Anak Lahir Musim Panas Dinilai Lebih Rentan Terkena Flu

Jumali
Jumali Selasa, 30 Juni 2026 14:27 WIB
Anak Lahir Musim Panas Dinilai Lebih Rentan Terkena Flu

Anak flu - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah temuan ilmiah terbaru mengungkap adanya pola menarik terkait risiko infeksi influenza pada anak, yang ternyata dapat dipengaruhi oleh bulan kelahiran. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir pada musim panas memiliki kemungkinan lebih tinggi terinfeksi flu dibandingkan mereka yang lahir pada musim gugur atau musim dingin.

Temuan ini tidak berkaitan langsung dengan faktor genetik maupun perubahan cuaca ekstrem, melainkan lebih pada pola layanan kesehatan rutin yang dijalani anak, khususnya jadwal pemeriksaan tahunan dan pemberian vaksin influenza.

Penjelasan tersebut merujuk pada kebiasaan di banyak negara, di mana jadwal pemeriksaan kesehatan anak atau check-up tahunan biasanya ditetapkan berdasarkan bulan kelahiran. Dalam konteks ini, anak yang lahir pada musim panas cenderung menjalani pemeriksaan rutin pada periode menjelang tahun ajaran baru.

Namun, pada periode tersebut, ketersediaan vaksin flu untuk musim baru sering kali belum sepenuhnya tersedia di fasilitas kesehatan. Akibatnya, kesempatan untuk mendapatkan vaksin dalam satu kunjungan medis bisa terlewat, sehingga anak perlu kembali melakukan kunjungan lanjutan di waktu berbeda.

Situasi ini dinilai menjadi celah yang tidak disadari banyak orang tua. Kesibukan harian membuat jadwal kunjungan ulang sering tertunda, sehingga perlindungan terhadap virus influenza tidak optimal menjelang puncak musim penularan.

Sebaliknya, anak-anak yang lahir pada musim gugur atau musim dingin cenderung memiliki keuntungan dari sisi waktu pemeriksaan. Pada periode tersebut, vaksin flu biasanya sudah tersedia secara luas, sehingga imunisasi dapat dilakukan langsung dalam satu kali kunjungan tanpa perlu penjadwalan ulang.

Studi yang dikutip dari Parents tersebut menyoroti bahwa faktor administratif dalam layanan kesehatan dapat berpengaruh terhadap tingkat perlindungan kesehatan anak, meskipun tidak berkaitan langsung dengan kondisi biologis.

Peneliti utama dalam studi itu menegaskan bahwa kesenjangan kecil dalam jadwal layanan kesehatan dapat berdampak besar pada perlindungan vaksinasi. Ia menilai orang tua perlu lebih proaktif memastikan anak mendapatkan vaksin flu pada waktu yang tepat, terutama bagi mereka yang lahir di musim panas.

“Studi kami menyoroti bagaimana waktu pemeriksaan kesehatan rutin yang tampaknya sepele dapat berdampak besar pada tingkat vaksinasi anak. Orang tua dari anak-anak yang lahir di musim panas perlu melakukan upaya sadar untuk kembali ke dokter demi mendapatkan vaksin flu,” jelas peneliti tersebut dalam laporannya.

Influenza pada anak sendiri bukan penyakit ringan. Dalam beberapa kasus, flu dapat berkembang menjadi komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga menyebabkan anak harus menjalani perawatan di rumah sakit jika tidak ditangani dengan baik.

Para ahli kesehatan berharap temuan ini dapat mendorong sistem layanan kesehatan untuk lebih adaptif, misalnya melalui pengingat otomatis atau penjadwalan vaksin yang lebih fleksibel, sehingga tidak bergantung pada satu waktu kunjungan saja.

Dengan pola tersebut, setiap anak diharapkan dapat memperoleh perlindungan vaksinasi secara merata tanpa terpengaruh oleh bulan kelahiran atau jadwal administratif yang kaku.

Bagi orang tua, langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memastikan jadwal vaksin flu anak tercatat dengan baik dan melakukan kunjungan tambahan ke fasilitas kesehatan saat vaksin sudah tersedia, terutama menjelang musim penularan influenza.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online