Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang mengeluhkan tubuh pegal, leher kaku, hingga nyeri punggung setelah seharian berada di ruangan berpendingin udara (AC). Namun, benarkah AC menjadi penyebab utama gangguan tersebut?
Dokter ortopedi menegaskan bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Keluhan pada otot dan sendi justru lebih sering dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama serta minimnya aktivitas fisik saat berada di ruangan tertutup.
Mengutip laporan Hindustan Times, Ketua dan ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan bahwa penggunaan AC tidak secara langsung menyebabkan kerusakan tulang atau radang sendi.
“AC tidak menyebabkan arthritis maupun degenerasi tulang. Namun, gaya hidup sedentari yang sering terjadi di ruangan ber-AC bisa memperparah kekakuan otot dan rasa tidak nyaman,” ujarnya, dikutip Rabu (17/6/2026).
Ia menyoroti kebiasaan banyak pekerja yang menghabiskan waktu hingga 8–10 jam duduk dengan posisi kurang ideal. Kondisi ini dapat memicu ketegangan otot, postur tubuh buruk, hingga gangguan pada persendian.
Meski tidak menjadi penyebab utama, suhu dingin dari AC memang bisa memberikan efek sementara pada tubuh. Otot cenderung menegang, fleksibilitas menurun, dan sirkulasi darah melambat. Dampak ini akan lebih terasa pada mereka yang sudah memiliki riwayat nyeri sendi atau gangguan muskuloskeletal.
Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami keluhan ini antara lain penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, hingga nyeri punggung bawah. Lansia juga lebih mudah merasakan nyeri karena massa otot yang menurun dan proses degeneratif pada sendi.
Di sisi lain, masalah yang sering luput diperhatikan adalah kurangnya paparan sinar matahari. Aktivitas di dalam ruangan dalam waktu lama berpotensi menyebabkan kekurangan vitamin D, yang penting untuk penyerapan kalsium dan menjaga kekuatan tulang.
“Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang jarang terpapar sinar matahari,” kata Mody.
Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan seperti mudah lelah, nyeri tulang, hingga meningkatkan risiko patah tulang dalam jangka panjang.
Mody mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul berulang, seperti leher kaku, nyeri lutut setelah duduk lama, kesemutan, hingga tubuh terasa pegal saat bangun tidur. Gejala tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan postur, ketegangan otot, atau masalah sendi.
Untuk mencegahnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Mulai dari mengatur suhu AC di kisaran 24–26 derajat Celsius, menghindari paparan udara dingin langsung ke tubuh, hingga rutin bergerak setiap 30–45 menit.
Selain itu, penting juga menjaga asupan cairan, menggunakan kursi ergonomis, serta menyempatkan diri berolahraga dan berjemur di bawah sinar matahari.
Dengan pola hidup yang lebih aktif dan seimbang, risiko gangguan otot dan sendi akibat aktivitas di ruangan ber-AC dapat diminimalkan secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.