Dari Kostum Damkar Sempit hingga Ular Kobra, Ini Cerita di Balik Film GJLS: Berapi-Api

Sunartono
Sunartono Selasa, 20 Oktober 2026 06:12 WIB
Dari Kostum Damkar Sempit hingga Ular Kobra, Ini Cerita di Balik Film GJLS: Berapi-Api

Para pemeran film GJLS: Berapi-Api. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Proses syuting film komedi aksi GJLS: Berapi-Api menyimpan cerita unik bagi Rigen Rakelna. Komika sekaligus aktor tersebut mengaku mengalami kenaikan berat badan selama pengambilan gambar hingga kostum dinas pemadam kebakaran (damkar) yang dikenakannya mulai terasa sempit.

Kebiasaan jajan bersama rekan-rekannya dari kelompok komedi GJLS menjadi salah satu penyebabnya. Jadwal syuting yang beberapa kali tertunda akibat hujan deras membuat mereka memiliki waktu luang lebih banyak untuk makan di lokasi.

"Salah satunya adalah wardrobe kita. Jadi kita itu syuting waktu itu wardrobe-nya dibikin kan memang ngepas, nge-fit ke badan. Habis itu karena kita ngumpul bertiga mulu dan kerjanya jajan mulu, udah gitu kita waktu itu banyak waktu kosongnya karena syuting banyak hujan," ujar Rigen sembari tertawa usai bertemu penonton di XXI JCM, Senin (19/10/2026)..

Cerita tersebut disampaikan Rigen dalam sesi pemutaran film dan wawancara bersama para pemain serta pembuat film baru-baru ini.

Kostum Damkar Menyempit

Rigen mengungkapkan, kebiasaan membeli bakso dan makanan lain saat menunggu hujan reda berdampak pada ukuran kostum dinas damkar yang mereka gunakan. Pakaian yang sejak awal dibuat pas dengan tubuh para pemain akhirnya mulai terasa sesak.

Kondisi itu bahkan membuat tim penata busana atau wardrobe menegur mereka agar mengurangi kebiasaan makan pada malam hari.

"Itu beneran kejadian sampai orang wardrobe-nya bilang, 'Bang, udah, Bang, jangan makan malam mulu, Bang.' Sampai digituin kita, karena bajunya udah mulai enggak cukup. Kancingnya yang di bawah tuh udah mulai itu [sesak]," ungkap Rigen menjelaskan kendala kostum yang ia alami.

Selain persoalan ukuran pakaian, para pemain juga menghadapi tantangan fisik ketika menggunakan fire jacket atau baju pelindung pemadam kebakaran. Perlengkapan tersebut memiliki bobot cukup berat, terutama ketika terkena air saat adegan pemadaman api.

"Begitu madamin api itu pakai fire jacket yang lumayan berat, itu 10 kilo dalam keadaan kering. Itu kalau misalkan basah bisa sampai 15 atau 20 [kilo] mungkin kalau basah banget. Terus juga nahan air dari nozel yang tekanannya cukup tinggi," tambahnya.

Menurut Rigen, berat fire jacket dalam kondisi kering mencapai sekitar 10 kilogram. Bobotnya bisa meningkat menjadi 15 hingga 20 kilogram ketika basah, sementara pemain juga harus menghadapi tekanan air dari nosel.

Adegan Ular Kobra 

Tantangan lain muncul ketika Rigen dan para pemain menjalani adegan evakuasi hewan liar. Salah satu adegan yang mereka lakukan adalah penangkapan ular kobra menggunakan ular asli di ruang tertutup tanpa bantuan pemeran pengganti atau stuntman.

Rigen mengatakan ketakutan yang terlihat dalam adegan tersebut bukan sekadar akting. Para pemain benar-benar merasa takut menghadapi ular berbisa itu, bahkan ketika masih menjalani latihan.

"Kita ketakutannya beneran, beneran banget. Bahkan waktu lagi latihan penangkapan ular, kita udah kabur-kaburan," kenangnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan selama syuting, para pemain tetap mendapat ruang untuk mengembangkan unsur komedi. Rigen menyebut sutradara Monty Tiwa memberikan keleluasaan kepada pemain untuk berimprovisasi di luar naskah.

Namun, ia mengaku tetap berusaha menjaga agar improvisasi tersebut tidak keluar dari alur cerita yang telah disusun tim penulis.

Persahabatan dan Kegagalan

Film komedi aksi produksi Amadeus Sinemagna dan GJLS Entertainment ini mengangkat kisah tiga sahabat masa kecil yang bercita-cita menjadi ksatria pemadam kebakaran.

Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir memerankan tiga sahabat yang harus menghadapi kegagalan di akademi. Akibat kegagalan tersebut, mereka diasingkan dari operasi bergengsi dan dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar.

Cerita tentang persahabatan dan perjuangan menghadapi kegagalan itu dikemas dengan komedi khas GJLS. Film arahan Monty Tiwa tersebut juga menawarkan kisah yang hangat untuk dinikmati bersama sahabat maupun keluarga.

Salah satu elemen yang mengiringi film ini adalah lagu tema berjudul "Api dan Mimpi", yang dibawakan band rock Barasuara.

Pemain GJLS: Berapi-Api Tampil di Synchronize Fest 2026

Promosi GJLS: Berapi-Api juga merambah panggung musik. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Barasuara tampil di hari pertama Synchronize Fest 2026 dan menghadirkan para pemeran utama film tersebut sebagai tamu spesial.

Momen itu terjadi ketika Barasuara hendak membawakan lagu "Api dan Mimpi" untuk pertama kalinya di hadapan publik. Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, dan Carissa Perusset kemudian naik ke panggung dan ikut melantunkan lagu bersama band tersebut.

Kolaborasi itu mempertemukan musik rock Barasuara dengan semangat cerita GJLS: Berapi-Api di hadapan ribuan penonton festival.

Wahana Damkar

Antusiasme terhadap film ini juga dibangun melalui rangkaian tur pemutaran khusus. Pada Senin, 19 Oktober 2026, Bus Wahana Damkar GJLS tiba di Yogyakarta dan Solo.

Kehadiran bus tersebut menjadi bagian dari tur keliling Indonesia untuk menyambut penonton sebelum penayangan reguler. Penonton di kedua kota memadati sesi special screening dan berkesempatan merasakan pengalaman interaktif di dalam wahana bus damkar.

Salah seorang penonton mengaku terkejut dengan pendekatan cerita film tersebut. Ia menilai komedi yang disajikan tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga menghadirkan sisi emosional.

"Awalnya mikir bakal nonton film ga jelas, ternyata kali ini ke-nggak jelasannya dibawakan dengan hati. Kali ini GJLS udah bisa nemuin formula untuk tetap membawa kelucuan mereka, tapi juga menyentuh hati penonton," tutur salah seorang penonton sesi penayangan khusus.

Jadwal Tayang GJLS: Berapi-Api di Bioskop

Film GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026. Selain Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, dan Carissa Perusset, film ini dibintangi Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.

Informasi tiket pemutaran khusus serta pembaruan jadwal tur kota berikutnya dapat dipantau melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online