. Di sisi lain, format vertikal juga membuka peluang untuk mengeksplorasi cara bercerita yang lebih intim, dengan membawa penonton lebih dekat pada karakter dan konflik yang mereka hadapi,” kata Bayu.
Kedua produksi tahun ini masing-masing terdiri atas delapan episode. Proses pengerjaannya turut melibatkan alumni program Intensif Musikal Budaya (IMB) dari berbagai angkatan, termasuk Aldafi Adnan, Palka Kojansow, Galabby Thahira, dan Melody Asri. Alumni lainnya juga berkontribusi di balik layar sebagai koreografer, pengarah vokal, serta pemain.
Timun Mas, Kisah Keberanian Melawan Ancaman
Dalam adaptasi Timun Mas, penonton diajak mengikuti perjuangan seorang anak perempuan yang berusaha membebaskan diri dari ancaman Buto Ijo.
Kisahnya bermula ketika Mbok Randa, seorang janda yang mendambakan anak, membuat kesepakatan dengan Buto Ijo dan mendapatkan biji mentimun ajaib. Dari biji tersebut lahirlah Timun Mas, tetapi kelahirannya disertai konsekuensi bahwa ia harus diserahkan kepada sang raksasa ketika dewasa.
Saat Timun Mas menginjak usia 17 tahun, ancaman itu datang menghampiri. Ia kemudian berusaha melawan Buto Ijo dengan petunjuk Dewi Sri dan empat benda ajaib pemberian seorang pertapa misterius.
Melalui peran Melody Asri, kisah klasik ini kembali mengangkat keberanian, perjuangan menghadapi ketakutan, dan upaya menentukan nasib sendiri. Unsur musikal menjadi bagian dari pendekatan untuk menyampaikan konflik dan perjalanan karakter dalam format yang lebih ringkas.
Nyi Roro Kidul, Perjalanan Putri Kadita Menuju Laut Selatan
Sementara itu, Nyi Roro Kidul: Wahai Ratu Pantai Selatan mengisahkan perjalanan Putri Kadita dari kehidupan istana hingga menjadi penguasa Laut Selatan.
Kadita merupakan putri kesayangan Prabu Siliwangi di Kerajaan Pakuan Pajajaran. Namun, kecemburuan Dewi Mutiara yang ingin memastikan putranya memperoleh takhta membuat Kadita menjadi sasaran sihir. Ia dikutuk menderita penyakit kulit parah hingga akhirnya diasingkan oleh sang raja.
Berbekal bisikan gaib dari ibunya, Kadita menuju Pesisir Selatan dan memasuki lautan. Di sana, kutukannya terlepas dan ia menjelma menjadi Nyi Roro Kidul, sosok penguasa Laut Selatan yang memiliki kekuatan untuk menjaga laut dari keserakahan manusia.
Perjalanannya berlanjut ketika ia bertemu Panembahan Senopati yang tengah bertapa di pesisir. Keduanya membentuk Perjanjian Dua Dunia, ikatan antara penguasa daratan dan lautan untuk menjaga keseimbangan semesta.
Kisah tersebut kemudian berkembang menjadi perjuangan mempertahankan kedaulatan Mataram dari pasukan Pajang yang dipimpin Jaka Tingkir. Melalui tokoh Kadita, produksi ini mengangkat tema pengkhianatan, penemuan kekuatan diri, dan tanggung jawab seorang penguasa.
Renitasari berharap penggarapan ulang kedua legenda tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat mengenal cerita rakyat Indonesia.
“Bagi kami, cerita rakyat bukan sekadar kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang selalu punya ruang untuk diceritakan kembali. Semoga melalui #MusikalDiRumahAja, semakin banyak orang yang tertarik mengenal cerita rakyat Indonesia dan ikut menjaga agar kisah-kisah ini terus hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Kedua produksi #MusikalDiRumahAja 2026 dapat disaksikan melalui kanal TikTok Indonesia Kaya. Format ini menjadi alternatif bagi penonton untuk menikmati cerita rakyat melalui tayangan singkat yang memadukan seni peran, musik, dan pendekatan visual digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bandara King Khalid di Riyadh kembali melayani sebagian penerbangan setelah ditutup dua pekan. Houthi kembali memperingatkan maskapai dan penumpang.
Cinema Day 2026 digelar 27 Oktober dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Cek harga CGV, Cinema XXI, Cinepolis, dan ketentuannya.
DPRD DIY mengusulkan balai RW menjadi laboratorium Pendidikan Khas Kejogjaan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya Jogja.
Harga cabai rawit mencapai Rp88.642/kg pada pekan keempat Oktober 2026. Mendagri Tito mendorong perluasan tanam dan distribusi pasokan.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.